Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Kerinci, Warga Khawatir Bencana Susulan Terjadi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Tanjung Pauh mudik saat membersihkan pasca diterjang banjir

Warga Tanjung Pauh mudik saat membersihkan pasca diterjang banjir

KERINCI,JS- Banjir bandang yang menerjang wilayah Tanjung Pauh Mudik dan Tanjung Pauh Hilir, Kabupaten Kerinci, meninggalkan kerusakan dan lumpur di sejumlah rumah warga. Setelah debit air mulai surut, masyarakat langsung bergerak membersihkan rumah, perabotan, serta akses lingkungan yang sebelumnya tertutup material banjir.

Aktivitas gotong royong terlihat sejak pagi. Warga saling membantu membersihkan lumpur, mengangkat barang yang rusak, hingga memperbaiki saluran air yang tersumbat akibat material kayu dan tanah dari kawasan perbukitan.

Pemerintah Kabupaten Kerinci juga bergerak cepat dengan menurunkan alat berat ke lokasi terdampak. Petugas melakukan normalisasi drainase dan membersihkan material yang menghambat aliran air agar banjir susulan tidak kembali terjadi.

Salah seorang warga Desa Tanjung Pauh Hilir, Bara, mengatakan masyarakat kini fokus membersihkan rumah dan memulihkan kondisi lingkungan pascabanjir.

Menurutnya, bantuan dari pemerintah daerah sangat membantu warga yang masih kesulitan membersihkan sisa material banjir.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci yang sudah menurunkan alat berat untuk membersihkan drainase dan membantu warga. Kami berharap ada solusi permanen supaya banjir seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Alat Berat Pemkab Kerinci Standby di Lokasi Banjir

Pemerintah Kabupaten Kerinci menyiagakan alat berat di sejumlah titik terdampak banjir bandang. Langkah tersebut bertujuan mempercepat proses pembersihan drainase serta membuka jalur air yang tertutup longsoran tanah dan material kayu.

Petugas gabungan juga terus memantau kondisi cuaca mengingat intensitas hujan di wilayah pegunungan Kerinci masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Normalisasi drainase menjadi langkah penting karena saluran air di kawasan terdampak sebelumnya tidak mampu menampung debit air yang datang secara mendadak dari arah bukit Tanjung Pauh Mudik.

Selain membersihkan saluran air, pemerintah daerah juga melakukan pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang.

Warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Kronologi Banjir Bandang di Tanjung Pauh Kerinci

Banjir bandang terjadi secara tiba-tiba setelah hujan deras mengguyur kawasan perbukitan di wilayah Tanjung Pauh Mudik. Air bercampur lumpur dan material kayu mengalir deras menuju permukiman warga.

Derasnya arus membuat warga panik karena banjir datang dalam waktu singkat. Sebagian warga bahkan tidak sempat menyelamatkan perabotan rumah tangga mereka.

Banjir tersebut menerjang sedikitnya lima desa, termasuk Tanjung Pauh Mudik dan Tanjung Pauh Hilir. Air masuk ke rumah-rumah warga dan merendam sejumlah fasilitas lingkungan.

Material lumpur yang terbawa arus juga menyebabkan drainase tersumbat sehingga genangan bertahan cukup lama di beberapa titik.

Beruntung, warga bersama aparat bergerak cepat sehingga proses evakuasi dan pembersihan dapat dilakukan lebih cepat.

Penyebab Banjir Bandang Diduga Karena Luapan Air dari Perbukitan

Sejumlah warga menduga banjir bandang dipicu tingginya curah hujan di kawasan perbukitan sekitar Tanjung Pauh Mudik. Debit air yang meningkat drastis membuat aliran sungai kecil dan drainase tidak mampu menampung volume air.

Kondisi saluran air yang menyempit juga memperparah situasi. Material kayu dan lumpur dari bukit menutup drainase sehingga air meluap ke permukiman warga.

Selain faktor cuaca ekstrem, masyarakat berharap pemerintah mengevaluasi kondisi tata ruang dan sistem drainase di wilayah rawan banjir.

Warga meminta adanya pengerukan drainase secara berkala serta pembangunan sistem pengendali banjir yang lebih maksimal.

Baca Juga :  70 Desa di Kerinci Resmi Go Digital, Urus Surat Kini Tak Perlu Antre Lama

Dampak Ekonomi Banjir Bandang bagi Warga Kerinci

Banjir bandang tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga memukul aktivitas ekonomi masyarakat. Banyak perabotan rumah tangga rusak akibat terendam air bercampur lumpur.

Sebagian warga juga kehilangan stok barang dagangan dan hasil pertanian yang sebelumnya disimpan di rumah.

Kondisi tersebut tentu menambah beban masyarakat, terutama bagi keluarga yang menggantungkan penghasilan harian dari usaha kecil dan pertanian.

Di sisi lain, proses pemulihan membutuhkan biaya besar karena warga harus membersihkan rumah, memperbaiki bangunan, hingga mengganti barang yang rusak.

Karena itu, masyarakat berharap adanya bantuan lanjutan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait agar proses pemulihan ekonomi berjalan lebih cepat.

Warga Minta Solusi Permanen untuk Cegah Banjir Susulan

Masyarakat Tanjung Pauh berharap pemerintah segera menghadirkan solusi jangka panjang untuk mengatasi ancaman banjir bandang.

Warga menilai normalisasi drainase memang membantu dalam jangka pendek, namun langkah tersebut belum cukup jika hujan deras kembali terjadi.

