BISNIS,JS-Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan tambahan modal bisa mempertimbangkan pinjaman Bank Mandiri sebesar Rp100 juta. Bank Mandiri menyediakan pilihan pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Mikro (KUM) non-KUR. Kedua program tersebut menawarkan skema bunga, persyaratan, dan ketentuan pembiayaan yang berbeda.
Sebelum mengajukan pinjaman, calon debitur perlu menghitung kemampuan membayar angsuran setiap bulan. Besarnya cicilan tidak hanya bergantung pada jumlah pinjaman, tetapi juga pada suku bunga, jangka waktu kredit, serta biaya lain yang mungkin muncul selama proses pengajuan.
KUR Mandiri bisa menjadi pilihan bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan program pemerintah. Sementara itu, KUM non-KUR dapat menjadi alternatif bagi calon debitur yang membutuhkan pembiayaan melalui skema kredit mikro komersial.
Dengan memahami perbedaan kedua produk tersebut, pelaku UMKM dapat memilih pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha dan kemampuan keuangan mereka.
Simulasi Cicilan KUR Mandiri Rp100 Juta
KUR Mandiri menawarkan pembiayaan bagi pelaku usaha produktif yang memenuhi ketentuan program. Dalam simulasi ini, perhitungan menggunakan asumsi bunga efektif 6 persen per tahun untuk pinjaman pertama yang memenuhi ketentuan suku bunga tersebut.
Tenor atau jangka waktu pinjaman memengaruhi besarnya angsuran. Semakin panjang tenor, semakin kecil cicilan bulanan yang perlu debitur bayar. Namun, tenor yang lebih panjang juga membuat debitur membayar bunga selama periode yang lebih lama.
Berikut perkiraan cicilan KUR Mandiri untuk pinjaman Rp100 juta berdasarkan simulasi yang menggunakan metode angsuran bulanan tetap.
| Tenor pinjaman | Perkiraan cicilan per bulan |
|---|---|
| 12 bulan | Rp8.652.675 |
| 24 bulan | Rp4.477.258 |
| 36 bulan | Rp3.087.710 |
| 48 bulan | Rp2.394.624 |
| 60 bulan | Rp1.980.120 |
Berdasarkan simulasi tersebut, pinjaman dengan tenor 12 bulan membutuhkan anggaran cicilan sekitar Rp8,65 juta per bulan. Sebaliknya, tenor 60 bulan menurunkan angsuran menjadi sekitar Rp1,98 juta per bulan.
Meski demikian, calon debitur perlu memastikan ketersediaan tenor tersebut kepada Bank Mandiri. Ketentuan jangka waktu dapat berbeda menurut jenis usaha, tujuan penggunaan dana, dan kategori fasilitas KUR yang diajukan.
Cicilan KUM Mandiri Non-KUR Rp100 Juta
Selain KUR, Bank Mandiri menyediakan Kredit Usaha Mikro bagi pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan produktif melalui skema non-KUR. Produk ini memiliki ketentuan tersendiri mengenai bunga, persyaratan usaha, agunan, dan penilaian kredit.
Sebagai pembanding, berikut simulasi pinjaman Rp100 juta dengan asumsi bunga flat 1,05 persen per bulan. Angka tersebut merupakan asumsi perhitungan, bukan penawaran bunga resmi yang berlaku untuk setiap pemohon.
| Tenor pinjaman | Perkiraan cicilan per bulan |
|---|---|
| 12 bulan | Rp9.383.333 |
| 24 bulan | Rp5.216.667 |
| 36 bulan | Rp3.827.778 |
| 48 bulan | Rp3.133.333 |
| 60 bulan | Rp2.716.667 |
Pada tenor 12 bulan, cicilan dalam simulasi KUM non-KUR mencapai sekitar Rp9,38 juta per bulan. Jika memilih tenor 60 bulan, angsurannya turun menjadi sekitar Rp2,72 juta per bulan.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa calon debitur perlu membandingkan total biaya pinjaman, bukan hanya melihat nominal cicilan. Selain itu, bunga flat dan bunga efektif menggunakan metode perhitungan yang berbeda sehingga persentase keduanya tidak bisa dibandingkan secara langsung.
Apa Perbedaan KUR dan KUM Non-KUR?
Perbedaan utama kedua produk terletak pada skema pembiayaan dan persyaratan yang berlaku.
KUR merupakan program pembiayaan untuk mendukung akses modal bagi usaha produktif yang memenuhi kriteria pemerintah dan bank penyalur. Bank akan memeriksa kelayakan usaha, dokumen pemohon, kemampuan membayar, serta ketentuan lain sebelum menyetujui pengajuan.
Sementara itu, KUM non-KUR mengikuti ketentuan kredit komersial yang berlaku di Bank Mandiri. Bank dapat mempertimbangkan riwayat usaha, kondisi keuangan, arus kas, dan agunan sesuai kebijakan produk.
