MERANGIN,JS- Pemerintah Kabupaten Merangin mendapat angin segar dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Menteri Desa PDTT Yandri Susanto membawa sejumlah program strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), mendorong pertumbuhan ekonomi desa, sekaligus membuka akses pasar internasional bagi produk unggulan masyarakat Merangin.
Yandri menyampaikan berbagai program tersebut ketika menghadiri Upacara Retreat Kepala Desa Kabupaten Merangin di Dodikjur Rindam III Siliwangi, Bandung, Senin (24/8/2026).
Program yang dibawa pemerintah pusat tidak hanya menyasar aparatur desa. Pemerintah juga membuka peluang bagi generasi muda di desa untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh pengalaman internasional, hingga mendapatkan akses kerja ke luar negeri.
Langkah tersebut menunjukkan arah baru pembangunan desa yang semakin menekankan peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi lokal, digitalisasi peluang usaha, serta perluasan akses pasar global.
3 Kepala Desa Merangin Akan Belajar Strategi Pembangunan Desa di Tiongkok
Salah satu program yang langsung mendapat perhatian yaitu kesempatan bagi tiga kepala desa dari Kabupaten Merangin untuk mengikuti pendidikan di Tiongkok.
Yandri mengatakan pihaknya akan memilih tiga kepala desa Merangin untuk mempelajari berbagai strategi pembangunan desa dan daerah tertinggal di negara tersebut.
“Nanti saya minta tiga orang kepala desa dari Kabupaten Merangin akan kita kirim ke Tiongkok untuk mengikuti pendidikan strategi memajukan desa atau daerah tertinggal,” ujar Yandri.
Program ini memiliki nilai strategis karena kepala desa dapat memperoleh wawasan baru mengenai pengelolaan potensi ekonomi, inovasi pelayanan masyarakat, pengembangan usaha desa, serta strategi meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, pengalaman yang mereka peroleh nantinya dapat menjadi referensi bagi desa masing-masing.
Apalagi, setiap desa memiliki karakter dan potensi yang berbeda. Karena itu, pengalaman pembangunan dari negara lain dapat menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan model pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Merangin.
205 Desa dan 10 Kelurahan Berpeluang Ikut Program Kursus Kerja Jepang
Selain mengirim kepala desa ke Tiongkok, Kemendes PDTT juga membuka peluang pengembangan SDM bagi putra-putri daerah.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada satu perwakilan dari setiap desa di Kabupaten Merangin untuk mengikuti kursus yang membuka peluang bekerja di Jepang.
Kabupaten Merangin memiliki 205 desa dan 10 kelurahan. Artinya, program peningkatan keterampilan tersebut berpotensi menjangkau masyarakat dari berbagai wilayah di Merangin.
Peluang kerja ke Jepang tentu menjadi salah satu daya tarik utama. Namun, masyarakat perlu melihat program ini bukan sekadar kesempatan bekerja di luar negeri.
Lebih jauh, pelatihan dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja muda. Setelah mendapatkan pengalaman dan keterampilan, peserta juga berpotensi membawa pengetahuan tersebut kembali ke daerah.
Dalam konteks pembangunan desa, peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi faktor penting untuk menghadapi persaingan ekonomi global.
Karena itu, program pelatihan kerja, skill development, international employment, dan peningkatan kompetensi SDM dapat memberikan dampak jangka panjang apabila pemerintah desa mampu menyiapkan peserta secara serius.
Program Sehati, Bumdesma di Merangin Berpeluang Mendapat Rp2,5 Miliar
Tidak hanya sektor SDM, pemerintah pusat juga memberikan perhatian besar terhadap penguatan ekonomi desa.
Yandri menyampaikan dukungan untuk Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) melalui Program Sehati.
Setiap Bumdesma berpeluang memperoleh bantuan senilai Rp2,5 miliar.
Merangin memiliki 24 kecamatan. Dengan demikian, apabila seluruh kecamatan masuk dalam skema tersebut, nilai dukungan yang direncanakan mencapai sekitar Rp60 miliar.
Perhitungan sederhananya:
- 24 Bumdesma × Rp2,5 miliar = Rp60 miliar.
Angka tersebut tentu memiliki potensi besar untuk memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat desa. Namun, pemerintah desa perlu mengelola dukungan tersebut secara profesional agar dana benar-benar menghasilkan kegiatan usaha yang produktif.
Bumdesma dapat mengembangkan berbagai sektor sesuai potensi wilayah, mulai dari perdagangan, pertanian, perkebunan, pengolahan hasil pertanian, jasa, logistik, hingga pemasaran produk unggulan.
