Ban Mobil Berisik Saat Jalan? Jangan Langsung Ganti, Ternyata 5 Penyebab Ini Bisa Bikin Anda Hemat Jutaan Rupiah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ban mobil berisik saat berjalan

Ilustrasi Ban mobil berisik saat berjalan

OTOMOTIF,JS- Suara ban mobil yang tiba-tiba terdengar lebih keras sering membuat banyak pemilik kendaraan langsung panik. Sebagian orang bahkan menganggap kondisi tersebut sebagai tanda bahwa ban sudah aus dan wajib diganti. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar.

Dalam dunia otomotif, suara dengung atau bunyi berisik dari area roda dapat muncul akibat berbagai faktor. Bahkan, beberapa penyebabnya sama sekali tidak berkaitan dengan kondisi ban. Jika Anda langsung membeli ban baru tanpa melakukan pemeriksaan lebih dahulu, pengeluaran bisa membengkak tanpa menyelesaikan sumber masalah.

Oleh karena itu, memahami penyebab ban mobil berisik menjadi langkah penting agar Anda dapat mengambil keputusan yang tepat. Selain menghemat biaya perawatan, tindakan ini juga membantu menjaga keselamatan saat berkendara.

Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab ban mobil berisik saat melaju beserta cara mengatasinya.

Permukaan Jalan Bisa Menjadi Penyebab Utama

Banyak pengemudi mengira suara berasal dari ban, padahal kondisi jalan sering menjadi faktor terbesar.

Aspal kasar, jalan beton, paving block, hingga permukaan jalan bergelombang memang menghasilkan gesekan yang lebih besar dibandingkan jalan beraspal halus. Akibatnya, suara ban akan terdengar lebih keras meski kondisi kendaraan masih sangat baik.

Cobalah memperhatikan kapan suara tersebut muncul.

Jika bunyi hanya terdengar ketika melewati jalan tertentu, kemungkinan besar penyebabnya berasal dari tekstur jalan, bukan dari kerusakan ban.

Sebaliknya, jika suara tetap muncul di semua jenis jalan, Anda perlu memeriksa komponen kendaraan secara lebih menyeluruh.

Baca Juga :  Jangan Asal Ganti Ban Mobil! Kesalahan Ini Bisa Memicu Kecelakaan dan Bikin Boros BBM, Simak Panduan Lengkapnya

Tekanan Angin Ban yang Tidak Tepat Membuat Ban Lebih Berisik

Tekanan angin ban menjadi salah satu faktor yang paling sering diabaikan pemilik kendaraan.

Padahal, tekanan ban yang terlalu tinggi membuat permukaan ban menjadi lebih keras sehingga suara gesekan meningkat. Sementara itu, tekanan yang terlalu rendah membuat area kontak ban dengan jalan semakin luas sehingga menghasilkan bunyi yang lebih besar.

Selain memunculkan suara berisik, tekanan ban yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan:

  • Ban cepat aus.
  • Konsumsi bahan bakar meningkat.
  • Kendali kendaraan berkurang.
  • Risiko pecah ban bertambah.

Karena itu, lakukan pemeriksaan tekanan ban setidaknya satu kali dalam dua minggu atau sebelum melakukan perjalanan jauh.

Gunakan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan yang biasanya tertera pada pilar pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.

Pola Keausan Ban Tidak Merata Menimbulkan Suara Dengung

Ban yang aus tidak selalu habis secara merata.

Dalam banyak kasus, sebagian tapak ban mengalami keausan lebih cepat dibandingkan sisi lainnya. Kondisi tersebut memicu suara dengung yang semakin jelas ketika mobil melaju dengan kecepatan menengah hingga tinggi.

Beberapa penyebab keausan tidak merata meliputi:

  • Sudut roda berubah.
  • Spooring tidak presisi.
  • Balancing roda kurang sempurna.
  • Suspensi mulai melemah.
  • Tekanan angin tidak konsisten.

Apabila Anda segera melakukan spooring dan balancing setelah gejala muncul, kondisi ban terkadang masih dapat diselamatkan sehingga tidak perlu langsung menggantinya.

Pemeriksaan rutin setiap 10.000 kilometer sangat membantu menjaga umur ban lebih panjang.

Bearing Roda Aus Sering Disangka Ban Rusak

Tidak sedikit pemilik mobil salah mendiagnosis sumber suara.