Karena itu, pelaku usaha sebaiknya tidak menganggap bahwa semua pemohon otomatis memperoleh bunga 6 persen per tahun atau bunga flat 1,05 persen per bulan. Bank menentukan penawaran berdasarkan program yang tersedia, profil pemohon, dan ketentuan yang berlaku saat pengajuan.
Syarat yang Perlu Disiapkan Calon Debitur
Sebelum mendatangi kantor cabang, calon peminjam sebaiknya menyiapkan dokumen dasar dan memastikan persyaratan terbaru melalui kanal resmi Bank Mandiri.
Dokumen yang umumnya perlu dipersiapkan meliputi:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), jika dipersyaratkan untuk plafon atau jenis kredit yang diajukan.
- Dokumen legalitas atau identitas usaha sesuai ketentuan.
- Bukti kegiatan usaha dan informasi omzet.
- Rekening atau catatan transaksi yang membantu bank menilai arus kas.
- Dokumen agunan apabila produk kredit mensyaratkannya.
Persyaratan tersebut dapat berbeda menurut produk, status pemohon, dan kebijakan bank. Oleh sebab itu, calon debitur perlu meminta daftar dokumen resmi sebelum mengajukan permohonan.
Apakah Pinjaman Rp100 Juta Memerlukan Agunan?
Pertanyaan mengenai agunan sering menjadi pertimbangan utama pelaku UMKM. Namun, jawabannya bergantung pada jenis fasilitas kredit dan ketentuan yang berlaku.
Pada KUR, ketentuan mengenai agunan tambahan mengikuti kebijakan program pemerintah dan aturan bank penyalur. Calon debitur tidak sebaiknya langsung menyimpulkan bahwa seluruh pinjaman Rp100 juta pasti bebas agunan tambahan.
Di sisi lain, KUM non-KUR dapat menerapkan persyaratan agunan sesuai ketentuan produk dan hasil penilaian bank. Karena itu, pemohon perlu memastikan sejak awal apakah bank membutuhkan sertifikat tanah, bukti kepemilikan aset, atau bentuk jaminan lainnya.
Selain agunan, bank juga menilai kemampuan pemohon untuk membayar cicilan dari pendapatan usaha. Dokumen yang lengkap tidak otomatis menjamin persetujuan pinjaman.
Cara Menghitung Kemampuan Membayar Cicilan
Sebelum memilih tenor, pelaku usaha perlu memperkirakan pendapatan bersih yang benar-benar tersedia untuk membayar angsuran. Omzet usaha tidak sama dengan laba karena pemilik masih harus membayar biaya operasional, pembelian bahan baku, gaji karyawan, sewa, dan kebutuhan lainnya.
Sebagai contoh, jika cicilan mencapai Rp3 juta per bulan, pemilik usaha perlu memastikan bahwa arus kas mampu menutup angsuran tersebut setelah seluruh pengeluaran usaha terpenuhi.
Pemohon juga sebaiknya menyediakan cadangan dana untuk menghadapi penurunan penjualan atau kenaikan biaya operasional. Langkah ini membantu menjaga kelancaran pembayaran ketika usaha menghadapi kondisi yang kurang menguntungkan.
Di samping itu, calon debitur perlu menghitung biaya provisi, administrasi, asuransi jika berlaku, serta biaya notaris atau pengikatan agunan apabila bank mensyaratkannya. Biaya tersebut dapat memengaruhi jumlah dana bersih yang diterima maupun total pengeluaran selama masa kredit.
Cara Mengajukan Pinjaman Bank Mandiri
Pelaku UMKM dapat memulai proses dengan menghubungi kantor cabang Bank Mandiri atau memeriksa informasi produk melalui situs resmi bank. Sampaikan kebutuhan modal sebesar Rp100 juta, tujuan penggunaan dana, serta perkiraan tenor yang sesuai dengan kondisi usaha.
Selanjutnya, mintalah simulasi tertulis yang memuat suku bunga, jumlah angsuran, biaya awal, persyaratan agunan, dan total pembayaran. Bandingkan penawaran tersebut dengan kemampuan arus kas agar pinjaman tidak membebani operasional bisnis.
Bank kemudian akan memeriksa dokumen dan menilai kelayakan pengajuan. Pemohon perlu menunggu keputusan resmi karena bank tidak menjamin setiap permohonan akan mendapat persetujuan.
Informasi produk KUM dapat diperiksa melalui situs resmi Bank Mandiri di https://www.bankmandiri.co.id/kredit-usaha-mikro. Untuk KUR, calon debitur sebaiknya meminta informasi mengenai skema yang sedang tersedia, termasuk suku bunga dan tenor yang berlaku.(*)










