Beruang Liar Kembali Teror Kerinci, Dua Kali Rumah Warga Sungai Abu Dirusak

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak pondok milik warga Sungai Abu Rusak dibobol beruang

Tampak pondok milik warga Sungai Abu Rusak dibobol beruang

KERINCI,JS- Teror beruang liar Kerinci kembali membuat masyarakat resah. Setelah beberapa waktu lalu kemunculan satwa dilindungi tersebut menghebohkan warga Desa Sanggaran Agung, kini giliran masyarakat Desa Sungai Abu, Kabupaten Kerinci, yang mengalami kejadian serupa.

Seekor beruang liar dilaporkan masuk ke salah satu rumah warga yang berada di pinggir desa pada Senin malam (6/7/2026). Hewan tersebut diduga mencari sumber makanan sehingga nekat merusak bagian dapur sebelum masuk ke dalam rumah.

Peristiwa itu langsung menyita perhatian warga karena lokasi rumah berada tidak jauh dari permukiman padat penduduk. Warga khawatir kemunculan satwa liar tersebut terus berulang dan membahayakan keselamatan masyarakat.

Beruang Merusak Dinding Dapur Sebelum Masuk Rumah

Berdasarkan keterangan warga, beruang datang ketika situasi lingkungan mulai sepi.

Satwa itu tidak hanya melintas di sekitar rumah. Beruang justru merusak dinding dapur untuk membuka jalan masuk ke dalam bangunan.

Setelah berhasil masuk, hewan tersebut mengobrak-abrik isi dapur. Beruang memakan telur yang tersimpan di dalam rumah serta menjatuhkan sejumlah peralatan memasak hingga berserakan.

Akibat kejadian tersebut, bagian dapur mengalami kerusakan cukup parah.

Warga mengaku kini tidak lagi merasa tenang ketika malam tiba.

“Kami benar-benar takut. Beruang sekarang sudah berani masuk ke rumah warga. Kalau malam hari kami jadi waswas keluar rumah. Kami khawatir jangan sampai ada korban, apalagi anak-anak,” ujar seorang warga.

Baca Juga :  Jadwal Pesawat Jambi–Kerinci dan Jambi–Jakarta Terbaru 6 Juli 2026, Harga Tiket Mulai Rp699 Ribuan

Beruang Datang Dua Kali dalam Satu Malam

Kepala Desa Sungai Abu membenarkan laporan masyarakat mengenai kemunculan satwa liar tersebut.

Menurutnya, beruang tidak hanya datang sekali. Hewan itu kembali mendatangi rumah yang sama setelah sempat meninggalkan lokasi.

“Semalam beruang datang dua kali. Setelah pergi, tidak lama kemudian kembali lagi ke rumah yang sama,” katanya.

Kondisi tersebut membuat warga semakin cemas karena menunjukkan bahwa beruang masih berkeliaran di sekitar permukiman dan berpotensi kembali mencari makanan.

Pemerintah desa terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari.

Sejak kejadian itu, aktivitas warga pada malam hari berubah.

Sebagian masyarakat memilih mengurangi aktivitas di luar rumah. Orang tua juga meminta anak-anak tidak bermain hingga larut malam karena khawatir bertemu satwa liar.

Rumah-rumah di sekitar lokasi kejadian berada dalam jarak yang cukup berdekatan. Oleh sebab itu, apabila beruang kembali muncul, potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat meningkat.

Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat agar keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Konflik Satwa Liar di Kerinci Kembali Terjadi

Kasus beruang liar Kerinci bukan pertama kali terjadi.

Sebelumnya, warga Desa Sanggaran Agung juga melaporkan kemunculan beruang di sekitar kawasan permukiman. Kehadiran satwa tersebut sempat membuat masyarakat resah karena aktivitasnya semakin dekat dengan lingkungan tempat tinggal.

Kini, kejadian serupa kembali muncul di Desa Sungai Abu.