Karena itu, penguatan tata kelola, transparansi keuangan, manajemen bisnis, dan kemampuan pemasaran menjadi bagian penting dalam keberhasilan program.
Produk Unggulan Merangin Dibidik Masuk Pasar Ekspor
Program ekonomi desa tersebut semakin menarik karena Kemendes PDTT juga menyatakan komitmennya untuk membantu pemasaran komoditas unggulan Merangin ke pasar internasional.
Yandri menyebut sejumlah produk yang memiliki peluang untuk dikembangkan, antara lain kopi, gula aren, jahe, produk pertanian, serta komoditas unggulan lainnya.
“Kita juga akan membantu Kabupaten Merangin untuk mengekspor berbagai komoditas unggulan seperti kopi, gula aren, jahe dan berbagai produk pertanian serta unggulan lainnya,” terang Yandri.
Peluang ekspor tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat apabila pemerintah dan pelaku usaha mampu memenuhi standar pasar internasional.
Pasalnya, pasar ekspor tidak hanya membutuhkan produk dalam jumlah besar. Pelaku usaha juga harus memperhatikan kualitas, kontinuitas pasokan, kemasan, sertifikasi, keamanan pangan, sistem distribusi, serta kemampuan memenuhi permintaan pembeli.
Oleh sebab itu, pembangunan desa ke depan tidak cukup hanya meningkatkan produksi.
Desa juga perlu membangun rantai pasok, branding produk, packaging, digital marketing, akses pembiayaan, hingga jaringan buyer internasional.
Bupati Merangin Siapkan Klasterisasi Komoditas Unggulan
Bupati Merangin H M Syukur menyambut positif perhatian pemerintah pusat tersebut.
Syukur yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan apresiasi kepada Menteri Desa PDTT Yandri Susanto beserta jajaran Kemendes PDTT atas berbagai program yang mereka bawa untuk Kabupaten Merangin.
“Terima kasih atas semua bantuan yang diberikan Pak Mendes PDTT. Terima kasih juga telah menyempatkan diri hadir di upacara ini bersama para pejabat Kemendes PDTT,” ujar Syukur.
Menurut Syukur, Pemerintah Kabupaten Merangin akan melakukan klasterisasi komoditas unggulan di setiap kecamatan dan desa.
Konsep tersebut bertujuan agar pengembangan produk daerah berjalan lebih terarah.
Dengan sistem klasterisasi, setiap wilayah dapat fokus mengembangkan komoditas yang paling sesuai dengan kondisi geografis, kemampuan masyarakat, ketersediaan bahan baku, serta peluang pasar.
Sebagai contoh, suatu wilayah dapat mengembangkan kopi sebagai produk utama. Wilayah lain dapat fokus pada jahe, gula aren, hasil perkebunan, peternakan, kerajinan, atau komoditas potensial lainnya.
Strategi tersebut dapat membuat pengembangan ekonomi desa menjadi lebih efisien.
Klasterisasi Bisa Menjadi Jalan Menuju Pasar Global
Langkah Pemerintah Kabupaten Merangin melakukan pemetaan potensi desa memiliki arti penting dalam pengembangan ekonomi daerah.
Selama ini, salah satu tantangan produk pertanian dari daerah adalah pemasaran. Masyarakat mampu menghasilkan komoditas, tetapi mereka terkadang menghadapi kendala ketika mencari pembeli dengan harga yang lebih baik.
Karena itu, pemerintah perlu menghubungkan produksi desa dengan pasar yang lebih luas.
Digitalisasi juga dapat memainkan peran penting. Pelaku UMKM dan Bumdes dapat memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan produk kepada konsumen di luar daerah.
Selanjutnya, pemerintah dapat membantu mempertemukan produsen dengan distributor, eksportir, retail modern, hingga calon pembeli dari luar negeri.
Jika strategi tersebut berjalan konsisten, desa tidak hanya menjadi tempat produksi bahan mentah.
Desa juga dapat berkembang menjadi pusat produksi dan pengolahan komoditas bernilai tambah.
Peluang Ekonomi Baru untuk Masyarakat Merangin
Gabungan program pendidikan kepala desa, pelatihan kerja ke Jepang, penguatan Bumdesma, serta pengembangan komoditas ekspor membuka peluang baru bagi masyarakat Merangin.
Dari sisi SDM, kepala desa mendapat kesempatan memperluas wawasan pembangunan.
Dari sisi tenaga kerja, generasi muda memperoleh peluang meningkatkan keterampilan.
