Kabut Asap Jambi Ganggu Penerbangan, Rute Kerinci Batal Terbang

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI,JS- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Senin (12/10/2026). Jarak pandang yang sempat anjlok hingga 800 meter pada pagi hari memicu keterlambatan sejumlah penerbangan. Sementara itu, pesawat Susi Air yang melayani rute menuju dan dari Kerinci batal terbang akibat cuaca buruk.

Gangguan tersebut menjadi perhatian calon penumpang, terutama masyarakat yang mengandalkan transportasi udara untuk perjalanan bisnis maupun keperluan lainnya. Perubahan jadwal juga membuat penumpang perlu memastikan kembali waktu keberangkatan sebelum menuju bandara.

Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Mabrun, mengatakan pihak bandara terus memantau perubahan jarak pandang dan berkoordinasi dengan maskapai serta instansi terkait.

Menurut Ardon, koordinasi tersebut bertujuan membantu penumpang memperoleh informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan yang terdampak kabut asap.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait untuk memastikan penanganan terhadap penumpang yang terdampak penundaan penerbangan. Kami juga melakukan pembaruan informasi jadwal keberangkatan dan kedatangan secara berkala,” kata Ardon, Senin (12/10/2026).

Jarak Pandang Bandara Sultan Thaha Sempat Hanya 800 Meter

Data operasional Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang mencapai titik terendah 800 meter pada pukul 06.00 WIB dan 07.00 WIB. Kondisi tersebut kemudian membaik secara bertahap, meski perubahan jarak pandang masih terjadi sepanjang hari.

Pada pukul 07.30 WIB, jarak pandang meningkat menjadi 1.000 meter. Setengah jam kemudian, angka tersebut mencapai 1.800 meter. Namun, jarak pandang kembali turun menjadi 1.300 meter pada pukul 09.00 WIB.

Memasuki pukul 10.00 WIB, jarak pandang meningkat menjadi 2.700 meter. Selanjutnya, petugas mencatat jarak pandang sekitar 2.000 meter pada pukul 12.00 WIB dan 3.300 meter pada pukul 13.00 WIB.

Kondisi sempat membaik hingga mencapai 4.000 meter pada pukul 14.00 WIB. Akan tetapi, jarak pandang kembali turun menjadi 2.500 meter pada pukul 15.00 WIB.

Fluktuasi tersebut menunjukkan bahwa kondisi atmosfer di sekitar bandara masih berubah-ubah. Karena itu, calon penumpang perlu mengikuti informasi resmi maskapai, terutama jika memiliki jadwal perjalanan yang berdekatan dengan waktu keberangkatan.

Penerbangan Dabo Singkep Mengalami Keterlambatan

Dampak kabut asap juga terlihat pada penerbangan Susi Air yang melayani rute Dabo Singkep. Pesawat dengan nomor penerbangan SI 7219 yang seharusnya tiba di Bandara Sultan Thaha pada pukul 07.45 WIB baru mendarat pada pukul 11.32 WIB.

Dengan demikian, pesawat tersebut tiba sekitar 3 jam 47 menit lebih lambat dari jadwal semula.

Keterlambatan juga terjadi pada penerbangan Susi Air SI 7218 menuju Dabo Singkep. Maskapai semula menjadwalkan keberangkatan pada pukul 10.55 WIB, tetapi pesawat baru lepas landas pada pukul 13.10 WIB.

Artinya, keberangkatan tersebut mundur sekitar 2 jam 15 menit dari jadwal awal.

Perubahan waktu penerbangan ini berpotensi memengaruhi agenda perjalanan penumpang, khususnya mereka yang memiliki jadwal pertemuan bisnis atau penerbangan lanjutan.

Penerbangan ke dan dari Kerinci Batal

Selain keterlambatan rute Dabo Singkep, Susi Air juga membatalkan penerbangan menuju dan dari Kerinci. Ardon menjelaskan bahwa kondisi cuaca buruk di wilayah Kerinci menjadi alasan pembatalan tersebut.

“Untuk penerbangan menuju dan dari Kerinci, pembatalan dilakukan karena cuaca buruk di wilayah Kerinci. Kami berharap kondisi segera membaik sehingga operasional penerbangan dapat kembali berjalan normal,” ujar Ardon.

Pembatalan itu menjadi perhatian bagi masyarakat yang menggunakan pesawat untuk menjangkau Kerinci maupun melanjutkan perjalanan dari wilayah tersebut.

Penumpang yang terdampak sebaiknya segera menghubungi maskapai untuk memastikan status tiket, pilihan penjadwalan ulang, serta ketentuan layanan yang berlaku. Informasi resmi dari maskapai menjadi acuan utama sebelum penumpang mengubah rencana perjalanan.

