GAME,JS- Pertandingan panas tersaji pada pekan kedua MPL Indonesia Season 17 ketika Team Liquid Indonesia berhadapan dengan rival klasik mereka, RRQ Hoshi, Minggu (5/4/2026). Laga yang dinanti jutaan penggemar esports ini justru berakhir di luar prediksi.
Alih-alih berlangsung sengit, pertandingan berakhir timpang. Team Liquid ID tampil sangat dominan dan menutup laga dengan kemenangan clean sweep 2-0 tanpa balas. Hasil ini sekaligus memperpanjang tren positif TLID di awal musim dan memperdalam tekanan bagi RRQ Hoshi yang masih mencari performa terbaik.
Game Pertama: TLID Langsung Tancap Gas Sejak Early Game
Sejak menit awal pertandingan, Team Liquid Indonesia langsung mengontrol tempo permainan. Mereka tidak memberi ruang bagi RRQ untuk berkembang.
Rotasi cepat, penguasaan map yang disiplin, serta eksekusi objektif yang rapi menjadi kunci utama keunggulan TLID. Mereka memanfaatkan setiap celah kecil yang ditinggalkan RRQ untuk menciptakan tekanan.
Di sisi lain, RRQ Hoshi sebenarnya mencoba melawan. Namun, koordinasi yang kurang solid membuat mereka kesulitan keluar dari tekanan.
Transisi permainan TLID dari early ke mid game berjalan mulus. Mereka berhasil menjaga keunggulan hingga akhirnya menutup game pertama dengan kemenangan yang cukup meyakinkan.
Game Kedua: Dominasi Total, RRQ Tak Berkutik
Memasuki game kedua, intensitas permainan tidak menurun. Sebaliknya, Team Liquid ID justru tampil semakin agresif.
Mereka terus menekan sejak awal, memaksa RRQ bermain defensif sepanjang pertandingan. Hasilnya, dominasi TLID terlihat jelas dari statistik akhir:
- Kill: 22 vs 16
- Durasi: 18 menit 1 detik
- Gold: 56.000 vs 54.400
- Damage turret: 24.206 vs 12.424
Kontrol objektif menjadi pembeda utama. TLID mengamankan turtle, lord, dan turret secara konsisten.
Selain itu, mereka mampu membaca pergerakan RRQ dengan sangat baik. Setiap upaya rotasi RRQ selalu berhasil dipatahkan. Akibatnya, RRQ kehilangan momentum dan tidak mampu melakukan comeback.
Akhirnya, TLID kembali menutup game kedua dengan kemenangan dan memastikan skor akhir 2-0.
Analisis: RRQ Hoshi Kehabisan Strategi?
Meski kalah, performa individu pemain RRQ sebenarnya tidak buruk. Beberapa pemain bahkan mencatat statistik cukup impresif.
- Kuroky mencatat damage tertinggi: 232.091 (Moskov)
- SuperDann mencatat damage taken: 132.868 (X.Borg)
Namun demikian, performa tim secara keseluruhan belum maksimal. Koordinasi yang kurang rapi membuat RRQ kesulitan menghadapi tekanan tinggi dari TLID.
Selain itu, komunikasi tim terlihat belum stabil, terutama saat menghadapi situasi team fight dan perebutan objektif penting.
Pelatih RRQ, Khezcute, mengakui bahwa timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Ia menyoroti perbedaan performa antara sesi latihan (scrim) dan pertandingan resmi di panggung.
Kondisi ini menjadi sinyal serius bagi RRQ Hoshi. Jika tidak segera berbenah, peluang mereka untuk bersaing di papan atas MPL Indonesia Season 17 bisa semakin menipis.
Performa TLID: Kombinasi Individu dan Kekompakan Tim
Di sisi lain, kemenangan TLID tidak datang secara kebetulan. Mereka menunjukkan kombinasi sempurna antara skill individu dan kerja sama tim.
Beberapa pemain tampil menonjol dalam pertandingan ini:
- Aran menjadi damage dealer utama dengan total 276.031 damage (Roger)
- Lyoni tampil kokoh sebagai tank dengan damage taken 186.444 (Gloo)
- Drchel mencatat partisipasi team fight tertinggi hingga 82%
Ketiga pemain tersebut menjadi tulang punggung kemenangan TLID. Selain itu, strategi draft pick yang tepat juga membantu mereka mendominasi permainan.
Lebih lanjut, komunikasi tim TLID terlihat jauh lebih matang. Mereka mampu mengambil keputusan cepat dalam situasi krusial, sesuatu yang menjadi pembeda utama di level kompetitif tinggi.
Dampak Kemenangan: TLID Makin Kokoh, RRQ Tertekan
Kemenangan ini membawa dampak besar bagi klasemen sementara MPL ID S17. Team Liquid Indonesia semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu kandidat kuat juara musim ini.
Konsistensi performa menjadi modal penting bagi TLID untuk melangkah lebih jauh. Jika mampu mempertahankan permainan seperti ini, peluang mereka menembus grand final semakin terbuka lebar.
Sebaliknya, RRQ Hoshi menghadapi tekanan besar. Mereka harus segera menemukan solusi untuk memperbaiki koordinasi tim dan meningkatkan performa di pertandingan berikutnya.
Kesimpulan: Persaingan MPL ID S17 Semakin Panas
Hasil pertandingan ini menegaskan bahwa persaingan di MPL Indonesia Season 17 semakin ketat dan dinamis.
Team Liquid ID tampil sebagai tim yang siap bersaing di papan atas, sementara RRQ Hoshi harus bekerja keras untuk bangkit dari keterpurukan.
Dengan performa tim yang terus berubah setiap pekan, kompetisi ini dipastikan akan semakin menarik untuk diikuti oleh para penggemar esports di Indonesia.(*)