Sementara itu, dari sisi ekonomi, Bumdesma memperoleh dukungan untuk mengembangkan usaha bersama.
Kemudian, dari sisi perdagangan, produk unggulan desa memiliki peluang untuk masuk pasar yang lebih luas.
Jika seluruh program berjalan secara terintegrasi, dampaknya dapat saling memperkuat.
Kepala desa yang memiliki wawasan baru dapat mendorong inovasi. Generasi muda yang memiliki keterampilan dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja. Bumdesma dapat menjadi penggerak ekonomi. Sedangkan komoditas unggulan dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat.
Dengan kata lain, program tersebut dapat membentuk ekosistem pembangunan desa yang tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah.
Tantangan yang Harus Diantisipasi Pemerintah Desa
Meski menawarkan peluang besar, setiap program tetap membutuhkan pengawasan dan perencanaan matang.
Bantuan modal yang besar tidak otomatis menghasilkan keuntungan apabila desa tidak memiliki perencanaan bisnis yang jelas.
Begitu pula dengan program pelatihan kerja. Peserta perlu mendapatkan pembekalan yang sesuai kebutuhan industri, termasuk kemampuan bahasa, keterampilan teknis, kedisiplinan, serta pemahaman mengenai prosedur bekerja di luar negeri.
Sementara itu, program ekspor membutuhkan kesiapan produk.
Karena itu, pemerintah daerah dan pemerintah desa perlu memperkuat beberapa aspek penting, seperti:
- kualitas dan standardisasi produk;
- kapasitas produksi;
- kontinuitas pasokan;
- kemasan dan branding;
- sertifikasi produk;
- pengelolaan keuangan;
- pemasaran digital;
- akses pembiayaan;
- jaringan distribusi;
- serta pendampingan usaha secara berkelanjutan.
Dengan persiapan tersebut, peluang yang pemerintah pusat tawarkan dapat memberikan hasil yang lebih maksimal.
Harapan untuk Masa Depan Desa di Merangin
Bupati Syukur berharap seluruh program dan dukungan pemerintah pusat dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah desa maupun masyarakat.
Menurutnya, program tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas SDM, memperkuat ekonomi desa, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Merangin juga memiliki pekerjaan penting untuk memastikan program dari pemerintah pusat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, pemerintah desa, Bumdesma, pelaku UMKM, petani, pemuda, dan dunia usaha akan menentukan keberhasilan program tersebut.
Selain itu, masyarakat juga perlu mengambil peran aktif.
Peluang pendidikan ke luar negeri, pelatihan kerja, pengembangan usaha, hingga pemasaran produk ekspor membutuhkan masyarakat yang siap meningkatkan kemampuan.
Merangin Berpeluang Naik Kelas Lewat Ekonomi Desa
Program yang disampaikan Menteri Desa PDTT Yandri Susanto menunjukkan bahwa pembangunan desa kini tidak hanya berbicara mengenai pembangunan infrastruktur.
Peningkatan kualitas manusia, penciptaan lapangan kerja, penguatan badan usaha desa, peningkatan nilai tambah produk, dan pembukaan akses pasar internasional juga menjadi bagian penting pembangunan.
Bagi Kabupaten Merangin, peluang tersebut dapat menjadi momentum untuk mempercepat transformasi ekonomi desa.
Tiga kepala desa yang belajar ke Tiongkok dapat membawa pengetahuan baru. Perwakilan desa yang mengikuti kursus kerja Jepang dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda. Kemudian, Bumdesma dapat memperoleh modal pengembangan usaha melalui Program Sehati.
Pada saat yang sama, kopi, gula aren, jahe, produk pertanian, dan berbagai komoditas unggulan lainnya memiliki peluang untuk memasuki pasar yang lebih luas.
Jika pemerintah menjalankan program secara transparan, masyarakat ikut aktif, dan pelaku usaha mampu menjaga kualitas produk, maka pembangunan desa Merangin dapat bergerak menuju model ekonomi yang lebih mandiri dan kompetitif.
Dengan demikian, perhatian pemerintah pusat tidak hanya menghasilkan program jangka pendek. Lebih jauh, dukungan tersebut dapat menjadi fondasi bagi pembangunan SDM, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM dan Bumdesma, peningkatan pendapatan masyarakat, serta perluasan pasar produk lokal hingga tingkat internasional.
Bupati Syukur pun berharap seluruh peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat di seluruh desa dan kelurahan Kabupaten Merangin.(*)










