BISNIS,JS- Ekspansi ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret mulai menekan keberadaan warung kelontong tradisional. Karena itu, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) meminta Pemerintah RI meninjau ulang Perpres Nomor 112 Tahun 2007 dan Paket Kebijakan Ekonomi 2015, yang mempercepat pertumbuhan ritel modern di Indonesia.
Sekitar 2 Juta Warung Tutup
Ketua Umum APKLI, Ali Mahsun, menyatakan bahwa sejak pemerintah memberlakukan Paket Kebijakan Ekonomi 2015, sekitar 2 juta warung kelontong tutup. Ali menegaskan, “Paket Kebijakan Ekonomi seharusnya mempermudah izin ritel modern, tetapi tidak boleh mengorbankan keberadaan dan daya saing usaha kecil.”
APKLI mencatat, saat pemerintah menerbitkan Perpres 112 Tahun 2007, jumlah warung kelontong mencapai 6,1 juta unit. Hingga 2015, jumlah itu menyusut menjadi 5,1 juta, sehingga sekitar 1 juta warung hilang. Temuan ini menunjukkan bahwa ekspansi ritel modern memberi tekanan nyata terhadap usaha mikro dan kecil.
Mendag: Ritel Modern Justru Dukung UMKM
Menteri Perdagangan Budi Susanto menekankan bahwa ekspansi ritel modern tidak merugikan pihak manapun. Ia menjelaskan bahwa pemerintah menetapkan Permendag Nomor 70/M-DAG/PER/12/2013 untuk mengatur kemitraan antara ritel modern dan UMKM.
“Pola kemitraan ini memungkinkan distributor Alfamart dan Indomaret memasok barang ke toko kelontong. Selain itu, mereka juga membantu memasarkan produk UMKM,” ujar Budi Susanto di Kementerian Perdagangan, Kamis (5/3/2026).
Dengan pola kemitraan tersebut, pemerintah mendorong ritel modern dan usaha kecil berjalan berdampingan sehingga ekspansi ritel tidak menghancurkan ekosistem warung tradisional.
APKLI Adukan Dampak Negatif ke Pemerintah
Selain itu, APKLI mengadukan keluhan terkait ekspansi ritel modern kepada Menteri Koperasi Ferry Juliantono, agar pemerintah memperhatikan keberlangsungan usaha mikro dan kecil di Indonesia. Ali Mahsun menegaskan, pemerintah harus menyeimbangkan pertumbuhan ritel modern dengan kelangsungan warung kelontong, sehingga UMKM tetap bersaing secara sehat.(*)









