Campur Solar Subsidi dengan Dexlite atau Dex, Benarkah Lebih Irit? Ini Fakta Ahlinya

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

OTOMOTIF,JS- Banyak pemilik mobil diesel di Indonesia mulai mencampur solar subsidi dengan Dexlite atau Pertamina Dex. Sebagian besar berharap cara tersebut mampu menghemat konsumsi bahan bakar sekaligus meningkatkan performa mesin tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk mengisi tangki penuh menggunakan BBM nonsubsidi.

Tren ini semakin populer karena harga Dexlite dan Pertamina Dex lebih mahal dibandingkan solar subsidi. Akibatnya, banyak pengguna memilih jalan tengah dengan mencampurkan kedua jenis bahan bakar tersebut.

Namun, apakah metode ini benar-benar membuat mobil diesel lebih irit? Ataukah hanya menjadi anggapan yang belum tentu sesuai fakta?

Berikut penjelasan lengkap dari praktisi bengkel dan akademisi mengenai efek mencampur solar subsidi dengan Dexlite maupun Pertamina Dex terhadap konsumsi bahan bakar, performa mesin, hingga usia komponen kendaraan.

Apakah Mencampur Solar Subsidi dan Dexlite Membuat Mobil Lebih Irit?

Jawabannya belum tentu.

Pemilik Bengkel Iwan Motor Solo, Iwan, menjelaskan bahwa hasil pencampuran kedua bahan bakar tersebut sangat bergantung pada karakter mesin dan kondisi kendaraan.

Menurutnya, Dexlite memang memiliki kualitas pembakaran yang lebih baik dibanding solar subsidi. Akan tetapi, peningkatan efisiensi tidak otomatis terjadi pada semua kendaraan.

Baca Juga :  Harga Pertamax Berpotensi Turun Juli 2026, Ini Penyebab Utama dan Prediksi Terbaru BBM Non Subsidi

Setiap mesin diesel memiliki teknologi yang berbeda. Mobil diesel modern dengan sistem common rail biasanya memberikan respons berbeda dibanding mesin diesel konvensional.

Karena itu, sebagian kendaraan mungkin mengalami sedikit peningkatan efisiensi, sementara kendaraan lain hampir tidak menunjukkan perubahan konsumsi bahan bakar.

Bahkan, jika terjadi peningkatan, selisihnya umumnya tidak terlalu besar sehingga pengguna sulit merasakan manfaat signifikan dalam penggunaan sehari-hari.

Kenapa Banyak Orang Menganggap Campuran BBM Lebih Hemat?

Ada beberapa alasan mengapa anggapan tersebut berkembang.

Pertama, Dexlite dan Pertamina Dex memiliki angka cetane lebih tinggi dibanding solar subsidi.

Semakin tinggi angka cetane, semakin cepat bahan bakar terbakar setelah proses injeksi berlangsung.

Pembakaran yang lebih sempurna biasanya menghasilkan tenaga lebih baik, suara mesin lebih halus, serta asap yang lebih sedikit.

Kedua, Dexlite memiliki kandungan sulfur jauh lebih rendah.

Sulfur rendah membantu mengurangi endapan karbon pada ruang bakar dan menjaga kebersihan sistem injeksi.

Karena itulah banyak pengguna menganggap mencampur sedikit Dexlite ke dalam solar subsidi mampu memperbaiki kualitas pembakaran.

Sayangnya, teori tersebut tidak selalu menghasilkan penghematan bahan bakar yang nyata.

Penjelasan Ahli: Aman, Tetapi Sebaiknya Tidak Dilakukan

Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, menjelaskan bahwa mencampur dua jenis bahan bakar diesel pada dasarnya tidak membahayakan mesin.

Namun, ia tetap tidak menyarankan praktik tersebut.

Baca Juga :  Ada Perbedaan Harga di Sejumlah Daerah, Cek Tarif Terbaru BBM Pertamax di Seluruh Indonesia Jumat 19 Juni 2026

Menurutnya, ketika pengguna mencampur solar subsidi dengan Dexlite maupun Pertamina Dex, kualitas akhir bahan bakar berada di antara kedua jenis BBM tersebut.

