BISNIS,JS- Deposito bank kembali menarik perhatian masyarakat Indonesia pada September 2026. Produk simpanan berjangka ini menjadi pilihan bagi nasabah yang ingin memperoleh bunga dari dana yang tersimpan tanpa menghadapi fluktuasi harga seperti pada sejumlah instrumen investasi lainnya.
Memasuki minggu kedua September 2026, persaingan deposit interest rate atau suku bunga deposito antarbank masih menarik untuk diperhatikan. Bank besar seperti BRI, BNI, Bank Mandiri, BCA, dan BTN menawarkan tingkat bunga yang berbeda berdasarkan tenor dan ketentuan simpanan.
Perbedaan bunga memang terlihat tipis. Namun, bagi nasabah yang menempatkan dana dalam jumlah besar, selisih beberapa basis poin dapat memengaruhi nilai bunga yang diterima hingga deposito jatuh tempo.
Karena itu, calon deposan sebaiknya tidak hanya melihat angka bunga tertinggi. Nasabah juga perlu memperhatikan tenor, pajak bunga deposito, ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo, layanan digital, serta status penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Daftar Bunga Deposito Bank September 2026
Berdasarkan data yang dirangkum dari informasi resmi perbankan dan PIPU OJK, berikut gambaran suku bunga deposito rupiah untuk simpanan di bawah Rp2 miliar.
Bank- 1 Bulan- 3 Bulan- 6 Bulan- 12 Bulan
- BRI- 2,50%- 2,75%- 2,75%- 2,50%
- BNI- 2,25%- 2,50%- 3,00%- 2,50%
- Mandiri- 2,25%- 2,50%- 2,75%- 2,50%
- BCA- 2,50%- 3,00%- 3,00%- 3,00%
- BTN- 2,00%- 2,50%- 2,75%-2,50%
Catatan: angka di atas mengikuti data yang menjadi dasar artikel untuk simpanan di bawah Rp2 miliar. Nasabah perlu mengecek kembali tingkat bunga dan ketentuan terbaru sebelum membuka deposito karena bank dapat mengubah suku bunga sesuai kebijakan yang berlaku.
Dari tabel tersebut, BCA terlihat paling agresif pada tenor 3, 6, dan 12 bulan dengan bunga 3,00% per tahun. Sementara itu, BNI juga menawarkan bunga 3,00% untuk tenor enam bulan.
BRI berada di level 2,75% untuk tenor tiga dan enam bulan. Mandiri serta BTN menawarkan bunga 2,75% untuk tenor enam bulan.
Untuk tenor satu bulan, BRI dan BCA berada di angka 2,50% per tahun. BNI dan Mandiri menawarkan 2,25%, sedangkan BTN berada di 2,00%.
BCA Menarik untuk Deposito Tenor Panjang
Jika tujuan utama nasabah adalah mencari high deposit interest rate pada tenor lebih panjang, BCA menjadi salah satu bank yang patut diperhitungkan berdasarkan tabel September 2026.
BCA menawarkan bunga 3,00% per tahun untuk deposito tenor tiga, enam, dan 12 bulan.
Keunggulan tersebut membuat BCA menarik bagi nasabah yang tidak membutuhkan dana dalam waktu dekat.
Namun, bunga tinggi bukan satu-satunya pertimbangan. Nasabah tetap perlu menghitung net return setelah memperhitungkan pajak bunga deposito.
Sebagai contoh sederhana, seseorang menempatkan dana Rp100 juta dalam deposito dengan bunga 3% per tahun. Secara bruto, bunga setahun mencapai sekitar Rp3 juta.
Akan tetapi, jumlah yang masuk ke rekening tidak otomatis mencapai Rp3 juta karena terdapat pajak atas bunga deposito sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Dengan demikian, calon deposan sebaiknya membandingkan bunga bruto dan bunga bersih sebelum mengambil keputusan.
BNI Menawarkan Bunga 3% untuk Tenor Enam Bulan
BNI juga menarik perhatian pada tenor enam bulan. Berdasarkan data dalam artikel ini, BNI menawarkan bunga deposito sebesar 3,00% per tahun.
Angka tersebut menyamai penawaran BCA untuk tenor enam bulan.
Bagi nasabah yang ingin menyimpan dana selama setengah tahun, pilihan ini dapat masuk dalam daftar perbandingan. Terlebih lagi, tenor enam bulan memberikan kompromi antara fleksibilitas dan potensi bunga.
Namun, nasabah perlu memastikan apakah terdapat persyaratan khusus berdasarkan nominal dana, kanal pembukaan deposito, atau jenis produk yang dipilih.
BRI Masih Kompetitif di Tenor 3 dan 6 Bulan
BRI menawarkan bunga 2,75% per tahun untuk tenor tiga dan enam bulan berdasarkan data yang menjadi dasar artikel ini.
Posisi tersebut membuat BRI tetap kompetitif dalam persaingan deposito bank besar.
BRI juga memiliki jaringan layanan yang luas dan berbagai kanal digital. Faktor tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi nasabah yang menginginkan kemudahan dalam mengelola simpanan.
