Kabut Asap Kepung Muaro Jambi, Kasus ISPA Tembus 4.281 Orang

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus ISPA di Muaro Jambi meningkat drastis

Kasus ISPA di Muaro Jambi meningkat drastis

MUAROJAMBI,JS- Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Muaro Jambi mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi mencatat 4.281 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga 10 Oktober 2026.

Data tersebut mencakup laporan dari 23 puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Angka ini menunjukkan bahwa gangguan pernapasan menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian, terutama ketika kualitas udara belum membaik akibat asap.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali, membenarkan jumlah kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya mengumpulkan data melalui laporan fasilitas pelayanan kesehatan di lapangan.

“Per tanggal 10 Oktober, kasus ISPA di Kabupaten Muaro Jambi sudah mencapai 4.281 jiwa. Kasus ini tersebar di 23 puskesmas yang ada di Muaro Jambi,” kata Aang, Senin, 12 Oktober 2026.

Kasus ISPA Tertinggi Terjadi pada Awal Oktober

Selain mencatat jumlah kumulatif penderita, Dinkes Muaro Jambi juga mengevaluasi perkembangan kasus setiap minggu. Pemantauan berlangsung sejak 10 Agustus hingga 10 Oktober 2026.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa jumlah kasus ISPA mengalami perubahan selama periode tersebut. Meski demikian, minggu pertama Oktober mencatat angka tertinggi selama masa pemantauan.

Aang menyebutkan bahwa pada minggu ke-40, tepatnya periode 5–10 Oktober 2026, petugas mencatat 388 kasus ISPA.

“Kalau melihat tren mingguan selama periode pemantauan 10 Agustus sampai 10 Oktober, pergerakan kasus ISPA memang bersifat fluktuatif. Tetapi, angka tertinggi tercatat pada minggu ke-40, yaitu periode 5 sampai 10 Oktober, sebanyak 388 kasus,” ujarnya.

Angka 388 kasus tersebut menggambarkan jumlah kasus pada periode mingguan itu. Sementara itu, total 4.281 kasus merupakan akumulasi yang tercatat hingga 10 Oktober. Kedua angka tersebut memiliki cakupan waktu berbeda sehingga masyarakat perlu memahaminya secara tepat.

Peningkatan pada awal Oktober menjadi perhatian tersendiri bagi petugas kesehatan.

Baca Juga :  Merangin Juara 1 Lomba Desa Jambi 2026, Desa Tanah Abang Kalahkan Ratusan Desa?

Dinkes Pantau Laporan dari 23 Puskesmas

Persebaran laporan di 23 puskesmas membuat pemantauan kesehatan masyarakat menjadi bagian penting dari penanganan dampak kabut asap. Petugas perlu memperhatikan perkembangan di setiap wilayah kerja agar perubahan kondisi kesehatan warga tidak luput dari pengawasan.

Aang menegaskan bahwa Dinkes terus mengikuti perkembangan jumlah penderita melalui laporan mingguan. Menurutnya, data tersebut membantu jajaran kesehatan memahami situasi di lapangan sekaligus mengantisipasi perubahan tren kasus.

“Pada periode minggu ke-40, kami mencatat ada 388 kasus. Angka ini merupakan jumlah kasus pada periode tersebut, sementara total kasus ISPA yang tercatat hingga 10 Oktober mencapai 4.281 jiwa,” tuturnya.

Dengan membandingkan laporan setiap minggu, petugas dapat mengetahui apakah jumlah kasus mengalami kenaikan atau penurunan. Informasi itu juga menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan pemantauan dan edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Dinkes tidak hanya memperhatikan jumlah kumulatif penderita. Perubahan kasus dalam periode yang lebih pendek juga penting karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat dalam waktu tertentu.

Warga Diminta Lebih Waspada terhadap Kabut Asap

Di tengah kondisi udara yang terdampak asap, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan. Warga sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap terasa pekat, terutama jika kondisi tersebut memicu batuk, iritasi tenggorokan, atau sesak napas.

Penggunaan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus dapat membantu mengurangi paparan asap saat masyarakat harus beraktivitas di luar rumah. Warga juga perlu memperhatikan kondisi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki riwayat gangguan pernapasan karena kelompok tersebut dapat lebih rentan terhadap pencemaran udara.

Selain itu, masyarakat sebaiknya menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan membatasi masuknya asap dari luar. Apabila muncul keluhan pernapasan yang memburuk, warga perlu segera mencari pertolongan tenaga kesehatan.

Langkah pencegahan tersebut penting sebagai upaya mengurangi paparan asap, meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan risiko gangguan kesehatan. Masyarakat juga perlu mengikuti informasi kualitas udara dan imbauan resmi dari pemerintah setempat.

Pemantauan Berlanjut di Tengah Ancaman Asap

Dinkes Muaro Jambi terus memantau perkembangan kasus ISPA seiring kondisi kualitas udara yang belum membaik. Laporan dari seluruh puskesmas menjadi sumber informasi untuk mengikuti perubahan jumlah penderita di berbagai wilayah.

Aang mengingatkan jajarannya agar tidak mengabaikan perkembangan kasus, terutama karena laporan berasal dari banyak wilayah kerja.

“Kasus ini tidak hanya tercatat di satu wilayah, tetapi tersebar di 23 puskesmas. Karena itu, perkembangan kasus perlu terus dipantau agar kondisi kesehatan masyarakat dapat diketahui dari waktu ke waktu,” katanya.(*)

Berita Terkait

Merangin Juara 1 Lomba Desa Jambi 2026, Desa Tanah Abang Kalahkan Ratusan Desa?
Disiplin ASN Bukan Pilihan! Ini Pesan Tegas Wali Kota Sungai Penuh Alfin
Reshuffle Eselon III dan IV Pemkab Kerinci Masih Abu-Abu, ASN Tunggu Kepastian Monadi-Murison
Kabut Asap Jambi Ganggu Penerbangan, Rute Kerinci Batal Terbang
Wali kota Alfin Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Ini Harapannya untuk Pembangunan Jambi
Kualitas Udara Kerinci Makin Tak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP Kerinci PJJ 13-14 Oktober 2026
Tak Adalagi Toleransi, BKPSDM Ultimatum ASN Sungai Penuh Soal Kedisplinan
Warga Sungai Penuh Wajib Cek! Ini Informasi Registrasi Ulang Bansos 2027 Lewat Perlinsos Digital
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Kabut Asap Kepung Muaro Jambi, Kasus ISPA Tembus 4.281 Orang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Disiplin ASN Bukan Pilihan! Ini Pesan Tegas Wali Kota Sungai Penuh Alfin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Reshuffle Eselon III dan IV Pemkab Kerinci Masih Abu-Abu, ASN Tunggu Kepastian Monadi-Murison

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Kabut Asap Jambi Ganggu Penerbangan, Rute Kerinci Batal Terbang

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Wali kota Alfin Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Ini Harapannya untuk Pembangunan Jambi

Berita Terbaru

Kasus ISPA di Muaro Jambi meningkat drastis

Daerah

Kabut Asap Kepung Muaro Jambi, Kasus ISPA Tembus 4.281 Orang

Selasa, 13 Okt 2026 - 20:01 WIB