JAKARTA,JS- Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pademawu dan Buddagan, Kabupaten Pamekasan. Keputusan ini muncul setelah video menu lele mentah dimarinasi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi viral di media sosial.
Sekolah Menolak Menu Mentah
Video viral tersebut memicu kekhawatiran sekolah dan masyarakat. Beberapa sekolah menolak menerima paket MBG karena lele terlihat mentah dan dianggap tidak aman untuk dikonsumsi. Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan kualitas makanan yang disediakan.
BGN Ambil Tindakan Evaluasi
Albertus Dony Dewantoro, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, menyatakan, “Kami menghentikan sementara operasional SPPG agar pihak terkait bisa mengevaluasi dan memperbaiki proses pengolahan makanan. Operasional akan kembali berjalan setelah perbaikan selesai.”
Langkah ini memastikan distribusi program MBG tetap berjalan dengan standar gizi yang aman dan tepat.
Ahli Gizi Jelaskan Maksud Marinasi
Fikri Kuttawakil, ahli gizi dari SPPG Pamekasan, menjelaskan bahwa lele dimarinasi untuk menjaga kandungan gizi sekaligus memperpanjang ketahanan makanan. Menurut Fikri, ikan yang dimarinasi tetap aman dikonsumsi dalam waktu satu hari.
“Proses ini bertujuan agar nutrisi tetap terjaga tanpa mengurangi kualitas makanan,” tambah Fikri.
Ribuan Penerima Manfaat Menunggu
SPPG yang dihentikan sementara melayani lebih dari 3.300 penerima manfaat. Mereka terdiri dari siswa PAUD hingga SMA/SMK/MA, ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta tenaga pendidik. BGN menegaskan, meski menu harus diperbaiki, program gizi tetap menjadi prioritas.
Dengan evaluasi ini, BGN memastikan seluruh peserta MBG menerima makanan sehat, aman, dan bergizi.(*)









