BISNIS,JS- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp502,74 miliar, naik 49,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp336,04 miliar.
Lonjakan laba ini terjadi di tengah tekanan ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi tersebut menunjukkan kemampuan BNBR menjaga kinerja dan mengoptimalkan portofolio bisnisnya.
Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti, menyatakan perseroan tetap fokus pada efisiensi dan penguatan bisnis inti. “Di tengah kondisi global yang tidak menentu, kami bersyukur BNBR mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Ahad, 1 Maret 2026.
Pendapatan Terkoreksi Tipis, Tetap di Atas Rp3 Triliun
Meski laba meningkat signifikan, BNBR mencatatkan pendapatan bersih Rp3,74 triliun pada 2025. Angka ini turun tipis 3,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,87 triliun.
Namun demikian, pendapatan tersebut tetap mencerminkan kekuatan fundamental bisnis perseroan yang tersebar di berbagai sektor strategis.
Secara rinci, pendapatan terbesar berasal dari PT Bakrie Metal Industries Group sebesar Rp2,18 triliun. Selanjutnya, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Group menyumbang Rp1,08 triliun, disusul PT Bakrie Indo Infrastructure Group sebesar Rp464,21 miliar.
Bisnis Kendaraan Listrik Terus Menanjak
Di tengah transisi energi dan elektrifikasi transportasi, VKTR tampil sebagai salah satu motor pertumbuhan BNBR. Sepanjang 2025, pendapatan VKTR meningkat 8,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp1 triliun.
Roy menjelaskan, pertumbuhan tersebut datang dari kontribusi VKTR Holding, VKTS, serta BA Group. Selain itu, implementasi bus listrik, pengembangan kendaraan niaga listrik, dan pendapatan stabil dari bisnis komponen otomotif ikut mendorong kinerja.
Pipa dan Infrastruktur Beri Kontribusi Positif
Selain kendaraan listrik, lini industri pipa juga menunjukkan tren positif. PT Southeast Asia Pipe Industries (SEAPI) mencatatkan pendapatan Rp194,54 miliar, tumbuh 28,1 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut berasal dari peningkatan permintaan di sektor non-Oil & Gas maupun Oil & Gas, seiring kembali bergulirnya sejumlah proyek strategis.
Pada saat yang sama, PT Bakrie Indo Infrastructure Group membukukan pendapatan Rp464,21 miliar, melonjak 41,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan ini ditopang oleh kontribusi PT Multi Kontrol Nusantara Group, PT Cimanggis Cibitung Tollways, PT Helio Synar Energy, serta portofolio infrastruktur lainnya. Jaringan pipanisasi juga tetap berperan sebagai infrastruktur strategis untuk transportasi minyak dan gas.
Konstruksi Melejit, Pipa Baja Tertekan
Di lini konstruksi dan EPC, PT Bakrie Construction (BCons) mencatat lonjakan pendapatan paling tajam. Sepanjang 2025, BCons membukukan pendapatan Rp171,58 miliar, melonjak 330 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp39,9 miliar.
Sebaliknya, PT Bakrie Pipe Industries membukukan pendapatan Rp1,76 triliun. Angka tersebut turun 22,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,29 triliun, seiring penyesuaian permintaan di sektor terkait.
Prospek Tetap Terjaga
Dengan kinerja laba yang meningkat dan kontribusi kuat dari bisnis kendaraan listrik, infrastruktur, serta konstruksi, BNBR menilai fondasi usahanya tetap kokoh. Perseroan optimistis mampu menjaga pertumbuhan berkelanjutan meski menghadapi dinamika ekonomi global ke depan.(*)









