BISNIS,JS- Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Kamis (12/3/2026) dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,37 % ke level 7.362,12. Penurunan ini muncul karena investor menjual saham komoditas unggulan, sekaligus menyesuaikan posisi menjelang libur panjang.
IHSG Bergerak Variatif Sepanjang Hari
IHSG bergerak di kisaran 7.323 hingga 7.436 sepanjang sesi perdagangan. Dari total saham yang diperdagangkan, 483 saham turun, 224 saham naik, dan 251 saham stagnan. Tren ini menunjukkan bahwa tekanan jual lebih dominan dibandingkan minat beli, terutama di sektor yang sensitif terhadap harga komoditas global.
Saham Komoditas Memimpin Pelemahan
Saham-saham komoditas mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Beberapa saham unggulan mencatat penurunan sebagai berikut:
NCKL (PT Trimegah Bangun Persada Tbk.) turun 6,42 % menjadi Rp1.240.
INCO (PT Vale Indonesia Tbk.) melemah 6,23 % ke Rp6.025.
BREN (PT Barito Renewables Energy Tbk.) turun 5,73 % menjadi Rp6.575.
Penurunan ini membuat IHSG kehilangan sebagian kenaikan dari sesi sebelumnya, sekaligus menandai sentimen hati-hati investor di pasar saham domestik.
Beberapa Saham Masih Mencatat Penguatan
Di sisi lain, investor tetap memburu saham dengan prospek fundamental kuat. Saham yang menguat antara lain:
ADRO (PT Alamtri Resources Indonesia Tbk.) naik 6,38 % ke Rp2.500.
AADI (PT Adaro Andalan Indonesia Tbk.) menguat 5,71 % menjadi Rp10.175.
ITMG (PT Indo Tambangraya Megah Tbk.) naik 5,62 % ke Rp27.725.
Sektor konsumen juga menarik minat beli, termasuk ISAT, ICBP, dan PGAS, yang masing-masing mencatat penguatan moderat.
Hal ini menunjukkan bahwa meski tekanan jual cukup besar, investor tetap selektif dan fokus pada saham unggulan dengan fundamental kuat.
Sentimen Pasar Masih Terbatas
Tekanan di IHSG dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik. Investor menyesuaikan portofolio karena ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga komoditas. Selain itu, investor bersikap hati-hati menjelang libur panjang, sehingga aktivitas jual beli berlangsung terbatas.
Sejumlah analis memperkirakan IHSG akan bergerak sideways hingga koreksi ringan pada perdagangan Jumat (13/3/2026), dengan support di kisaran 7.300–7.350 poin.(*)









