KERINCI,JS- Jalan penghubung Sungai Tutung menuju Pungut Mudik, Kabupaten Kerinci, mengalami longsor akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Material tanah dan bebatuan sempat menutup badan jalan sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
Namun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci bergerak cepat dengan menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor di lokasi kejadian.
Langkah cepat pemerintah daerah itu langsung mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga menilai respons cepat Dinas PUPR Kerinci sangat membantu pengguna jalan, terutama masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi dan mobilitas harian melalui jalur tersebut.
Selain warga, apresiasi juga datang dari Wakil Ketua DPRD Kerinci, Surmila. Ia menilai langkah sigap Dinas PUPR Kerinci menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani bencana dan menjaga akses transportasi masyarakat tetap aman.
Wakil Ketua DPRD Kerinci Apresiasi Respons Cepat PUPR
Surmila menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas PUPR Kerinci yang langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan longsor dari masyarakat.
Menurutnya, kecepatan penanganan sangat penting karena jalan Sungai Tutung–Pungut Mudik menjadi akses utama warga menuju sejumlah wilayah di Kecamatan Air Hangat Timur dan daerah Renah Pemetik.
“Terima kasih Dinas PUPR Kerinci yang telah menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor di jalan penghubung Sungai Tutung–Pungut Mudik hari ini,” ujar Surmila.
Ia juga berharap pemerintah daerah terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, terutama saat intensitas hujan tinggi melanda Kabupaten Kerinci dan wilayah Jambi secara umum.
Selain itu, Surmila meminta masyarakat tetap berhati-hati saat melintas di daerah rawan longsor karena kondisi cuaca masih berpotensi memicu pergerakan tanah.
PUPR Kerinci Fokus Buka Akses Jalan Warga
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kerinci, Maya Novefri, membenarkan kejadian longsor yang menutup akses jalan tersebut.
Ia mengatakan pihaknya langsung mengerahkan alat berat dan petugas lapangan setelah menerima laporan dari masyarakat dan pemerintah setempat.
Menurut Maya, jalur Sungai Tutung menuju Pungut Mudik memiliki peran penting karena menjadi penghubung aktivitas masyarakat di kawasan Air Hangat Timur hingga Renah Pemetik.
“Jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Kecamatan Air Hangat Timur dengan daerah Renah Pemetik, makanya kita cepat bergerak setelah mendapat laporan,” kata Maya Novefri.
Tidak hanya itu, tim PUPR Kerinci juga terus memantau kondisi di sekitar titik longsor untuk mengantisipasi longsor susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Longsor Ganggu Aktivitas Warga dan Distribusi Hasil Pertanian
Longsor di jalan Sungai Tutung–Pungut Mudik sempat menghambat aktivitas masyarakat. Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa melintas karena material tanah menutupi badan jalan.
Padahal, jalur tersebut menjadi akses penting bagi warga untuk membawa hasil pertanian, menuju pusat pelayanan kesehatan, hingga aktivitas pendidikan dan perdagangan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga melakukan langkah permanen untuk mencegah longsor kembali terjadi.
Beberapa warga meminta pembangunan drainase, penguatan tebing, dan normalisasi aliran air di sekitar lokasi rawan longsor agar kerusakan jalan tidak terus berulang setiap musim hujan datang.
Cuaca Ekstrem Tingkatkan Risiko Longsor di Kerinci
Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas hujan di Kabupaten Kerinci dan wilayah Provinsi Jambi meningkat cukup tinggi. Kondisi itu memicu sejumlah titik rawan longsor dan pohon tumbang di berbagai kawasan.
Selain mengganggu akses transportasi, longsor juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintas pada malam hari.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat bepergian, khususnya di jalur perbukitan dan daerah dengan kontur tanah labil.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan bencana berlangsung cepat dan efektif.
Infrastruktur Jalan Jadi Perhatian Utama Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Kerinci terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan demi mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Jika akses jalan terganggu akibat longsor atau bencana alam lainnya, distribusi hasil pertanian ikut terdampak dan berpotensi menurunkan pendapatan masyarakat.
Karena itu, langkah cepat Dinas PUPR Kerinci dalam menangani longsor mendapat perhatian positif dari masyarakat luas.
Selain mempercepat pembersihan material longsor, pemerintah juga diharapkan memperkuat sistem mitigasi bencana agar kerusakan infrastruktur bisa diminimalkan di masa mendatang.
Warga Berharap Penanganan Permanen Segera Dilakukan
Masyarakat pengguna jalan berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen di titik rawan longsor tersebut.
Warga menilai kondisi geografis Kerinci yang berbukit membuat risiko longsor selalu meningkat saat hujan deras mengguyur dalam waktu lama.
Respons cepat tersebut dinilai membantu masyarakat kembali beraktivitas normal tanpa harus menunggu terlalu lama.
Penanganan Cepat Longsor Jadi Bukti Respons Pemerintah
Kejadian longsor di jalan Sungai Tutung–Pungut Mudik kembali menunjukkan pentingnya respons cepat pemerintah daerah dalam menangani bencana alam.
Sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat menjadi faktor penting agar penanganan berjalan efektif dan akses warga segera pulih.
Dengan turunnya alat berat dari Dinas PUPR Kerinci, material longsor berhasil dibersihkan sehingga kendaraan kembali bisa melintas secara bertahap.(AN)









