Di Tengah Ekonomi Global Goyang, BNBR Justru Panen Laba

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BNBR catat laba bersih Rp502,74 miliar. (Sumber/Google)

BNBR catat laba bersih Rp502,74 miliar. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp502,74 miliar, naik 49,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp336,04 miliar.

Lonjakan laba ini terjadi di tengah tekanan ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi tersebut menunjukkan kemampuan BNBR menjaga kinerja dan mengoptimalkan portofolio bisnisnya.

Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti, menyatakan perseroan tetap fokus pada efisiensi dan penguatan bisnis inti. “Di tengah kondisi global yang tidak menentu, kami bersyukur BNBR mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Ahad, 1 Maret 2026.

Pendapatan Terkoreksi Tipis, Tetap di Atas Rp3 Triliun

Meski laba meningkat signifikan, BNBR mencatatkan pendapatan bersih Rp3,74 triliun pada 2025. Angka ini turun tipis 3,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,87 triliun.

Namun demikian, pendapatan tersebut tetap mencerminkan kekuatan fundamental bisnis perseroan yang tersebar di berbagai sektor strategis.

Secara rinci, pendapatan terbesar berasal dari PT Bakrie Metal Industries Group sebesar Rp2,18 triliun. Selanjutnya, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Group menyumbang Rp1,08 triliun, disusul PT Bakrie Indo Infrastructure Group sebesar Rp464,21 miliar.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 22 Agustus 2026 Naik, Cek Daftar Lengkapnya

Bisnis Kendaraan Listrik Terus Menanjak

Di tengah transisi energi dan elektrifikasi transportasi, VKTR tampil sebagai salah satu motor pertumbuhan BNBR. Sepanjang 2025, pendapatan VKTR meningkat 8,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp1 triliun.

Roy menjelaskan, pertumbuhan tersebut datang dari kontribusi VKTR Holding, VKTS, serta BA Group. Selain itu, implementasi bus listrik, pengembangan kendaraan niaga listrik, dan pendapatan stabil dari bisnis komponen otomotif ikut mendorong kinerja.

Pipa dan Infrastruktur Beri Kontribusi Positif

Selain kendaraan listrik, lini industri pipa juga menunjukkan tren positif. PT Southeast Asia Pipe Industries (SEAPI) mencatatkan pendapatan Rp194,54 miliar, tumbuh 28,1 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut berasal dari peningkatan permintaan di sektor non-Oil & Gas maupun Oil & Gas, seiring kembali bergulirnya sejumlah proyek strategis.

Pada saat yang sama, PT Bakrie Indo Infrastructure Group membukukan pendapatan Rp464,21 miliar, melonjak 41,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Hari Ini 23 Agustus 2026 Naik atau Turun? Cek Harga Selengkapnya Disini

Kenaikan ini ditopang oleh kontribusi PT Multi Kontrol Nusantara Group, PT Cimanggis Cibitung Tollways, PT Helio Synar Energy, serta portofolio infrastruktur lainnya. Jaringan pipanisasi juga tetap berperan sebagai infrastruktur strategis untuk transportasi minyak dan gas.

Konstruksi Melejit, Pipa Baja Tertekan

Di lini konstruksi dan EPC, PT Bakrie Construction (BCons) mencatat lonjakan pendapatan paling tajam. Sepanjang 2025, BCons membukukan pendapatan Rp171,58 miliar, melonjak 330 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp39,9 miliar.

Sebaliknya, PT Bakrie Pipe Industries membukukan pendapatan Rp1,76 triliun. Angka tersebut turun 22,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,29 triliun, seiring penyesuaian permintaan di sektor terkait.

Prospek Tetap Terjaga

Dengan kinerja laba yang meningkat dan kontribusi kuat dari bisnis kendaraan listrik, infrastruktur, serta konstruksi, BNBR menilai fondasi usahanya tetap kokoh. Perseroan optimistis mampu menjaga pertumbuhan berkelanjutan meski menghadapi dinamika ekonomi global ke depan.(*)

Berita Terkait

Rupiah Bergerak di Rp18.145 per Dolar AS, Investor Waspadai Tekanan Global dan Arah Ekonomi AS
Harga Emas Dunia Rebound 2 Persen, Bangkit dari Level Terendah Setahun, Investor Pantau Level US$4.000
Rekomendasi Saham HRTA, MAPI, dan DEWA untuk Selasa 3 November 2026, Investor Perlu Cermati Peluang dan Risiko
Harga Emas Antam Hari Ini 2 November 2026 Naik, Simak Daftar Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg dan Buyback
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Cek Bank dengan Imbal Hasil Tertinggi
Rupiah Hari Ini 2 November 2026 Melemah ke Rp18.156 per Dolar AS, Ini Prediksi Analis
Harga Emas Digital Hari Ini Minggu 1 November 2026: Cek Harga Beli, Harga Jual dan Selisihnya
Harga BBM Pertamina 1 November 2026 Tak Berubah, Cek Daftar Pertalite, Pertamax hingga Dexlite di Jambi
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 17:01 WIB

Rupiah Bergerak di Rp18.145 per Dolar AS, Investor Waspadai Tekanan Global dan Arah Ekonomi AS

Selasa, 3 November 2026 - 10:31 WIB

Harga Emas Dunia Rebound 2 Persen, Bangkit dari Level Terendah Setahun, Investor Pantau Level US$4.000

Selasa, 3 November 2026 - 08:01 WIB

Rekomendasi Saham HRTA, MAPI, dan DEWA untuk Selasa 3 November 2026, Investor Perlu Cermati Peluang dan Risiko

Senin, 2 November 2026 - 14:01 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 2 November 2026 Naik, Simak Daftar Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg dan Buyback

Senin, 2 November 2026 - 11:01 WIB

Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri November 2026: Cek Bank dengan Imbal Hasil Tertinggi

Berita Terbaru