Gejolak Global Menguat, Pemerintah Tegaskan BBM Masih Aman

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah pastikan harga BBM aman.

Pemerintah pastikan harga BBM aman.

JAKARTA,JS- Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami perubahan meski konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah terus memanas. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pemerintah tetap memprioritaskan stabilitas harga demi menjaga daya beli masyarakat.

Menurut Bahlil, pemerintah sengaja menahan harga BBM bersubsidi agar masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dan merayakan hari besar keagamaan dengan tenang. Di sisi lain, pemerintah membiarkan harga BBM non-subsidi bergerak mengikuti mekanisme pasar.

“Sampai rapat terakhir, kami belum memutuskan perubahan apa pun. Harga BBM bersubsidi masih aman,” ujar Bahlil.

Baca Juga :  Mulai Berlaku, Update Harga BBM Non Subsidi di Jambi Hari Ini

Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Hitung Dampaknya

Sementara itu, harga minyak mentah global menunjukkan tren kenaikan. Dalam APBN 2026, pemerintah menetapkan asumsi Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$ 70 per barel. Namun, harga pasar saat ini telah naik ke kisaran US$ 78 hingga US$ 80 per barel.

Kenaikan tersebut memang meningkatkan kebutuhan anggaran subsidi energi. Meski begitu, Bahlil menilai situasi ini tetap memberi keuntungan bagi negara.

“Produksi minyak nasional sekitar 600 ribu barel per hari. Saat harga naik, negara juga memperoleh tambahan pendapatan,” jelasnya.

Penutupan Selat Hormuz Ubah Arah Impor Minyak

Di tengah dinamika global, konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak langsung pada jalur logistik energi. Penutupan Selat Hormuz memaksa Indonesia mengubah strategi impor minyak mentah.

Sebelumnya, Indonesia mengandalkan kawasan Timur Tengah untuk sekitar 25 persen pasokan minyak mentah. Kini, pemerintah mengalihkan seluruh porsi impor tersebut ke Amerika Serikat guna menjaga keamanan pasokan.

Baca Juga :  Pertamina Sesuaikan Harga BBM, Ini Daftar Terbarunya

Kesepakatan Dagang Perkuat Ketahanan Energi

Lebih lanjut, pengalihan impor ini juga sejalan dengan kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Melalui perjanjian tersebut, Indonesia berkomitmen membeli BBM dan liquefied petroleum gas (LPG) senilai US$ 15 miliar.

Pemerintah menilai kerja sama ini tidak hanya menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga memperkuat hubungan dagang strategis di tengah ketidakpastian global.(*)

Berita Terkait

Kabar Baik Ojol! Bonus Lebaran 2026 Naik Dua Kali Lipat
Sinyal CPNS 2026 Kian Kuat, Ini Penjelasan Kemenpan RB
THR Pekerja Perusahaan Tak Boleh Dicicil, Ini Ketentuannya
THR PPPK Paruh Waktu, Daerah Ini Siapkan Dana Rp60,8 miliar
Fenomena Langka 2026, Gerhana Bulan Total Terlihat Jelas di Indonesia
Situasi Genting! Kemlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah
Kasus Serius Pasar Modal Terkuak, OJK Sanksi IPPE–TDPM
Fenomena Baru Mudik Lebaran: Warga Pesan Tiket Lebih Awal
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:00 WIB

Gejolak Global Menguat, Pemerintah Tegaskan BBM Masih Aman

Rabu, 4 Maret 2026 - 07:30 WIB

Kabar Baik Ojol! Bonus Lebaran 2026 Naik Dua Kali Lipat

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:00 WIB

Sinyal CPNS 2026 Kian Kuat, Ini Penjelasan Kemenpan RB

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:00 WIB

THR Pekerja Perusahaan Tak Boleh Dicicil, Ini Ketentuannya

Selasa, 3 Maret 2026 - 07:30 WIB

THR PPPK Paruh Waktu, Daerah Ini Siapkan Dana Rp60,8 miliar

Berita Terbaru

Ilustrasi cara buka usaha bagi pemula

Bisnis

Bisnis Sendiri Tanpa Modal Besar, Begini Strateginya

Rabu, 4 Mar 2026 - 14:00 WIB

Ilustrasi kosmetik ilegal

Daerah

BPOM Jambi Perketat Pengawasan Kosmetik Ilegal

Rabu, 4 Mar 2026 - 13:30 WIB

Kartu Kredit

Bisnis

Transaksi Kartu Kredit Masuk Radar Pajak, Ini Aturannya

Rabu, 4 Mar 2026 - 13:00 WIB