Biaya Shopee dan TikTok Shop Makin Mahal? Brand Lokal Ramai Tinggalkan Marketplace, UMKM Mulai Pilih Jualan Mandiri

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi brand lokal tinggalkan marketplace

Ilustrasi brand lokal tinggalkan marketplace

TEKNOLOGI,JS- Gelombang baru mulai muncul di industri perdagangan digital Indonesia. Sejumlah brand lokal kini mengurangi ketergantungan terhadap marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop karena biaya layanan platform terus meningkat.

Fenomena ini memicu perubahan besar dalam strategi bisnis online para pelaku usaha, terutama UMKM dan merek lokal yang sebelumnya mengandalkan marketplace sebagai sumber utama penjualan.

Kini banyak pelaku usaha mulai membangun website sendiri, memperkuat social commerce, memanfaatkan live shopping, hingga membuka jalur penjualan langsung ke konsumen atau direct-to-consumer (D2C).

Perubahan strategi tersebut sekaligus membuka babak baru persaingan bisnis digital di Indonesia.

Brand Lokal Mulai Fokus Bangun Kanal Penjualan Sendiri

Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia Budi Primawan menilai tren ini muncul seiring berkembangnya pola perdagangan hybrid commerce atau omnichannel.

Menurutnya, brand lokal kini tidak lagi hanya bergantung pada marketplace untuk menjangkau konsumen.

Pelaku usaha mulai mengombinasikan berbagai kanal penjualan sekaligus, mulai dari website resmi, media sosial, live commerce, chat commerce, hingga toko offline.

Strategi tersebut memberi kontrol lebih besar terhadap data pelanggan, margin keuntungan, hingga pengalaman belanja konsumen.

Selain itu, banyak seller mulai menghitung ulang biaya operasional di marketplace yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Biaya admin, biaya layanan, biaya iklan, komisi penjualan, hingga potongan promo membuat margin keuntungan seller semakin menipis.

Kondisi itu paling terasa bagi UMKM dan brand lokal yang memiliki margin produk relatif kecil.

Di sisi lain, persaingan harga di marketplace juga semakin agresif sehingga seller harus terus memberikan diskon demi mempertahankan penjualan.

Akibatnya, banyak pelaku usaha mulai mencari jalur alternatif yang lebih menguntungkan.

Marketplace Masih Punya Peran Besar di Indonesia

Meski demikian, marketplace tetap memiliki posisi penting dalam ekosistem perdagangan digital nasional.

Platform seperti Shopee dan TikTok Shop masih menyediakan lalu lintas konsumen yang sangat besar, sistem pembayaran terintegrasi, logistik cepat, hingga perlindungan transaksi.

Bagi UMKM baru, marketplace masih menjadi pintu utama untuk menjangkau pasar nasional tanpa modal besar.

Marketplace juga mempermudah seller dalam mengelola pengiriman, pembayaran, serta promosi produk secara otomatis.

Karena itu, sebagian besar brand belum sepenuhnya meninggalkan marketplace.

Mayoritas pelaku usaha justru mulai menerapkan strategi multichannel agar bisnis tetap stabil.

Mereka tetap berjualan di marketplace sambil membangun website dan kanal penjualan mandiri secara bertahap.

Strategi ini membantu brand menjaga arus penjualan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu platform saja.

Baca Juga :  Kabar Baik Seller Online! Pemerintah Siapkan Aturan Baru untuk TikTok Shop dan Shopee

Biaya Marketplace Jadi Beban Baru Seller

Meningkatnya biaya platform kini menjadi topik hangat di kalangan seller online Indonesia.

Banyak penjual mengeluhkan tingginya biaya administrasi dan komisi yang terus bertambah.

Seller juga harus mengeluarkan anggaran besar untuk iklan agar produk tetap muncul di halaman pencarian marketplace.

Tanpa iklan, produk semakin sulit bersaing karena persaingan antar seller makin ketat.

Selain itu, sistem perang harga membuat margin keuntungan semakin tertekan.

Banyak seller akhirnya memilih menaikkan harga produk atau mengurangi keuntungan demi bertahan.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan bisnis UMKM.

Brand lokal yang memiliki basis pelanggan loyal akhirnya mulai memanfaatkan media sosial dan website sendiri untuk mengurangi biaya operasional.

Langkah tersebut sekaligus membantu brand membangun identitas yang lebih kuat di luar marketplace.

Kemendag Pastikan Transaksi Digital Tetap Tumbuh

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menilai perpindahan seller dari marketplace tidak akan menghambat pertumbuhan transaksi digital nasional.

Menurutnya, perkembangan e-commerce Indonesia dipengaruhi banyak faktor, bukan hanya migrasi seller dari platform tertentu.

Iqbal mengatakan pelaku usaha akan memilih kanal penjualan yang paling efisien dan menguntungkan sesuai kebutuhan bisnis masing-masing.

Karena itu, pemerintah terus mendorong keseimbangan antara keberlanjutan bisnis platform dan kemampuan seller untuk berkembang sehat.

Kemendag juga aktif berkoordinasi dengan marketplace dan pemangku kepentingan lain untuk menjaga ekosistem digital tetap kompetitif.

Pemerintah ingin memastikan platform digital tetap inovatif tanpa membebani UMKM secara berlebihan.

Baca Juga :  Rahasia TikTok Shop Seller Center 2026, Seller Pemula Bisa Raup Cuan Jutaan per Hari

Selain itu, pemerintah terus menekankan pentingnya transparansi biaya dan praktik usaha yang adil.

Langkah tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara platform, sektor logistik, dan pelaku usaha lokal.

Tren Omnichannel Jadi Strategi Baru UMKM

Tren omnichannel kini menjadi strategi utama banyak brand lokal Indonesia.

