Alfin dan Monadi Perkuat Sinergi, Penyatuan Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci Jadi Prioritas

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., bersama Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., menunjukkan komitmen kuat untuk mempererat persatuan masyarakat melalui penyatuan kelembagaan adat dalam wadah Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat peran adat dalam pembangunan daerah.

Komitmen tersebut lahir dalam pertemuan silaturahmi yang mempertemukan Pemerintah Kota Sungai Penuh, Pemerintah Kabupaten Kerinci, tokoh adat, ninik mamak, serta berbagai elemen masyarakat. Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Sungai Penuh pada Selasa malam.

Momentum ini tidak hanya mempererat hubungan antara pemerintah dan lembaga adat, tetapi juga membuka ruang dialog mengenai masa depan adat Kerinci di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan tantangan global.

Penyatuan Lembaga Adat Sakti Alam Kerinci menjadi salah satu agenda penting yang mendapat perhatian luas. Selama ini masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh memiliki akar budaya yang sama sehingga keberadaan satu wadah adat dinilai mampu memperkuat persatuan.

Baca Juga :  Kota Sungai Penuh Borong 3 Penghargaan Bergengsi HARGANAS 2026, Bukti Komitmen Bangun Keluarga Berkualitas

Wali Kota Alfin menegaskan bahwa adat merupakan jati diri masyarakat Kerinci. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap seluruh upaya pelestarian budaya.

Menurut Alfin, penyatuan kelembagaan adat bukan sekadar menyatukan organisasi, melainkan menyatukan semangat, nilai, serta komitmen seluruh masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.

“Momentum ini menjadi langkah penting untuk memperkuat persatuan masyarakat, menjaga nilai-nilai adat, sekaligus memperkokoh identitas budaya Kerinci,” ujarnya.

Adat Menjadi Fondasi Pembangunan Daerah

Alfin menjelaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Nilai budaya serta adat istiadat juga memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis.

Selain itu, pemerintah juga ingin mengembangkan Rumah Adat Empat Jenis sebagai pusat aktivitas budaya, pendidikan adat, hingga destinasi wisata budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.

Monadi: Budaya Harus Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman

Bupati Kerinci Monadi turut memberikan dukungan penuh terhadap penyatuan lembaga adat tersebut.

Menurutnya, masyarakat Kerinci memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Oleh sebab itu, seluruh pihak harus menjaga warisan tersebut agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman.

Monadi menilai sinergi antara pemerintah daerah dengan tokoh adat akan menghasilkan kebijakan yang lebih berpihak kepada pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Ia juga berharap generasi muda semakin mengenal sejarah, adat istiadat, bahasa daerah, serta filosofi kehidupan masyarakat Kerinci sehingga identitas budaya tetap terjaga.

Tokoh Adat Sampaikan Berbagai Gagasan

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Para tokoh adat, ninik mamak, pemangku adat, hingga tokoh masyarakat memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai gagasan mengenai penguatan kelembagaan adat.

Beragam usulan muncul, mulai dari peningkatan pendidikan adat, penyusunan program pelestarian budaya, revitalisasi rumah adat, hingga penguatan peran lembaga adat dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Metode 30 Menit Bisa Baca Al-Qur'an Diterapkan di Jambi, TP PKK Siapkan Generasi Qurani Sungai Penuh

Dialog berlangsung terbuka sehingga seluruh peserta dapat memberikan pandangan demi mewujudkan lembaga adat yang semakin kuat dan profesional.

Rumah Adat Empat Jenis Akan Menjadi Pusat Budaya

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian ialah pengembangan Rumah Adat Empat Jenis.

Pemerintah daerah menilai keberadaan rumah adat tidak hanya berfungsi sebagai simbol budaya, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat, tempat pendidikan adat bagi generasi muda, serta destinasi wisata budaya yang memiliki nilai ekonomi.

Apabila dikelola secara optimal, kawasan budaya tersebut berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, ekonomi kreatif, kuliner tradisional, hingga industri kerajinan lokal.

Menjaga Persatuan di Tengah Kemajuan Teknologi

Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, perubahan tersebut juga menghadirkan tantangan terhadap kelestarian budaya lokal.

Melalui kelembagaan yang lebih kuat, pemerintah bersama tokoh adat dapat menyusun berbagai program edukasi budaya yang lebih modern, termasuk memanfaatkan media digital sebagai sarana memperkenalkan budaya Kerinci kepada masyarakat luas.

Sinergi Pemerintah dan Lembaga Adat Akan Terus Diperkuat

Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Pemerintah Kabupaten Kerinci sepakat memperkuat kolaborasi dalam menjaga budaya daerah.

Sinergi tersebut mencakup pelestarian adat istiadat, pembinaan generasi muda, penguatan kelembagaan adat, hingga pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat dari sisi sosial dan budaya, tetapi juga merasakan dampak ekonomi melalui meningkatnya aktivitas wisata dan ekonomi kreatif.

Harapan Besar untuk Masa Depan Budaya Kerinci

Pertemuan silaturahmi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pelestarian budaya Kerinci.

Komitmen yang ditunjukkan Wali Kota Sungai Penuh Alfin dan Bupati Kerinci Monadi memberikan optimisme bahwa adat akan tetap menjadi perekat persatuan masyarakat.(*)

Berita Terkait

3 Kades Merangin Akan Dikirim ke Tiongkok, 205 Desa Dapat Program Kursus Kerja Jepang dan Bumdesma Siap Terima Rp2,5 Miliar
Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya
Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan
Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker
Kebakaran Lahan Pinang 2,5 Hektare di Muntialo Makin Sulit Dipadamkan, Petugas Hadapi Krisis Sumber Air
Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg
Sekda Alpian Hadir di Jambi Elok Nian Bungo, Ada Pesan Penting soal Budaya Melayu
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WIB

3 Kades Merangin Akan Dikirim ke Tiongkok, 205 Desa Dapat Program Kursus Kerja Jepang dan Bumdesma Siap Terima Rp2,5 Miliar

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kebakaran Lahan Pinang 2,5 Hektare di Muntialo Makin Sulit Dipadamkan, Petugas Hadapi Krisis Sumber Air

Berita Terbaru