Mirwan Suwarso Bicara Terbuka soal Como 1907: Cesc Fabregas, Data xG hingga Evaluasi Laga

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Mirwan Suwarso dan Fabregas

Foto ; Mirwan Suwarso dan Fabregas

SPORT,JS- Como 1907 terus menarik perhatian dalam perkembangan sepak bola modern. Klub asal Italia tersebut tidak hanya mengandalkan kemampuan pemain dan keputusan pelatih di pinggir lapangan. Como juga membangun sistem analisis yang menggabungkan strategi, data pertandingan, serta evaluasi setelah laga.

Presiden Como, Mirwan Suwarso, mengungkap salah satu bagian penting dari sistem tersebut dalam wawancara dengan Cronache di Spogliatoio. Menurutnya, Cesc Fabregas memiliki pola kerja yang cukup terstruktur dalam menyiapkan pertandingan sekaligus mengevaluasi hasilnya.

Sistem itu membuat pemilik klub tidak hanya menerima hasil akhir pertandingan. Mereka juga memahami alasan di balik keputusan taktik, perkembangan permainan, serta pencapaian tim jika dibandingkan dengan target sebelum laga.

Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana football analytics semakin penting dalam sepak bola modern. Hasil pertandingan memang tetap menjadi ukuran utama, tetapi data dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kualitas permainan sebuah tim.

Cesc Fabregas Menyiapkan Rencana Sebelum Pertandingan

Mirwan Suwarso menjelaskan bahwa Fabregas memiliki agenda khusus bersama pemilik klub sebelum pertandingan berlangsung.

Sekitar 24 jam sebelum pertandingan, Fabregas mempresentasikan rencana permainan kepada pemilik Como. Dalam pertemuan tersebut, pelatih menjelaskan berbagai aspek yang berkaitan dengan pertandingan.

Pembahasan tidak berhenti pada siapa yang akan bermain. Tim juga dapat melihat pendekatan yang akan digunakan, karakter lawan, hingga skenario permainan yang mungkin muncul.

Bagi manajemen klub, informasi tersebut memiliki nilai penting. Pemilik dapat memahami bagaimana tim mempersiapkan diri menghadapi lawan tertentu.

Dengan komunikasi seperti itu, hubungan antara aspek teknis dan manajemen klub menjadi lebih terintegrasi.

Pemilik tidak sekadar melihat papan skor setelah pertandingan. Mereka sudah mengetahui target yang ingin dicapai sebelum pemain turun ke lapangan.

Evaluasi Tidak Berhenti Setelah Peluit Panjang

Sistem Como juga berlanjut setelah pertandingan selesai.

Menurut Mirwan, Fabregas menyusun laporan yang membandingkan perkembangan pertandingan dengan prediksi yang telah dibuat sebelumnya.

Artinya, tim tidak hanya bertanya apakah Como menang, imbang, atau kalah. Mereka juga mengevaluasi apakah jalannya pertandingan sesuai dengan rencana.

Jika pertandingan berkembang sesuai skenario, tim dapat mengetahui bahwa persiapan mereka berjalan dengan baik. Sebaliknya, jika permainan berjalan jauh dari prediksi, mereka dapat mencari penyebabnya.

Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi evaluasi yang lebih objektif.

Selain laporan dari Fabregas, Como juga memiliki tim data yang membuat analisis secara independen. Tim tersebut melihat pertandingan dari perspektif statistik dan kemudian membandingkannya dengan evaluasi pelatih.

Pada akhir proses, kedua sumber informasi tersebut bertemu.

Mengapa Data xG Penting dalam Sepak Bola Modern?

Salah satu indikator yang menjadi perhatian dalam analisis pertandingan adalah expected goals atau xG.

Secara sederhana, xG membantu memperkirakan kualitas peluang yang tercipta dalam sebuah pertandingan. Setiap peluang memiliki nilai berdasarkan sejumlah faktor, seperti posisi tembakan dan situasi ketika peluang tersebut muncul.

Karena itu, angka xG tidak sama dengan jumlah gol.

Sebuah tim dapat mencatat xG tinggi tetapi tetap gagal mencetak gol. Sebaliknya, sebuah tim dapat mencetak gol dari peluang dengan nilai xG rendah.

Inilah alasan data xG semakin sering digunakan dalam football analytics.

Data tersebut membantu klub melihat kualitas peluang secara lebih mendalam, bukan sekadar menghitung jumlah gol.

Baca Juga :  Como 1907 Lolos Liga Champions, Hartono Bersaudara Siapkan Transfer Fantastis dan Revolusi Skuad Musim Depan

Contoh Saat Como Menghadapi Blok Rendah

Mirwan memberikan contoh menarik mengenai cara Como menggunakan data tersebut.

Ketika menghadapi lawan yang bermain dengan low block atau blok pertahanan rendah, tim dapat memperkirakan nilai xG tertentu sebelum pertandingan.

Dalam situasi seperti itu, Como dapat memperkirakan xG berada di kisaran 0,80 hingga 0,90.

Angka tersebut kemudian menjadi salah satu acuan untuk mengevaluasi performa tim.