Bearing roda yang mulai aus menghasilkan suara dengung menyerupai suara ban yang rusak. Bunyi tersebut biasanya semakin keras ketika kecepatan kendaraan meningkat.

Gejala lain yang sering muncul antara lain:

  • Muncul getaran ringan.
  • Suara berubah ketika mobil berbelok.
  • Bunyi terdengar dari salah satu sisi roda.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bearing dapat mengalami kerusakan total dan mengganggu stabilitas kendaraan.

Oleh sebab itu, segera lakukan pemeriksaan di bengkel apabila suara dengung semakin keras dari hari ke hari.

Desain Tapak Ban Memang Menghasilkan Tingkat Kebisingan Berbeda

Tidak semua ban dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal.

Beberapa produsen menghadirkan ban dengan pola tapak agresif untuk meningkatkan daya cengkeram pada jalan basah maupun medan berat. Namun, desain tersebut menghasilkan suara yang lebih besar dibanding ban touring atau comfort tire.

Jenis ban yang biasanya lebih berisik meliputi:

  • Ban semi off-road.
  • Ban AT (All Terrain).
  • Ban MT (Mud Terrain).
  • Ban performa tinggi.

Sementara itu, ban touring umumnya menghasilkan suara lebih halus karena memiliki pola tapak yang lebih rapat.

Jadi, apabila Anda baru mengganti ban dengan tipe berbeda, suara yang muncul bisa jadi merupakan karakter alami dari produk tersebut.

Tanda Ban Harus Segera Diganti

Walaupun suara berisik belum tentu menandakan ban rusak, Anda tetap perlu mengganti ban apabila menemukan beberapa kondisi berikut.

Tapak Ban Sudah Tipis

Tapak ban yang berada di bawah batas aman akan mengurangi daya cengkeram, terutama saat hujan.

Muncul Retakan

Retakan pada dinding ban menunjukkan material mulai menua sehingga risiko pecah ban meningkat.

Benjolan pada Ban

Benjolan menandakan struktur ban mengalami kerusakan akibat benturan keras.

Getaran Berlebihan

Apabila getaran terasa pada setir sekaligus muncul suara dengung, segera lakukan pemeriksaan menyeluruh.

Baca Juga :  AC Mobil Tiba-Tiba Tidak Dingin? Coba 5 Cara Mudah Ini

Cara Mengatasi Ban Mobil Berisik

Anda tidak harus langsung membeli ban baru.

Lakukan beberapa langkah berikut terlebih dahulu.

1. Periksa Tekanan Angin

Gunakan tekanan sesuai standar pabrikan.

2. Lakukan Spooring dan Balancing

Langkah ini membantu mengembalikan posisi roda agar kembali presisi.

3. Rotasi Ban

Rotasi ban setiap 8.000–10.000 kilometer membantu membuat keausan lebih merata.

4. Periksa Suspensi

Shock absorber yang mulai melemah dapat memengaruhi keausan ban.

5. Cek Bearing Roda

Pastikan bearing masih berfungsi normal agar tidak menimbulkan suara dengung.

6. Bersihkan Ban Secara Berkala

Kotoran atau batu kecil yang tersangkut pada alur ban juga dapat menghasilkan suara tambahan.

Tips Agar Ban Mobil Tetap Senyap dan Awet

Perawatan sederhana mampu memperpanjang usia ban sekaligus meningkatkan kenyamanan berkendara.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memeriksa tekanan angin secara rutin.
  • Menghindari membawa muatan berlebihan.
  • Tidak menghantam lubang dengan kecepatan tinggi.
  • Melakukan spooring dan balancing secara berkala.
  • Merotasi ban sesuai jadwal servis.
  • Menggunakan ukuran ban sesuai spesifikasi kendaraan.
  • Mengganti ban ketika usia pemakaian sudah melewati batas yang direkomendasikan.

Perawatan yang konsisten bukan hanya membuat ban lebih awet, tetapi juga meningkatkan efisiensi bahan bakar dan menjaga keamanan saat berkendara.

Mengapa Pemeriksaan Lebih Penting daripada Langsung Mengganti Ban?

Banyak pemilik kendaraan mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk membeli ban baru, padahal sumber suara berasal dari bearing roda atau hanya karena tekanan angin yang kurang tepat.

Diagnosis yang akurat akan menghemat biaya sekaligus mencegah kerusakan pada komponen lain.