Batik Air Tetap Berangkat pada Pagi Hari

Di tengah gangguan jarak pandang, dua penerbangan Batik Air yang menggunakan pesawat yang menginap di bandara atau remain overnight (RON) tetap berangkat pada pagi hari.

Batik Air ID 6807 dengan tujuan Jakarta lepas landas pada pukul 05.56 WIB ketika jarak pandang tercatat 800 meter. Selanjutnya, Batik Air ID 6879 menuju Bandara Kualanamu, Medan, berangkat pada pukul 07.55 WIB ketika jarak pandang mencapai 1.800 meter.

Data tersebut memperlihatkan bahwa kondisi operasional setiap penerbangan dapat berbeda. Keputusan keberangkatan tetap bergantung pada penilaian operasional dan aspek keselamatan penerbangan, bukan hanya pada satu angka jarak pandang.

Oleh sebab itu, penumpang tidak sebaiknya menyimpulkan bahwa seluruh pesawat akan mengalami perlakuan yang sama ketika kabut asap menyelimuti kawasan bandara.

Pelaku Usaha Keluhkan Perubahan Jadwal Penerbangan

Gangguan penerbangan turut menimbulkan keluhan dari pengguna jasa transportasi udara. Seorang konsumen yang rutin menggunakan Bandara Sultan Thaha Jambi untuk perjalanan bisnis mengaku berharap situasi segera kembali normal.

Sebagai pelaku usaha yang kerap bepergian antara Kerinci- Jambi dan Jakarta serta sejumlah daerah lain, ia menilai kepastian jadwal penerbangan sangat penting untuk mendukung kelancaran agenda pekerjaan.

Baca Juga :  Kualitas Udara Kerinci Makin Tak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP Kerinci PJJ 13-14 Oktober 2026

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengatasi karhutla yang memicu kabut asap sehingga masyarakat dapat kembali bepergian tanpa gangguan berkepanjangan.

Keluhan tersebut menggambarkan dampak kabut asap yang tidak hanya menyangkut lingkungan dan kesehatan, tetapi juga mobilitas masyarakat serta kegiatan ekonomi yang bergantung pada transportasi udara.

Penumpang Diminta Memeriksa Jadwal Sebelum ke Bandara

Menghadapi perubahan kondisi cuaca dan jarak pandang, pengelola Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai serta pemangku kepentingan terkait. Pihak bandara juga memperbarui informasi mengenai penerbangan yang mengalami perubahan jadwal.

Ardon mengimbau penumpang agar memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat menuju bandara. Langkah tersebut membantu penumpang mengantisipasi penundaan maupun pembatalan sehingga mereka dapat menyesuaikan rencana perjalanan.

Masyarakat yang membutuhkan informasi kebandarudaraan juga dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports melalui nomor 172.

Ardon berharap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi segera membuahkan hasil. Dengan berkurangnya karhutla, ia berharap kabut asap turut menipis dan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha kembali berjalan lancar.

“Kami berharap kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi segera teratasi sehingga kabut asap dapat berkurang dan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha kembali berjalan lancar,” tutup Ardon Mabrun.(*)

Berita Terkait

Reshuffle Eselon III dan IV Pemkab Kerinci Masih Abu-Abu, ASN Tunggu Kepastian Monadi-Murison
Wali kota Alfin Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Ini Harapannya untuk Pembangunan Jambi
Kualitas Udara Kerinci Makin Tak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP Kerinci PJJ 13-14 Oktober 2026
Tak Adalagi Toleransi, BKPSDM Ultimatum ASN Sungai Penuh Soal Kedisplinan
Warga Sungai Penuh Wajib Cek! Ini Informasi Registrasi Ulang Bansos 2027 Lewat Perlinsos Digital
Kabut Asap Jambi Belum Teratasi, Water Bombing Terkendala Jarak Pandang
Besok Jadi Hari Penentuan, Siapa Tiga Besar Calon 5 Kepala OPD Sungai Penuh?
Bagi Masyarakat Jambi, Pahami ISPA pada Anak: Gejala, Faktor Risiko, dan Kapan Harus ke Dokter
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Reshuffle Eselon III dan IV Pemkab Kerinci Masih Abu-Abu, ASN Tunggu Kepastian Monadi-Murison

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Kabut Asap Jambi Ganggu Penerbangan, Rute Kerinci Batal Terbang

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Wali kota Alfin Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Ini Harapannya untuk Pembangunan Jambi

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kualitas Udara Kerinci Makin Tak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP Kerinci PJJ 13-14 Oktober 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Tak Adalagi Toleransi, BKPSDM Ultimatum ASN Sungai Penuh Soal Kedisplinan

Berita Terbaru