Artinya, pengguna tidak memperoleh seluruh keunggulan Dexlite, tetapi juga tidak sepenuhnya menggunakan karakter solar subsidi.

Akibatnya, performa mesin juga berada pada level tengah.

Dengan kata lain, pengguna tidak mendapatkan manfaat maksimal dari bahan bakar premium yang sebenarnya dirancang untuk mesin diesel modern.

Mengapa Performa Mesin Bisa Menurun?

Setiap produsen kendaraan telah menentukan spesifikasi bahan bakar yang sesuai dengan desain mesin.

Mesin diesel modern, terutama yang menggunakan teknologi common rail dan turbo, membutuhkan bahan bakar dengan angka cetane tinggi serta kandungan sulfur rendah.

Ketika pengguna mencampur bahan bakar, kualitas tersebut ikut berubah.

Akibatnya:

  • Respons akselerasi bisa terasa kurang spontan.
  • Pembakaran tidak berlangsung seoptimal penggunaan Dex murni.
  • Efisiensi bahan bakar tidak mencapai potensi terbaik.
  • Emisi gas buang dapat meningkat.
  • Mesin berpotensi menghasilkan lebih banyak kerak karbon.

Semua dampak tersebut memang tidak selalu langsung terasa, tetapi bisa muncul dalam penggunaan jangka panjang.

Efek terhadap Injektor dan Sistem Bahan Bakar

Salah satu komponen paling sensitif pada mobil diesel modern ialah injektor.

Komponen ini bekerja dengan tekanan sangat tinggi dan membutuhkan bahan bakar berkualitas agar proses penyemprotan berlangsung sempurna.

Ketika kualitas bahan bakar berubah-ubah akibat pencampuran yang tidak konsisten, injektor harus beradaptasi dengan karakter pembakaran yang juga berubah.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat mempercepat terbentuknya deposit pada injektor maupun ruang bakar.

Walaupun tidak langsung menyebabkan kerusakan, pengguna mungkin harus melakukan pembersihan injektor lebih cepat dibanding penggunaan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan.

Apakah Semua Mobil Diesel Mengalami Dampak yang Sama?

Tidak.

Mobil diesel lama umumnya memiliki toleransi lebih besar terhadap variasi kualitas bahan bakar.

Sebaliknya, mobil diesel modern dengan teknologi common rail jauh lebih sensitif.

Beberapa contoh kendaraan yang membutuhkan perhatian lebih antara lain:

  • Toyota Fortuner Diesel
  • Toyota Hilux
  • Mitsubishi Pajero Sport
  • Isuzu MU-X
  • Isuzu D-Max
  • Ford Ranger
  • Hyundai Santa Fe Diesel

Mesin-mesin tersebut dirancang menggunakan sistem injeksi presisi tinggi sehingga kualitas bahan bakar menjadi faktor penting dalam menjaga performa dan keawetan komponen.

Lebih Hemat Mana? Solar Subsidi atau Dexlite?

Jika hanya melihat harga per liter, solar subsidi tentu lebih murah.

Namun, jika menghitung efisiensi pembakaran, tenaga mesin, emisi, serta biaya perawatan jangka panjang, Dexlite maupun Pertamina Dex sering kali memberikan nilai lebih baik.

BBM berkualitas tinggi membantu:

  • menjaga injektor tetap bersih,
  • mengurangi kerak karbon,
  • menghasilkan pembakaran lebih sempurna,
  • memperpanjang usia mesin,
  • menurunkan emisi gas buang.

Karena itu, biaya yang sedikit lebih tinggi pada awal penggunaan dapat membantu mengurangi biaya perawatan dalam jangka panjang.

Tips Agar Mobil Diesel Lebih Irit Tanpa Harus Mencampur BBM

Daripada bereksperimen dengan mencampur bahan bakar, pengguna sebaiknya menerapkan kebiasaan berkendara yang benar.

Beberapa langkah berikut terbukti lebih efektif meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

1. Gunakan BBM Sesuai Rekomendasi Pabrikan

Produsen kendaraan telah menguji mesin menggunakan spesifikasi bahan bakar tertentu.