Misalnya, Como menghadapi lawan yang bertahan sangat dalam. Strategi tersebut membuat ruang di sekitar kotak penalti menjadi lebih sempit.

Menciptakan peluang berkualitas tinggi pun menjadi lebih sulit.

Jika Como menghasilkan xG sebesar 1,3 dalam pertandingan tersebut, angka itu dapat memberikan gambaran positif meskipun pertandingan berakhir tanpa gol.

Dari sudut pandang hasil, skor 0-0 memang tidak menghasilkan kemenangan. Namun, dari sudut pandang kualitas peluang, tim sudah melewati ekspektasi awal.

Di sinilah perbedaan antara match result dan performance analysis menjadi penting.

Hasil Imbang Tidak Selalu Menggambarkan Performa Sebenarnya

Sepak bola memiliki karakter yang unik karena satu gol dapat mengubah hasil pertandingan secara drastis.

Tim dapat menciptakan banyak peluang tetapi gagal mencetak gol. Sebaliknya, tim lain dapat memanfaatkan satu peluang dan meraih kemenangan.

Karena itu, manajemen Como menggunakan data untuk melihat pertandingan secara lebih menyeluruh.

Contoh 0-0 dengan xG 1,3 menunjukkan bahwa tim memiliki peluang lebih baik dibandingkan ekspektasi awal. Angka tersebut tentu tidak menjamin kemenangan pada pertandingan berikutnya.

Namun, data dapat membantu pelatih dan manajemen menilai apakah proses permainan berjalan ke arah yang benar.

Cara berpikir seperti ini menjadi semakin relevan dalam industri sepak bola profesional.

Data dan Pengalaman Pelatih Saling Melengkapi

Penggunaan data bukan berarti Como mengabaikan pengalaman pelatih.

Justru, sistem tersebut menggabungkan dua pendekatan.

Fabregas memiliki pandangan langsung mengenai pertandingan. Ia mengetahui bagaimana pemain menjalankan instruksi, bagaimana lawan merespons strategi, serta situasi yang tidak selalu terlihat melalui angka.

Sementara itu, tim data memberikan perspektif statistik.

Keduanya kemudian dapat dibandingkan.

Jika laporan pelatih menunjukkan satu masalah dan data memperlihatkan pola yang sama, staf memiliki dasar yang lebih kuat untuk melakukan evaluasi.

Sebaliknya, jika pandangan pelatih berbeda dengan hasil analisis data, klub dapat mendalami penyebab perbedaan tersebut.

Proses semacam ini membuat evaluasi pertandingan tidak hanya bergantung pada satu sudut pandang.

Como Membangun Budaya Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Perkembangan teknologi membuat klub sepak bola memiliki akses terhadap semakin banyak informasi.

Dari jumlah tembakan, lokasi peluang, penguasaan bola, tekanan terhadap lawan, hingga kualitas peluang, berbagai data dapat membantu klub memahami permainan.

Namun, banyaknya data juga menimbulkan tantangan.

Klub harus mampu memilih informasi yang benar-benar relevan. Angka yang terlalu banyak tanpa konteks justru dapat membuat analisis menjadi rumit.

Karena itu, cara Como menggabungkan laporan pelatih dengan analisis independen tim data menjadi menarik.

Manajemen memperoleh gambaran dari sisi taktik sekaligus statistik.

Pendekatan tersebut juga dapat membantu klub mengambil keputusan dengan dasar yang lebih kuat.

Apa Itu Low Block dalam Sepak Bola?

Istilah low block sering muncul dalam pembahasan taktik sepak bola modern.

Low block menggambarkan pendekatan ketika sebuah tim menempatkan banyak pemain di area pertahanan sendiri. Tujuannya biasanya untuk mempersempit ruang dan membuat lawan kesulitan menciptakan peluang.

Strategi tersebut dapat menjadi tantangan bagi tim yang mengandalkan penguasaan bola.

Tim yang menghadapi low block harus menemukan cara untuk membuka pertahanan yang rapat.

Mereka dapat menggunakan kombinasi umpan pendek, pergantian sisi serangan, pergerakan tanpa bola, tembakan dari luar kotak penalti, atau memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan.

Namun, setiap pertandingan memiliki karakter berbeda.

Karena itu, data sebelum pertandingan dapat membantu tim menentukan ekspektasi yang realistis.

xG Bukan Alat untuk Memprediksi Skor Secara Mutlak

Meskipun populer, xG tidak dapat menjamin hasil pertandingan.

Angka tersebut lebih tepat digunakan sebagai alat untuk memahami kualitas peluang.

Sebagai contoh, sebuah tim dapat mencatat xG 1,3 tetapi tetap mengakhiri pertandingan dengan skor 0-0.

Hal itu tidak berarti model xG gagal. Sepak bola tetap memiliki unsur ketidakpastian.

Pemain bisa gagal memanfaatkan peluang. Penjaga gawang dapat melakukan penyelamatan luar biasa. Bola juga bisa membentur tiang.

Karena itu, klub harus menggunakan xG bersama berbagai indikator lainnya.