Selain itu, pemeriksaan berkala juga membantu mendeteksi masalah lebih awal sehingga risiko kerusakan besar dapat diminimalkan.

FAQ

Apakah ban mobil berisik selalu berarti harus diganti?

Tidak. Suara berisik bisa berasal dari tekanan angin yang tidak sesuai, kondisi jalan, bearing roda, spooring, balancing, atau desain tapak ban.

Berapa tekanan angin ban mobil yang ideal?

Setiap kendaraan memiliki standar berbeda. Ikuti rekomendasi pabrikan yang biasanya berada pada stiker di pilar pintu pengemudi atau buku manual.

Apakah spooring dapat menghilangkan suara ban?

Jika suara muncul akibat posisi roda yang tidak presisi atau keausan tidak merata, spooring dan balancing sering kali mampu mengurangi bahkan menghilangkan suara tersebut.

Kapan ban mobil harus diganti?

Ban perlu diganti apabila tapak sudah mencapai batas keausan, muncul retakan, terdapat benjolan, atau usia ban sudah terlalu lama meski tapaknya masih terlihat baik.

Mengapa suara ban semakin keras saat kecepatan tinggi?

Kondisi tersebut biasanya menunjukkan adanya keausan ban, bearing roda yang mulai rusak, atau karakteristik tapak ban yang memang menghasilkan suara lebih besar ketika berputar cepat.

Baca Juga :  Google Gemini Ubah Mobil Menjadi Asisten Pintar Masa Depan

Kesimpulan

Suara ban mobil yang berisik tidak selalu menjadi tanda bahwa ban harus segera diganti. Berbagai faktor seperti permukaan jalan, tekanan angin, pola keausan ban, kondisi bearing roda, hingga desain tapak ban dapat memicu munculnya suara dengung saat kendaraan melaju.

Melakukan pemeriksaan secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan akan membantu menghemat biaya perawatan sekaligus menjaga performa kendaraan tetap optimal. Dengan perawatan rutin, seperti memeriksa tekanan angin, melakukan spooring dan balancing, serta mengecek kondisi ban dan bearing roda, Anda dapat memperpanjang usia pakai ban sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan selama berkendara.(*)

Berita Terkait

Spesifikasi Ofero Carria 1: Motor Listrik Baru Muat 200 Kg, Cocok untuk Bisnis
iCAR V27 Resmi Meluncur di GIIAS 2026? SUV Hybrid EREV 1.200 Km Siap Tantang Toyota Fortuner dan BYD
Campur Solar Subsidi dengan Dexlite atau Dex, Benarkah Lebih Irit? Ini Fakta Ahlinya
Jangan Asal Campur Nitrogen dan Angin Biasa di Ban Mobil, Ini Dampak Tersembunyi yang Bisa Bikin Velg Cepat Rusak
Jangan Langsung Geber Motor Saat Baru Dinyalakan, Kerusakan Mesin Ini Bisa Bikin Biaya Servis Jutaan Rupiah
Banyak Pemilik Mobil Belum Tahu, Poles Full Bodi Ternyata Bisa Selamatkan Cat Mobil
Pelat Nomor Modifikasi Bisa Kena Denda, Polisi Siap Razia Besar di Operasi Patuh 2026
BAIC T1 Siap Guncang Pasar EV Indonesia, Punya Self Parking dan Fast Charging 25 Menit
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:01 WIB

Ban Mobil Berisik Saat Jalan? Jangan Langsung Ganti, Ternyata 5 Penyebab Ini Bisa Bikin Anda Hemat Jutaan Rupiah

Senin, 6 Juli 2026 - 21:01 WIB

Spesifikasi Ofero Carria 1: Motor Listrik Baru Muat 200 Kg, Cocok untuk Bisnis

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:02 WIB

iCAR V27 Resmi Meluncur di GIIAS 2026? SUV Hybrid EREV 1.200 Km Siap Tantang Toyota Fortuner dan BYD

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:00 WIB

Campur Solar Subsidi dengan Dexlite atau Dex, Benarkah Lebih Irit? Ini Fakta Ahlinya

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:01 WIB

Jangan Asal Campur Nitrogen dan Angin Biasa di Ban Mobil, Ini Dampak Tersembunyi yang Bisa Bikin Velg Cepat Rusak

Berita Terbaru