Mengikuti rekomendasi tersebut menjadi langkah terbaik menjaga performa.

2. Rutin Mengganti Filter Solar

Filter yang bersih menjaga aliran bahan bakar tetap lancar sehingga pembakaran berlangsung optimal.

3. Bersihkan Injektor Secara Berkala

Injektor yang bersih mampu menyemprotkan bahan bakar dengan pola ideal sehingga konsumsi BBM tetap efisien.

4. Jaga Tekanan Angin Ban

Ban yang kurang angin meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar.

5. Hindari Akselerasi Mendadak

Mengemudi secara halus membantu menghemat konsumsi solar hingga beberapa persen dibanding gaya berkendara agresif.

6. Kurangi Beban Kendaraan

Semakin berat kendaraan, semakin besar tenaga yang dibutuhkan mesin.

Akibatnya konsumsi bahan bakar ikut meningkat.

7. Servis Berkala

Perawatan rutin memastikan seluruh sistem pembakaran bekerja optimal sehingga konsumsi BBM tetap efisien.

Baca Juga :  Terbaru!, Cara Daftar Barcode BBM Subsidi Pertalite dan Solar 2026, Syarat Lengkap hingga Disetujui

Kesimpulan

Mencampur solar subsidi dengan Dexlite atau Pertamina Dex memang tidak langsung merusak mesin diesel. Namun, cara tersebut juga tidak menjamin konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat.

Efeknya sangat bergantung pada jenis mesin, teknologi kendaraan, kondisi injektor, hingga gaya berkendara. Pada sebagian mobil, peningkatan efisiensi mungkin terjadi, tetapi umumnya tidak signifikan.

Sebaliknya, penggunaan bahan bakar sesuai spesifikasi pabrikan tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga performa, efisiensi, kebersihan sistem pembakaran, dan umur komponen mesin dalam jangka panjang.

Bagi pemilik mobil diesel modern, menggunakan BBM dengan kualitas yang konsisten jauh lebih menguntungkan dibanding terus-menerus mencampur berbagai jenis bahan bakar. Strategi tersebut tidak hanya menjaga performa kendaraan, tetapi juga membantu menekan biaya perawatan di masa mendatang sekaligus mempertahankan efisiensi konsumsi bahan bakar.(*)

Berita Terkait

All-New Nissan Juke EV Siap Mengaspal, Ini Perubahan Besar dari SUV Nissan Sebelumnya
Suzuki Jimny 3 Pintu vs 5 Pintu, Beda Harga hingga Fitur yang Wajib Diketahui
Mirip Harley-Davidson, Rieju Coaster 125 dengan Mesin V-Twin 125 Cc Punya Fitur Tak Bias
MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Balik Nama Mobil dan Motor Bekas Kini Tanpa BBNKB, Cek Biaya Terbaru, Syarat dan Cara Mengurusnya
Lifan KPT 200: Motor Sport Touring 198 cc dengan Desain Gagah, Tenaga 17 HP dan Transmisi 6-Speed
Suzuki Raider R150 Shadow Edition Punya Wajah Baru, Mesin 147 cc dan Tenaga 18,4 HP
5 Kebiasaan Parkir yang Bisa Bikin Ban dan Suspensi Mobil Cepat Rusak, Nomor 3 Sering Dianggap Sepele
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:31 WIB

All-New Nissan Juke EV Siap Mengaspal, Ini Perubahan Besar dari SUV Nissan Sebelumnya

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Suzuki Jimny 3 Pintu vs 5 Pintu, Beda Harga hingga Fitur yang Wajib Diketahui

Rabu, 30 September 2026 - 23:01 WIB

Mirip Harley-Davidson, Rieju Coaster 125 dengan Mesin V-Twin 125 Cc Punya Fitur Tak Bias

Rabu, 30 September 2026 - 18:01 WIB

MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM

Senin, 28 September 2026 - 21:01 WIB

Balik Nama Mobil dan Motor Bekas Kini Tanpa BBNKB, Cek Biaya Terbaru, Syarat dan Cara Mengurusnya

Berita Terbaru