5 Cara Menghemat BBM Mobil agar Tidak Boros, Nomor 2 Sering Diabaikan Pengemudi

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Strategi menghemat konsumsi BBM kendaraan

Strategi menghemat konsumsi BBM kendaraan

OTOMOTIF,JS- Pengeluaran untuk bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu komponen biaya yang perlu diperhitungkan setiap pemilik mobil. Terlebih bagi pengendara yang menggunakan kendaraan setiap hari untuk bekerja, mengantar anak sekolah, menjalankan usaha, atau bepergian ke luar kota.

Namun, pemilik mobil tidak harus selalu mengganti kendaraan dengan mesin berkapasitas kecil untuk menghemat konsumsi bensin. Kebiasaan mengemudi, kondisi ban, pemilihan rute, hingga perawatan kendaraan juga memengaruhi kebutuhan bahan bakar.

Karena itu, pengemudi perlu memahami sejumlah teknik berkendara yang lebih efisien. Kebiasaan sederhana, seperti menjaga kecepatan dan menghindari akselerasi mendadak, dapat membantu mengurangi pemborosan BBM dalam perjalanan sehari-hari.

Selain itu, pengemudi perlu memperhatikan kondisi lalu lintas dan memastikan kendaraan selalu dalam kondisi prima. Dengan langkah yang tepat, pemilik mobil dapat mengendalikan biaya perjalanan tanpa mengorbankan keselamatan.

1. Atur Pedal Gas agar Konsumsi Bensin Lebih Efisien

Cara pertama untuk menghemat BBM dimulai dari kebiasaan menginjak pedal gas. Pengemudi yang sering berakselerasi secara mendadak cenderung meningkatkan kebutuhan bahan bakar, terutama ketika mereka berulang kali menambah dan mengurangi kecepatan.

Oleh sebab itu, biasakan menginjak pedal gas secara bertahap. Pengemudi mobil manual dapat menaikkan putaran mesin secara wajar, kemudian memindahkan gigi sesuai kebutuhan kendaraan dan kondisi jalan.

Hindari mempertahankan putaran mesin terlalu tinggi ketika kendaraan tidak membutuhkan tenaga besar. Namun, jangan pula memaksakan gigi tinggi pada kecepatan rendah karena kondisi tersebut dapat membuat mesin bekerja lebih berat.

Sementara itu, pengemudi mobil bertransmisi otomatis perlu menjaga injakan pedal gas tetap halus. Tekanan pedal yang stabil membantu transmisi memilih pola kerja yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan.

Ketika menghadapi lampu lalu lintas atau kemacetan, pengemudi juga sebaiknya mengantisipasi perlambatan sejak awal. Cara ini membantu mengurangi kebiasaan mengerem mendadak, lalu kembali menginjak pedal gas secara agresif.

2. Periksa Tekanan Angin Ban Sebelum Berkendara

Tekanan angin ban sering luput dari perhatian pemilik mobil. Padahal, ban yang kekurangan tekanan dapat meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan.

Akibatnya, konsumsi BBM berpotensi meningkat, terutama ketika pengemudi menggunakan mobil untuk perjalanan rutin dengan jarak cukup jauh.

Untuk menghindari masalah tersebut, periksa tekanan seluruh ban secara berkala. Lakukan pemeriksaan ketika ban masih dingin agar hasil pengukuran lebih akurat.

Selanjutnya, ikuti angka tekanan angin yang direkomendasikan pabrikan kendaraan. Pengemudi dapat menemukan informasi tersebut pada stiker di sekitar pintu pengemudi, buku manual, atau petunjuk resmi kendaraan.

Jangan sengaja mengurangi tekanan ban demi mengejar kenyamanan. Sebaliknya, hindari pula mengisi angin secara berlebihan karena tekanan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kenyamanan, daya cengkeram, dan keausan ban.

Selain tekanan angin, perhatikan kondisi telapak ban, keausan yang tidak merata, serta kemungkinan kebocoran. Pemeriksaan sederhana ini membantu menjaga efisiensi sekaligus mendukung keselamatan selama perjalanan.

Baca Juga :  Isuzu MU-X vs Mitsubishi Pajero Sport 2026: Adu Irit BBM, Tenaga Mesin, dan Ketangguhan SUV Diesel

3. Pilih Rute yang Mengurangi Kemacetan

Rute perjalanan turut menentukan jumlah BBM yang mobil konsumsi. Jalanan yang padat membuat pengemudi lebih sering berhenti, memperlambat kendaraan, kemudian kembali berakselerasi.

Pola berkendara tersebut dikenal sebagai stop and go. Jika terjadi berulang kali, kondisi ini dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar dibandingkan perjalanan yang memungkinkan kendaraan bergerak dengan kecepatan stabil.

Karena itu, periksa kondisi lalu lintas sebelum berangkat. Gunakan aplikasi navigasi untuk membandingkan beberapa pilihan rute, terutama ketika melewati kawasan perkotaan pada jam sibuk.

Meski demikian, jangan langsung memilih jalan alternatif hanya karena jaraknya terlihat lebih pendek. Pertimbangkan juga kondisi permukaan jalan, kepadatan kendaraan, lampu lalu lintas, dan potensi kemacetan di sepanjang perjalanan.

Rute yang sedikit lebih jauh terkadang menawarkan perjalanan lebih lancar. Namun, pengemudi tetap perlu membandingkan jarak dan waktu tempuh agar tidak justru menghabiskan lebih banyak BBM.

Jika jadwal memungkinkan, berangkat lebih awal atau menghindari puncak kepadatan lalu lintas juga dapat membantu mengurangi waktu berhenti di jalan.