Beberapa warga mengusulkan pembangunan tanggul penahan air, pelebaran drainase, hingga penghijauan kembali kawasan perbukitan yang rawan longsor.

Selain itu, masyarakat meminta pemerintah meningkatkan sistem peringatan dini agar warga bisa lebih siap menghadapi potensi banjir susulan.

Langkah mitigasi bencana dinilai sangat penting mengingat wilayah Kerinci termasuk kawasan dengan curah hujan tinggi.

Cuaca Ekstrem dan Risiko Bencana Alam di Indonesia

Fenomena cuaca ekstrem belakangan semakin sering terjadi di berbagai daerah Indonesia. Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu banjir bandang, longsor, hingga kerusakan infrastruktur.

Wilayah yang berada di dekat perbukitan dan aliran sungai memiliki risiko lebih besar terhadap bencana hidrometeorologi.

Karena itu, pemerintah daerah bersama masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat sistem mitigasi bencana.

Pembersihan drainase, pengawasan kawasan hutan, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak bencana di masa depan.

Upaya Gotong Royong Jadi Kekuatan Warga Pascabencana

Di tengah situasi sulit, semangat gotong royong masyarakat Tanjung Pauh menjadi kekuatan utama dalam proses pemulihan pascabanjir.

Warga saling membantu membersihkan rumah, mengangkat lumpur, hingga mendistribusikan bantuan kepada keluarga terdampak.

Kebersamaan tersebut menunjukkan solidaritas masyarakat masih sangat kuat ketika menghadapi bencana alam.

Masyarakat berharap kondisi segera pulih sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali normal dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Curhat ASN PPPK Paruh Waktu Kerinci: Status Naik, Tapi Penghasilan Malah Bikin Pusing

FAQ

Apa penyebab banjir bandang di Tanjung Pauh Kerinci?

Banjir diduga dipicu hujan deras di kawasan perbukitan Tanjung Pauh Mudik yang menyebabkan debit air meningkat drastis dan meluap ke permukiman warga.

Desa mana saja yang terdampak banjir bandang?

Sedikitnya lima desa terdampak banjir, termasuk Desa Tanjung Pauh Mudik dan Tanjung Pauh Hilir di Kabupaten Kerinci.

Apa langkah yang dilakukan Pemkab Kerinci?

Pemerintah Kabupaten Kerinci menurunkan alat berat untuk membersihkan drainase, mengangkat material banjir, dan melakukan normalisasi saluran air.

Apakah ada korban jiwa akibat banjir bandang?

Hingga saat ini, fokus utama masih pada pembersihan rumah warga dan pemulihan lingkungan pascabanjir.

Apa harapan warga setelah banjir?

Warga berharap pemerintah menghadirkan solusi permanen seperti perbaikan drainase, pembangunan pengendali banjir, dan mitigasi bencana agar banjir tidak terulang.

Kesimpulan

Banjir bandang yang menerjang wilayah Tanjung Pauh Mudik dan Tanjung Pauh Hilir menjadi pengingat penting tentang tingginya risiko bencana hidrometeorologi di kawasan perbukitan Kerinci. Meski warga kini mulai bangkit dan membersihkan rumah masing-masing, masyarakat tetap berharap pemerintah menghadirkan solusi permanen agar bencana serupa tidak kembali terjadi.

Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Kerinci dengan menurunkan alat berat untuk normalisasi drainase mendapat apresiasi dari warga. Namun, upaya jangka panjang seperti perbaikan sistem drainase, mitigasi bencana, dan pengawasan kawasan perbukitan tetap menjadi kebutuhan utama demi menjaga keselamatan masyarakat.(TIM)

Berita Terkait

Listrik Kerinci Dipadamkan Bergilir Meski Punya PLTA 350 MW, Warga Minta PLN Utamakan Daerah Penghasil
Update Pencairan Dana Desa Kerinci, 56 Desa Ajukan Tahap II, 11 Desa Belum Cair Tahap I
Bank Jambi Belum Normal, Usulan Terpendam ; ASN Usul Gaji Dialihkan ke Bank Lain
DPRD Tanjabtim Siap Fasilitasi Sengketa Lahan, Edi Mubarak: Jangan Diam Jika Hak Tanah Dirugikan
Bupati Batang Hari Evaluasi Pendapatan Daerah 2026, Fadhil Arief Siapkan Strategi Baru Tingkatkan PAD
Resmi Jadi PNS, 24 ASN Baru IAIN Kerinci Ikuti Pelantikan Nasional Kemenag
Pemprov Jambi Rem Rekrutmen CPNS 2026, Ribuan Tenaga Honorer Masih Menunggu Kepastian
Sempat Viral dan Tuai Sorotan, Gaji PPPK Nakes RSUD Abundjani Bangko Dipastikan Segera Cair
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:01 WIB

Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Kerinci, Warga Khawatir Bencana Susulan Terjadi

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:01 WIB

Listrik Kerinci Dipadamkan Bergilir Meski Punya PLTA 350 MW, Warga Minta PLN Utamakan Daerah Penghasil

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:02 WIB

Update Pencairan Dana Desa Kerinci, 56 Desa Ajukan Tahap II, 11 Desa Belum Cair Tahap I

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:04 WIB

Bank Jambi Belum Normal, Usulan Terpendam ; ASN Usul Gaji Dialihkan ke Bank Lain

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:02 WIB

DPRD Tanjabtim Siap Fasilitasi Sengketa Lahan, Edi Mubarak: Jangan Diam Jika Hak Tanah Dirugikan

Berita Terbaru