Meski begitu, calon deposan tetap perlu membandingkan bunga BRI dengan bank lain sebelum menempatkan dana.
Selisih bunga 0,25% atau 0,50% memang terlihat kecil. Akan tetapi, semakin besar dana yang ditempatkan, semakin besar pula perbedaan nominal bunga secara rupiah.
Mandiri Tawarkan Bunga hingga 2,75%
Bank Mandiri menawarkan bunga deposito sebesar 2,25% untuk tenor satu bulan, 2,50% untuk tenor tiga bulan, 2,75% untuk tenor enam bulan, dan 2,50% untuk tenor 12 bulan berdasarkan data yang digunakan dalam artikel ini.
Struktur tersebut menunjukkan bahwa nasabah yang memilih tenor enam bulan memperoleh tingkat bunga lebih tinggi dibandingkan tenor satu, tiga, dan 12 bulan.
Karena itu, nasabah yang tidak membutuhkan dana dalam jangka enam bulan dapat memasukkan deposito Mandiri dalam perbandingan.
Selain bunga, nasabah juga dapat mempertimbangkan kemudahan pembukaan deposito melalui layanan digital dan akses perbankan yang tersedia.
BTN Menjadi Alternatif untuk Nasabah Deposito
BTN menawarkan bunga deposito yang berada pada kisaran 2,00% hingga 2,75% per tahun berdasarkan tenor dalam tabel.
Tenor satu bulan mencatat bunga 2,00%, sedangkan tenor tiga bulan berada pada 2,50%. Untuk tenor enam bulan, bunga mencapai 2,75%.
Pada tenor 12 bulan, bunga kembali berada di 2,50%.
Dengan struktur tersebut, tenor enam bulan menjadi salah satu pilihan yang menarik bagi nasabah BTN yang ingin mengejar bunga lebih tinggi dalam daftar tersebut.
Jangan Hanya Mengejar Bunga Deposito Tertinggi
Mencari best bank for fixed deposit tidak cukup hanya dengan membandingkan angka bunga.
Ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan.
1. Hitung Bunga Bersih
Bunga deposito yang tercantum bank biasanya merupakan bunga tahunan atau per annum (p.a.).
Nasabah perlu menghitung pajak agar mengetahui keuntungan bersih yang sebenarnya.
Rumus sederhananya:
- Bunga bruto = dana deposito × suku bunga × periode
Setelah itu, nasabah dapat memperhitungkan pajak sesuai aturan yang berlaku.
2. Perhatikan Tenor
Deposito memiliki jangka waktu tertentu.
Bank biasanya menyediakan beberapa pilihan, mulai dari satu bulan hingga 12 bulan atau lebih, tergantung produk.
Semakin panjang tenor, belum tentu selalu menghasilkan bunga paling tinggi. Karena itu, nasabah harus melihat tabel bunga secara keseluruhan.
3. Cek Penalti Pencairan Dini
Nasabah yang mencairkan deposito sebelum jatuh tempo dapat menghadapi konsekuensi tertentu sesuai ketentuan bank.
Karena itu, jangan menempatkan seluruh dana darurat ke deposito berjangka.
Dana untuk kebutuhan mendadak sebaiknya tetap berada pada instrumen yang lebih likuid.
4. Perhatikan Penjaminan LPS
LPS menjamin simpanan nasabah hingga batas tertentu sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam konteks yang digunakan pada artikel ini, batas penjaminan mencapai Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan tetap memperhatikan seluruh persyaratan penjaminan LPS.
Nasabah juga perlu memperhatikan ketentuan mengenai tingkat bunga penjaminan LPS.
Jika tingkat bunga yang diterima melebihi tingkat bunga penjaminan LPS yang berlaku, simpanan dapat menghadapi risiko tidak masuk dalam cakupan penjaminan.
Karena itu, jangan hanya melihat tawaran bunga tinggi.
Simulasi Deposito Rp100 Juta dengan Bunga 3%
Agar lebih mudah memahami perbedaannya, berikut contoh sederhana.
Misalnya nasabah menempatkan Rp100 juta selama satu tahun dengan bunga 3% per tahun.
Perhitungan bunga bruto:
- Rp100.000.000 × 3% = Rp3.000.000
Artinya, secara bruto bunga mencapai Rp3 juta selama satu tahun.
Namun, angka tersebut belum memperhitungkan pajak.
Karena itu, nasabah perlu menggunakan perhitungan bunga bersih untuk mengetahui hasil akhir yang lebih realistis.
Simulasi tersebut hanya contoh perhitungan dan bukan jaminan hasil investasi.
Bunga Deposito September 2026 Bisa Berubah
Suku bunga deposito bukan angka yang selalu tetap sepanjang tahun.
Bank dapat menyesuaikan bunga berdasarkan kondisi pasar, kebijakan moneter, strategi penghimpunan dana, serta kebijakan internal.
Karena itu, tabel dalam artikel ini sebaiknya menjadi bahan perbandingan awal.
Sebelum membuka deposito, calon nasabah perlu melakukan pengecekan ulang pada situs resmi bank, kantor cabang, aplikasi perbankan, atau kanal layanan resmi masing-masing bank.(*)