Melalui pendekatan ini, pelaku usaha memanfaatkan banyak kanal penjualan sekaligus agar bisnis lebih fleksibel dan tahan terhadap perubahan pasar.

Konsumen modern juga mulai terbiasa berbelanja melalui berbagai platform.

Mereka bisa menemukan produk lewat media sosial, melihat review di marketplace, lalu melakukan pembelian langsung melalui website resmi brand.

Perubahan perilaku konsumen tersebut membuat brand harus lebih adaptif.

Selain meningkatkan keuntungan, strategi omnichannel juga membantu pelaku usaha membangun hubungan langsung dengan pelanggan.

Brand dapat mengumpulkan data konsumen, menjalankan program loyalitas, hingga melakukan pemasaran ulang secara lebih efektif.

Hal tersebut sulit dilakukan jika seluruh transaksi hanya bergantung pada marketplace.

Website Sendiri Mulai Jadi Pilihan Brand Lokal

Banyak brand lokal kini mulai serius membangun website resmi sebagai pusat penjualan utama.

Selain mengurangi potongan biaya platform, website sendiri memberi keleluasaan dalam mengatur tampilan toko, strategi promosi, hingga pengalaman pelanggan.

Brand juga bisa menentukan sistem diskon tanpa terikat aturan marketplace.

Selain itu, website membantu meningkatkan kredibilitas bisnis di mata konsumen.

Dalam jangka panjang, kepemilikan kanal penjualan mandiri memberi aset digital yang sangat penting bagi pertumbuhan bisnis.

Meski demikian, membangun website tetap membutuhkan strategi pemasaran yang kuat.

Brand harus aktif menarik trafik melalui media sosial, SEO, iklan digital, hingga kolaborasi influencer.

Tanpa strategi pemasaran yang tepat, website sulit bersaing dengan marketplace yang sudah memiliki jutaan pengguna aktif.

Baca Juga :  Shopee Affiliate Program 2026: Cara Dapat Komisi Besar dari Internet, Cocok untuk Pemula Tanpa Modal

Persaingan E-Commerce Indonesia Makin Ketat

Industri e-commerce Indonesia diperkirakan tetap tumbuh pesat pada 2026.

Namun persaingan antar platform dan seller diprediksi semakin agresif.

Marketplace akan terus berlomba menghadirkan fitur baru, mempercepat logistik, dan meningkatkan layanan live commerce.

Sementara itu, brand lokal mulai fokus membangun komunitas pelanggan sendiri agar tidak sepenuhnya bergantung pada algoritma marketplace.

Fenomena ini menunjukkan industri perdagangan digital Indonesia sedang memasuki fase yang lebih matang.

Pelaku usaha kini tidak lagi hanya mengejar trafik besar, tetapi juga mempertimbangkan profitabilitas dan keberlanjutan bisnis.

Bagi konsumen, perubahan tersebut justru membuka lebih banyak pilihan cara berbelanja.

Konsumen bisa membeli produk lewat marketplace, media sosial, live streaming, hingga website resmi brand secara langsung.

Kesimpulan

Fenomena hengkangnya sejumlah brand lokal dari marketplace bukan berarti industri e-commerce Indonesia melemah.

Sebaliknya, tren ini menunjukkan pelaku usaha mulai mencari model bisnis digital yang lebih sehat dan menguntungkan.

Marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop tetap memiliki peran besar dalam perdagangan online nasional.

Namun brand lokal kini semakin sadar pentingnya membangun kanal penjualan mandiri agar bisnis lebih stabil dalam jangka panjang.

Tren omnichannel dan hybrid commerce diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Pelaku usaha yang mampu memadukan marketplace, media sosial, website, dan penjualan langsung kemungkinan akan lebih unggul menghadapi persaingan digital yang semakin ketat.(*)

Berita Terkait

Harga Emas Pecah Rekor Rp75 Juta, Haruskah Dana Pensiun Dipindahkan ke Emas?
WhatsApp Uji Fitur Pesan Hilang Otomatis di iPhone, Chat Langsung Terhapus Setelah Dibaca!
Rupiah Jebol Rp17.700 per Dolar AS, BI Terdesak Naikkan Suku Bunga? Investor Mulai Panik
Cara Upgrade GoPay Plus Terbaru 2026, Limit Saldo Naik Rp20 Juta dan Bisa Transfer ke Bank
Banyak Dicari Warga RI, Benarkah Ada Pinjol Tanpa Cek SLIK OJK? Ini Fakta Lengkapnya
Investor Mulai ‘Berburu’, Berikut Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 Mei 2026
5 HP 5 Jutaan Terbaik 2026, Spek Dewa Harga Murah! Kamera 200MP dan RAM 12GB Jadi Rebutan
Pinjol Resmi OJK 2026 Paling Aman dan Cepat Cair, Limit Hingga Rp500 Juta Bisa Cair 15 Menit
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:09 WIB

Biaya Shopee dan TikTok Shop Makin Mahal? Brand Lokal Ramai Tinggalkan Marketplace, UMKM Mulai Pilih Jualan Mandiri

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:03 WIB

Harga Emas Pecah Rekor Rp75 Juta, Haruskah Dana Pensiun Dipindahkan ke Emas?

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:02 WIB

WhatsApp Uji Fitur Pesan Hilang Otomatis di iPhone, Chat Langsung Terhapus Setelah Dibaca!

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:01 WIB

Rupiah Jebol Rp17.700 per Dolar AS, BI Terdesak Naikkan Suku Bunga? Investor Mulai Panik

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:02 WIB

Cara Upgrade GoPay Plus Terbaru 2026, Limit Saldo Naik Rp20 Juta dan Bisa Transfer ke Bank

Berita Terbaru