RI Siapkan 500 Ribu Pekerja Migran Tersertifikasi untuk 2026

Sasar Jepang hingga Jerman

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri P2MI Mukhtarudin. (Foto: KP2MI)

Menteri P2MI Mukhtarudin. (Foto: KP2MI)

JAKARTA, JS — Pemerintah Indonesia menargetkan penempatan 500 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) ke lima negara pada tahun 2026. Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyebut lima negara tujuan tersebut ialah Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, dan Uni Emirat Arab (UEA).

“Untuk rencana penyiapan kompetensi dan negara tujuan 500 ribu skill workers di tahun 2026,” ujar Mukhtarudin kepada wartawan, Sabtu (15/11/2025).

300 Ribu Lulusan SMK, 200 Ribu dari Kategori Umum

Dari total 500 ribu calon pekerja migran, pemerintah menyiapkan:

  • 300.000 lulusan SMK
  • 200.000 dari kategori umum
Baca Juga :  Pemkab Bungo Amankan 303 Kotak Amal di Toko-toko

Mereka akan mengisi berbagai kebutuhan tenaga kerja di dunia internasional.

Pemerintah memetakan lima bidang prioritas, masing-masing membutuhkan 100.000 tenaga kerja:

  1. Caregiver/Careworker
  2. Welder/Pengelas
  3. Hospitality
  4. Nurse/Perawat
  5. Truck Driver

Pelatihan 3 Bulan: Bahasa, Mental, dan Keterampilan Teknis

Mukhtarudin memastikan seluruh calon PMI mengikuti pelatihan intensif yang meningkatkan kemampuan bahasa internasional, kesiapan mental, dan kompetensi teknis sesuai bidang kerja.

“Waktu rata-rata sekitar 3 bulan,” katanya.

“Kebutuhan pelatihannya kami sesuaikan dengan kompetensi dasar calon pekerja migran,” lanjutnya.

Program Prioritas Presiden

Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, menegaskan bahwa program penempatan 500 ribu PMI ini masuk dalam prioritas Presiden. Ia kembali menekankan bahwa 300 ribu tenaga berasal dari lulusan SMK.

Baca Juga :  Nubia A76, Smartphone Terjangkau dengan Baterai Tahan Lama

“Ini salah satu program prioritas yang diarahkan Bapak Presiden. Dari 500 ribu itu, 300 ribu merupakan lulusan SMK,” ujar Christina usai rapat lintas kementerian di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Jumat (14/11).

Program ini diharapkan membuka peluang kerja global bagi anak bangsa dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar internasional.(AN)

 

Berita Terkait

Laba Bank Mega Melejit 28% ke Rp 3,36 Triliun di 2025, Strategi 2026 Jadi Sorotan Investor
Hoaks PPPK 2026, 3 Fakta Penting soal Status ASN yang Wajib Kamu Tahu!
Aturan Baru BBM Subsidi Berlaku 1 April 2026: Batas Pertalite & Solar Diperketat, Ini Dampaknya ke Pengguna!
Rahasia Pensiunan Tetap Kaya di 2026: Ini 10 Ide Bisnis Santai yang Terbukti Cuan
Tarif Listrik April 2026 Resmi Diumumkan: Tidak Naik, Tapi Tagihan Bisa Membengkak! Ini Penyebabnya
Bingung Mulai Investasi? Ini 5 Tips Jitu Pilih Investasi Terbaik 2026 untuk Pemula
Banyak yang Baru Sadar! Ini Cara Pilih Asuransi Kesehatan Terbaik 2026
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi 2026: Cara Hemat Biaya Transportasi Agar Keuangan Tetap Stabil
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 15:00 WIB

Laba Bank Mega Melejit 28% ke Rp 3,36 Triliun di 2025, Strategi 2026 Jadi Sorotan Investor

Rabu, 1 April 2026 - 14:00 WIB

Hoaks PPPK 2026, 3 Fakta Penting soal Status ASN yang Wajib Kamu Tahu!

Rabu, 1 April 2026 - 13:00 WIB

Aturan Baru BBM Subsidi Berlaku 1 April 2026: Batas Pertalite & Solar Diperketat, Ini Dampaknya ke Pengguna!

Rabu, 1 April 2026 - 11:00 WIB

Rahasia Pensiunan Tetap Kaya di 2026: Ini 10 Ide Bisnis Santai yang Terbukti Cuan

Rabu, 1 April 2026 - 09:30 WIB

Tarif Listrik April 2026 Resmi Diumumkan: Tidak Naik, Tapi Tagihan Bisa Membengkak! Ini Penyebabnya

Berita Terbaru