UMKM di Ambang Bahaya? Ritel Modern Kian Menggurita

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pedagang kaki lima.

Ilustrasi pedagang kaki lima.

BISNIS,JS- Ekspansi ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret mulai menekan keberadaan warung kelontong tradisional. Karena itu, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) meminta Pemerintah RI meninjau ulang Perpres Nomor 112 Tahun 2007 dan Paket Kebijakan Ekonomi 2015, yang mempercepat pertumbuhan ritel modern di Indonesia.

Sekitar 2 Juta Warung Tutup

Ketua Umum APKLI, Ali Mahsun, menyatakan bahwa sejak pemerintah memberlakukan Paket Kebijakan Ekonomi 2015, sekitar 2 juta warung kelontong tutup. Ali menegaskan, “Paket Kebijakan Ekonomi seharusnya mempermudah izin ritel modern, tetapi tidak boleh mengorbankan keberadaan dan daya saing usaha kecil.”

Baca Juga :  Ekspansi Alfamart Terancam? Ini Dampak Wacana Larangan Minimarket ke Desa

APKLI mencatat, saat pemerintah menerbitkan Perpres 112 Tahun 2007, jumlah warung kelontong mencapai 6,1 juta unit. Hingga 2015, jumlah itu menyusut menjadi 5,1 juta, sehingga sekitar 1 juta warung hilang. Temuan ini menunjukkan bahwa ekspansi ritel modern memberi tekanan nyata terhadap usaha mikro dan kecil.

Mendag: Ritel Modern Justru Dukung UMKM

Menteri Perdagangan Budi Susanto menekankan bahwa ekspansi ritel modern tidak merugikan pihak manapun. Ia menjelaskan bahwa pemerintah menetapkan Permendag Nomor 70/M-DAG/PER/12/2013 untuk mengatur kemitraan antara ritel modern dan UMKM.

“Pola kemitraan ini memungkinkan distributor Alfamart dan Indomaret memasok barang ke toko kelontong. Selain itu, mereka juga membantu memasarkan produk UMKM,” ujar Budi Susanto di Kementerian Perdagangan, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga :  Mendag Buka Sinyal Baru: Kopdes Merah Putih Gandeng Minimarket?

Dengan pola kemitraan tersebut, pemerintah mendorong ritel modern dan usaha kecil berjalan berdampingan sehingga ekspansi ritel tidak menghancurkan ekosistem warung tradisional.

APKLI Adukan Dampak Negatif ke Pemerintah

Selain itu, APKLI mengadukan keluhan terkait ekspansi ritel modern kepada Menteri Koperasi Ferry Juliantono, agar pemerintah memperhatikan keberlangsungan usaha mikro dan kecil di Indonesia. Ali Mahsun menegaskan, pemerintah harus menyeimbangkan pertumbuhan ritel modern dengan kelangsungan warung kelontong, sehingga UMKM tetap bersaing secara sehat.(*)

Berita Terkait

BRI Raih Penghargaan Bank UMKM Terbaik 2027, Ini Program untuk Petani dan Pengusaha Desa
Kurs Dolar AS Hari Ini 2 Oktober 2026: Cek Harga Jual dan Beli di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI
Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya
Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar
MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI
IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200
BI Rate Diprediksi Naik Lagi Akhir 2026, Rupiah Jadi Perhatian dan Dampaknya ke Bunga Bank
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:59 WIB

BRI Raih Penghargaan Bank UMKM Terbaik 2027, Ini Program untuk Petani dan Pengusaha Desa

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya

Rabu, 30 September 2026 - 21:45 WIB

Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 18:01 WIB

MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM

Rabu, 30 September 2026 - 15:01 WIB

Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI

Berita Terbaru