TEKNOLOGI,JS- Industri kamera digital kembali menghadirkan inovasi unik. Perusahaan Swiss Rolling Square memperkenalkan Await Camera, kamera digital yang tidak menampilkan foto secara instan.
Kamera ini menolak tren fotografi modern yang serba cepat dan berbasis cloud. Ia mengajak pengguna kembali menikmati proses, kesabaran, dan makna di balik setiap foto.
Tampilan Digital dengan Nuansa Film
Secara sekilas, Await Camera tampak seperti kamera sekali pakai klasik. Bagian depan hanya menampilkan lensa kecil, viewfinder optik, dan lampu flash xenon. Tidak ada layar besar, tombol menu, atau pengaturan rumit.
Di belakang, layar OLED mini menampilkan status baterai, jumlah foto tersisa, dan koneksi ke aplikasi smartphone. Informasi ini menjadi satu-satunya tanda bahwa kamera ini sebenarnya digital.
Setiap roll berisi 24 foto. Setelah habis, pengguna harus mengganti roll melalui aplikasi ponsel. Rolling Square menyebut pengalaman ini mirip menggunakan kamera film klasik, bukan smartphone modern.
Untuk menikmati foto, pengguna perlu:
- Menghubungkan kamera ke smartphone
- Mengunggah foto ke cloud
- Menunggu 24 jam proses “digital developing”
- Memilih foto yang ingin dicetak
- Menerima cetakan fisik di rumah
Pendekatan lambat ini meniru sensasi fotografi analog. Pengguna juga harus membayar paket cetak terlebih dahulu, sekitar US$9,99 per roll, termasuk 24 foto dan pengiriman.
Melawan Budaya Fotografi Instan
Di era di mana seseorang bisa memotret puluhan kali dan menghapus hampir semuanya, Await Camera menawarkan pengalaman ekstrem:
- Hanya 24 jepretan per roll
- Tidak ada preview atau filter AI
- Tidak ada tombol “share ke Instagram”
Sistem roll yang terbagi menjadi tiga bagian (masing-masing 8 foto) memberi jeda alami, mendorong pengguna lebih memperhatikan:
- Komposisi
- Momen
- Cahaya
- Cerita di balik foto
Alih-alih mengandalkan megapiksel, kamera ini menekankan kesadaran saat memotret.
Desain Transparan Bergaya Y2K
Dari sisi desain, Await Camera sangat mencolok. Bagian bawah bodi transparan, menampilkan komponen internal, dengan nuansa retro-futuristik ala era Y2K.
Tampilan depan menampilkan viewfinder, lensa, flash xenon, dan lubang speaker kecil. Bagian belakang dilengkapi layar OLED mini, viewfinder kedua, dan tombol shutter oranye. Semua fungsi otomatis; pengguna tidak perlu mengatur exposure atau fokus manual.
Dari File Digital Menjadi Kenangan Fisik
Setelah 24 jam, foto muncul di aplikasi. Rolling Square ingin mengembalikan nilai fotografi yang berwujud, bukan hanya file digital.
Kenangan ini bisa bertahan bertahun-tahun, berbeda dengan konten digital yang cepat hilang seperti Instagram Story.
Harga dan Ketersediaan
Perkiraan harga:
- Kamera: US$70–100
- Roll digital + cetak 24 foto: US$9,99.(*)