Rangkaian peristiwa itu memunculkan kekhawatiran bahwa pergerakan beruang mulai bergeser menuju kawasan yang dihuni masyarakat.

Fenomena tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara kawasan hutan dan wilayah permukiman.

Pemerintah Desa Minta BKSDA Segera Bertindak

Pemerintah Desa Sungai Abu bersama masyarakat berharap instansi terkait segera turun ke lokasi.

Mereka meminta petugas melakukan identifikasi jejak, pemantauan, serta langkah mitigasi agar konflik antara manusia dan satwa liar tidak semakin meluas.

Selain itu, warga berharap petugas dapat memastikan keberadaan beruang sehingga masyarakat memperoleh rasa aman.

Seorang perangkat desa menegaskan bahwa langkah cepat sangat diperlukan.

“Kami memohon kepada pemerintah dan BKSDA agar segera datang ke lokasi. Jangan sampai menunggu ada korban baru dilakukan tindakan. Warga sekarang hidup dalam ketakutan karena beruang sudah masuk ke permukiman.”

Mengapa Beruang Masuk ke Permukiman?

Kemunculan beruang di sekitar rumah warga dapat dipengaruhi berbagai faktor.

Di antaranya adalah:

  • Beruang mencari sumber makanan.
  • Aroma makanan dari permukiman menarik perhatian satwa.
  • Habitat alami mengalami gangguan.
  • Perubahan kondisi hutan akibat aktivitas manusia.
  • Berkurangnya sumber pakan di kawasan hutan.

Meski demikian, penyebab pasti kemunculan beruang di Desa Sungai Abu masih memerlukan identifikasi langsung oleh petugas berwenang.

Baca Juga :  Kopi Kerinci Tembus Pasar Global, Petani Desak Pemkab Buka Jalur Ekspor Langsung, Dinas Perkebunan Diminta Sering ke Lapangan

Imbauan bagi Masyarakat

Sambil menunggu penanganan dari instansi terkait, masyarakat diimbau tetap waspada.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Hindari berjalan sendirian pada malam hari.
  • Simpan bahan makanan di tempat yang aman.
  • Jangan membuang sisa makanan sembarangan.
  • Segera laporkan apabila kembali melihat keberadaan beruang.
  • Jangan mencoba menangkap atau mengusir satwa sendirian.

Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar.

Menjaga Keselamatan Manusia dan Satwa Dilindungi

Beruang merupakan satwa liar yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Karena itu, penanganan konflik harus mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus melindungi satwa tersebut.

Pendekatan yang tepat meliputi pemantauan lokasi kemunculan, pemasangan peringatan kepada warga, serta tindakan mitigasi sesuai prosedur konservasi.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, BKSDA, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Harapan Warga

Hingga kini masyarakat Desa Sungai Abu masih berharap petugas segera turun ke lokasi.

Warga ingin memperoleh kepastian mengenai kondisi di lapangan sekaligus langkah penanganan yang dapat mengembalikan rasa aman.

Mereka berharap peristiwa masuknya beruang ke rumah warga menjadi perhatian serius sehingga tidak berkembang menjadi insiden yang menimbulkan korban jiwa.

Dengan respons yang cepat dan koordinasi yang baik, keselamatan masyarakat dapat terjaga tanpa mengabaikan upaya pelestarian satwa liar yang dilindungi.(AN)

Berita Terkait

Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya
Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan
Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker
Kebakaran Lahan Pinang 2,5 Hektare di Muntialo Makin Sulit Dipadamkan, Petugas Hadapi Krisis Sumber Air
Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg
Sekda Alpian Hadir di Jambi Elok Nian Bungo, Ada Pesan Penting soal Budaya Melayu
Wali Kota Jambi Siapkan Jam Malam, Patroli Geng Motor Diperketat di Titik Rawan
Berita ini 145 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kebakaran Lahan Pinang 2,5 Hektare di Muntialo Makin Sulit Dipadamkan, Petugas Hadapi Krisis Sumber Air

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg

Berita Terbaru