Inilah yang membuat soccer data analytics semakin kompleks.

Baca Juga :  Vinicius Junior Kantongi Gaji Fantastis hingga 2032, Setara Cristiano Ronaldo di Real Madrid

Pendekatan Como Menunjukkan Perubahan Sepak Bola Profesional

Cerita yang disampaikan Mirwan Suwarso memperlihatkan bahwa pengelolaan klub sepak bola modern sudah berkembang jauh.

Manajemen tidak lagi hanya menunggu hasil pertandingan untuk menentukan apakah sebuah tim bekerja dengan baik.

Klub dapat memantau proses sejak sebelum pertandingan, mengevaluasi permainan selama laga, kemudian membandingkan hasil aktual dengan prediksi awal.

Cesc Fabregas menjadi bagian penting dari sistem tersebut di Como.

Sebagai pelatih, ia tidak hanya mempersiapkan strategi. Ia juga menjelaskan rencana tersebut kepada pemilik dan kemudian mengevaluasi pelaksanaannya setelah pertandingan.

Pada saat yang sama, tim data memberikan analisis independen.

Kombinasi tersebut memberikan fondasi bagi proses pengambilan keputusan yang lebih terukur.

Mengapa Sistem Ini Menarik bagi Klub Sepak Bola?

Model seperti ini memiliki beberapa keuntungan.

Pertama, komunikasi antara pelatih dan manajemen menjadi lebih jelas.

Kedua, klub dapat menentukan target pertandingan berdasarkan kondisi lawan.

Ketiga, evaluasi tidak hanya bergantung pada skor akhir.

Keempat, data dapat membantu menemukan pola yang mungkin sulit terlihat melalui pengamatan biasa.

Terakhir, klub dapat membangun basis informasi untuk pertandingan berikutnya.

Namun, data tetap membutuhkan interpretasi manusia.

Angka xG yang tinggi tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruh aspek permainan berjalan sempurna. Begitu pula xG rendah tidak selalu berarti sebuah tim bermain buruk.

Konteks pertandingan tetap menjadi bagian penting dalam analisis.

Como dan Masa Depan Football Analytics

Penggunaan data dalam sepak bola kemungkinan akan terus berkembang.

Klub-klub profesional kini memiliki departemen analitik yang bekerja bersama pelatih, pemain, departemen scouting, hingga manajemen.

Informasi tersebut dapat membantu klub dalam berbagai keputusan.

Mulai dari menyusun strategi pertandingan, mengevaluasi pemain, mencari calon pemain baru, sampai mengukur perkembangan tim dari waktu ke waktu.

Como menunjukkan salah satu contoh bagaimana data dapat masuk ke dalam proses pengambilan keputusan di level manajemen.

Sistem yang dijelaskan Mirwan Suwarso juga memperlihatkan satu hal penting: hasil pertandingan dan kualitas proses tidak selalu identik.

Sebuah hasil imbang dapat tetap memberikan sinyal positif apabila tim menciptakan peluang lebih baik daripada ekspektasi.

Sebaliknya, kemenangan juga tidak selalu berarti semua aspek permainan berjalan sempurna.

Karena itu, evaluasi yang lebih lengkap membutuhkan kombinasi antara hasil, taktik, konteks pertandingan, dan data.(*)

Berita Terkait

Media Vietnam Soroti Skuad Mewah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, 26 Pemain Siap Bikin Kejutan
Bellingham Buka Pesta, Espí Jadi Penentu! Real Madrid Taklukkan Espanyol 2-1
Real Madrid Incar Erling Haaland pada 2027, Manchester City Mulai Waspada dengan Masa Depan Sang Striker
Cristiano Ronaldo Resmi Menikahi Georgina Rodriguez, Ini Momen Pernikahan Privat yang Jadi Sorotan Dunia
Vinicius Junior Kantongi Gaji Fantastis hingga 2032, Setara Cristiano Ronaldo di Real Madrid
Bukan Soal Produktivitas, Ini Alasan Timnas Indonesia Gagal Lolos Semifinal Piala AFF 2026
Real Madrid Bergerak Cepat! Vinicius Junior Ditawari Kontrak Fantastis Rp455 Miliar per Tahun, Arsenal Terancam Gigit Jari
Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3 di Piala AFF 2026, Peluang Lolos Semifinal Kini Ditentukan Laga Kontra Singapura
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:00 WIB

Mirwan Suwarso Bicara Terbuka soal Como 1907: Cesc Fabregas, Data xG hingga Evaluasi Laga

Sabtu, 5 September 2026 - 22:01 WIB

Media Vietnam Soroti Skuad Mewah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, 26 Pemain Siap Bikin Kejutan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Bellingham Buka Pesta, Espí Jadi Penentu! Real Madrid Taklukkan Espanyol 2-1

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Real Madrid Incar Erling Haaland pada 2027, Manchester City Mulai Waspada dengan Masa Depan Sang Striker

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Cristiano Ronaldo Resmi Menikahi Georgina Rodriguez, Ini Momen Pernikahan Privat yang Jadi Sorotan Dunia

Berita Terbaru