4. Jaga Kecepatan dan Hindari Akselerasi Mendadak

Selain memilih rute, pengemudi perlu menjaga kecepatan kendaraan agar tetap sesuai dengan kondisi jalan. Perubahan kecepatan yang terlalu sering membuat mesin bekerja lebih keras dan dapat meningkatkan kebutuhan bahan bakar.

Ketika melaju di jalan bebas hambatan, pertahankan kecepatan yang stabil selama kondisi lalu lintas memungkinkan. Pengemudi tidak perlu terus-menerus menambah kecepatan, lalu mengerem tanpa alasan yang jelas.

Namun, efisiensi BBM bukan alasan untuk melaju terlalu lambat di jalur cepat atau mengganggu pengguna jalan lain. Selalu patuhi batas kecepatan, rambu lalu lintas, dan kondisi keselamatan.

Pengemudi juga dapat memanfaatkan momentum kendaraan ketika mendekati persimpangan atau kemacetan. Lepaskan pedal gas lebih awal saat situasi memungkinkan, lalu perlambat kendaraan secara bertahap.

Hindari kebiasaan mengikuti kendaraan lain terlalu dekat. Jarak aman memberi pengemudi waktu untuk merespons perubahan lalu lintas tanpa harus sering mengerem mendadak.

Perlu diingat, menghemat BBM tetap harus berjalan seiring dengan keselamatan. Pengemudi tidak boleh mematikan mesin ketika kendaraan melaju atau melakukan teknik berkendara yang mengurangi kendali atas mobil.

5. Rawat Mesin dan Gunakan AC secara Bijak

Perawatan rutin turut membantu menjaga konsumsi BBM tetap efisien. Mesin yang mengalami gangguan, filter udara yang kotor, busi yang bermasalah pada mesin bensin, atau sistem pembakaran yang tidak bekerja optimal dapat meningkatkan kebutuhan bahan bakar.

Karena itu, ikuti jadwal servis sesuai rekomendasi pabrikan. Periksa oli mesin, filter udara, sistem pengapian, serta komponen lain sesuai usia dan kondisi kendaraan.

Jika konsumsi bensin tiba-tiba meningkat tanpa perubahan pola perjalanan, jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya berasal dari mesin. Periksa juga tekanan ban, kualitas bahan bakar, kondisi lalu lintas, dan kemungkinan masalah pada sistem kendaraan.

Penggunaan pendingin kabin atau AC juga perlu mendapat perhatian. Sistem AC mengambil tenaga dari mesin atau menggunakan energi listrik kendaraan, sehingga pengoperasiannya dapat memengaruhi efisiensi, terutama pada kondisi tertentu.

Meski begitu, pengemudi tidak perlu mematikan AC ketika suhu kabin membuat perjalanan tidak nyaman. Atur suhu secara wajar dan gunakan fitur sirkulasi udara sesuai kebutuhan.

Saat memarkir mobil di tempat terbuka, usahakan mencari area teduh jika tersedia. Langkah ini dapat mengurangi panas berlebih di kabin sehingga pengemudi tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mendinginkan interior setelah kembali berkendara.

Kebiasaan Sederhana yang Bisa Menekan Pengeluaran BBM

Menghemat bensin tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Pengemudi dapat memulainya dengan mengatur pedal gas, memeriksa tekanan ban, memilih rute yang lebih lancar, menjaga kecepatan, dan melakukan perawatan kendaraan secara teratur.

Selain itu, hindari membawa barang yang tidak diperlukan dalam jumlah berlebihan. Beban tambahan membuat kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar, terutama saat berakselerasi atau melewati tanjakan.

Pemilik mobil juga dapat mencatat konsumsi BBM secara berkala untuk mengetahui perubahan efisiensi kendaraan. Gunakan metode penghitungan yang konsisten, misalnya membandingkan jumlah liter bahan bakar dengan jarak tempuh dalam kilometer.

Perlu diingat, hasil penghematan setiap mobil dapat berbeda. Kapasitas mesin, jenis transmisi, usia kendaraan, kondisi jalan, beban penumpang, dan gaya mengemudi memengaruhi konsumsi bahan bakar.

Dengan menerapkan kebiasaan berkendara yang efisien dan merawat mobil secara teratur, pengemudi dapat mengendalikan pengeluaran BBM secara lebih bijak. Langkah ini juga membantu menjaga kondisi kendaraan agar tetap nyaman dan aman untuk penggunaan sehari-hari.(*)

Berita Terkait

Tanda Transmisi Mobil Rusak yang Wajib Diwaspadai, Kenali Gejala dan Biaya Perbaikannya
Royal Enfield Hypershift Classic 650 Dibanderol Rp268 Juta, Cuma 17 Unit di Indonesia
Triumph Scrambler 400 XC, Motor Bergaya Klasik untuk Penggemar Touring
Ganti Knalpot Aftermarket, Tenaga Mobil Malah Loyo? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Mini All New Aceman, Mobil Listrik Mewah: Jarak Tempuh 232 Km
Toyota HiAce Commuter, Minibus Andalan Travel: Cek Mesin dan Konsumsi BBM
Jangan Asal Beli Aki Motor! Cek Kode Produksi Ini agar Tak Rugi Beli Aki Lama
Mirip Wrangler tapi Listrik, Jeep Recon Punya Tenaga 650 DK dan Jarak Tempuh 402 Km
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Tanda Transmisi Mobil Rusak yang Wajib Diwaspadai, Kenali Gejala dan Biaya Perbaikannya

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Royal Enfield Hypershift Classic 650 Dibanderol Rp268 Juta, Cuma 17 Unit di Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Triumph Scrambler 400 XC, Motor Bergaya Klasik untuk Penggemar Touring

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Ganti Knalpot Aftermarket, Tenaga Mobil Malah Loyo? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Mini All New Aceman, Mobil Listrik Mewah: Jarak Tempuh 232 Km

Berita Terbaru