Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kualitas udara di Jambi semakin mengkhawatirkan akibat kabut asap

Kualitas udara di Jambi semakin mengkhawatirkan akibat kabut asap

JAMBI,JS- Pemerintah Provinsi Jambi mengambil langkah cepat untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keputusan tersebut muncul setelah kualitas udara di Kota Jambi terus mengalami penurunan dan masuk dalam kategori tidak sehat.

Gubernur Jambi, Al Haris, menetapkan kebijakan penghentian sementara kegiatan belajar tatap muka untuk jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Jambi. Kebijakan ini bertujuan mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan polusi udara.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau seluruh masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perlindungan kesehatan di tengah meningkatnya konsentrasi partikel debu dan asap.

“Kita sudah memutuskan penggunaan masker dan meliburkan TK serta PAUD di Kota Jambi. Kebijakan berikutnya akan menyesuaikan kondisi kualitas udara di setiap daerah,” kata Al Haris.

Indeks Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Berdasarkan pemantauan kualitas udara terbaru, sejumlah wilayah di Kota Jambi menunjukkan peningkatan polusi udara akibat kabut asap. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran karena paparan asap dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata, hingga memperburuk penyakit kronis.

Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan, terutama pada pagi dan sore hari ketika konsentrasi polutan cenderung meningkat.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi:

  • Anak-anak
  • Lansia
  • Ibu hamil
  • Penderita asma
  • Penderita penyakit paru dan jantung

Karena itu, penggunaan masker menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi dampak paparan asap.

794 Hotspot Karhutla Terpantau di Tanjung Jabung Barat

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencatat sebanyak 794 hotspot atau titik panas tersebar di sejumlah kecamatan.

Data pemantauan satelit Terra-Aqua, SNPP, dan NOAA20 hingga 22 Agustus 2026 menunjukkan sebaran hotspot sebagai berikut:

Kecamatan Jumlah Hotspot
Betara 308
Batang Asam 226
Bram Itam 173
Renah Mendaluh 53
Senyerang 12
Muara Papalik 10
Pengabuan 8
Merlung 2
Kuala Betara 1
Tungkal Ilir 1

Data tersebut menunjukkan bahwa Kecamatan Betara dan Batang Asam menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi.

Peningkatan jumlah hotspot biasanya berkaitan dengan musim kemarau yang berlangsung lebih panjang. Selain itu, kondisi lahan gambut yang kering juga mempercepat penyebaran api.

Baca Juga :  649 Hotspot Terdeteksi di Tanjung Jabung Barat, Ratusan Titik Diduga Api Aktif: BPBD Ungkap Wilayah Rawan Karhutla

Ratusan Hektare Lahan Terbakar

Selain memantau hotspot, BPBD juga mencatat luas lahan yang mengalami kebakaran sepanjang Januari hingga 22 Agustus 2026 mencapai 214,4 hektare.

Berikut rincian luas lahan terbakar:

  • Batang Asam: 125,7 hektare
  • Renah Mendaluh: 60,3 hektare
  • Bram Itam: 17 hektare
  • Senyerang: 5 hektare
  • Betara: 4,2 hektare
  • Merlung: 1,5 hektare
  • Muara Papalik: 0,5 hektare
  • Kuala Betara: 0,2 hektare

Data tersebut menunjukkan bahwa wilayah Batang Asam menjadi daerah dengan tingkat kebakaran paling tinggi selama tahun 2026.

Jumlah Kejadian Karhutla Mencapai 210 Kasus

BPBD juga mencatat sebanyak 210 kejadian karhutla di berbagai kecamatan.

Rinciannya meliputi:

  • Batang Asam: 119 kejadian
  • Renah Mendaluh: 73 kejadian
  • Senyerang: 7 kejadian
  • Bram Itam: 3 kejadian
  • Merlung: 3 kejadian
  • Betara: 3 kejadian
  • Muara Papalik: 1 kejadian
  • Kuala Betara: 1 kejadian

Pemerintah daerah terus memperkuat patroli lapangan serta meningkatkan koordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat peduli api.

Dampak Karhutla terhadap Ekonomi dan Kesehatan

Karhutla tidak hanya berdampak pada lingkungan. Asap juga memengaruhi sektor kesehatan, pendidikan, transportasi, dan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Muaro Jambi Turun Langsung Padamkan Karhutla, Posko Dapur Umum dan Kesehatan Dibuka

Beberapa dampak yang mulai dirasakan antara lain:

  • Meningkatnya risiko ISPA
  • Terganggunya aktivitas belajar
  • Menurunnya produktivitas masyarakat
  • Berkurangnya jarak pandang
  • Potensi gangguan transportasi

Karena itu, langkah antisipasi menjadi sangat penting agar dampak karhutla tidak meluas.

Pemerintah Siapkan Kebijakan Lanjutan

Pemerintah Provinsi Jambi akan terus memantau perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan. Apabila kondisi memburuk, pemerintah dapat memperluas kebijakan belajar dari rumah ke jenjang pendidikan lainnya.

Selain itu, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan sejak dini menjadi langkah paling efektif dalam mengurangi risiko kebakaran.

Dengan kerja sama semua pihak, kualitas udara di Jambi diharapkan segera membaik dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.(*)

Berita Terkait

3 Kades Merangin Akan Dikirim ke Tiongkok, 205 Desa Dapat Program Kursus Kerja Jepang dan Bumdesma Siap Terima Rp2,5 Miliar
Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya
Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan
Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker
Kebakaran Lahan Pinang 2,5 Hektare di Muntialo Makin Sulit Dipadamkan, Petugas Hadapi Krisis Sumber Air
Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg
Sekda Alpian Hadir di Jambi Elok Nian Bungo, Ada Pesan Penting soal Budaya Melayu
Wali Kota Jambi Siapkan Jam Malam, Patroli Geng Motor Diperketat di Titik Rawan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WIB

3 Kades Merangin Akan Dikirim ke Tiongkok, 205 Desa Dapat Program Kursus Kerja Jepang dan Bumdesma Siap Terima Rp2,5 Miliar

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker

Berita Terbaru