BISNIS,JS– Harga bitcoin kembali turun pada akhir pekan ini. Mata uang kripto terbesar itu anjlok 6,53% ke US$ 78.719,63, memperpanjang tren pelemahan dari sesi sebelumnya. Pada Jumat (30/1) waktu AS, bitcoin sempat menyentuh US$ 81.104, level terendah sejak 21 November 2025.
Investor menilai pelemahan ini terjadi bersamaan dengan penguatan dolar AS. Kekhawatiran muncul setelah mantan Gubernur Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, resmi menggantikan Jerome Powell sebagai ketua bank sentral. Pasar takut Warsh akan menerapkan kebijakan moneter lebih ketat, termasuk mengecilkan neraca The Fed.
Likuiditas Mengalir ke Wall Street, Bukan Ekonomi Riil
Selama ini, bitcoin dan aset kripto lain mendapat dorongan dari kebijakan moneter longgar dan neraca besar The Fed. Namun, Kepala Ekonom Annex Wealth Management, Brian Jacobsen, menilai kombinasi neraca besar dan regulasi perbankan yang ketat menahan aliran likuiditas di Wall Street. Akibatnya, dana sulit mengalir ke perekonomian riil. Jacobsen juga menekankan bahwa kondisi ini memicu gelembung harga pada berbagai aset, mulai dari obligasi, kripto, logam mulia, hingga saham “meme”.
Ether Juga Terkoreksi Tajam
Tekanan tidak hanya terjadi pada bitcoin. Ether turun 11,76% ke US$ 2.387,77 per unit. Secara keseluruhan, pasar kripto masih kesulitan menentukan arah setelah koreksi besar tahun lalu. Sementara itu, emas dan saham mencatat reli, menandakan investor mencari aset yang lebih stabil.
Koreksi Memicu Kesadaran Risiko Investor
“Terkadang, koreksi di berbagai aset saling memperkuat satu sama lain,” ujar Jacobsen. Ia menambahkan, aksi jual kemungkinan masih berlanjut dalam beberapa hari mendatang. Investor semakin menyadari risiko tinggi di pasar kripto.
Bitcoin Kehilangan Sepertiga Nilai Sejak Rekor Oktober
Sejak rekor tertinggi pada Oktober tahun lalu, bitcoin telah kehilangan sekitar sepertiga nilainya. Penurunan ini menjadi tantangan bagi pasar kripto, yang sebelumnya sempat optimistis dengan masuknya arus dana besar dan harapan regulasi lebih ramah di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.(*)









