BISNIS,JS- Industri asuransi syariah terus mencari cara untuk memperluas pasar di tengah tantangan keterbatasan variasi produk. Inovasi menjadi salah satu strategi penting agar perusahaan mampu menawarkan perlindungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing terhadap asuransi konvensional.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menyoroti persoalan tersebut dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perasuransian Indonesia 2023–2027. Dalam peta jalan itu, OJK mengidentifikasi variasi produk sebagai salah satu tantangan yang perlu industri asuransi syariah atasi.
Keterbatasan pilihan dapat memengaruhi pertimbangan masyarakat ketika mencari perlindungan finansial. Sebab, calon peserta tidak hanya mempertimbangkan prinsip syariah, tetapi juga manfaat pertanggungan, kemudahan akses, biaya, serta kesesuaian produk dengan kebutuhan mereka.
Menanggapi tantangan tersebut, PT Sinar Mas Asuransi Syariah (SMAS) menilai perusahaan perlu terus berinovasi. Namun, inovasi tidak harus selalu menghasilkan produk yang sepenuhnya berbeda dari asuransi konvensional.
Direktur Utama Sinar Mas Asuransi Syariah, Daniel Armagatlie, menjelaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terhadap perlindungan relatif sama. Perbedaan mendasar antara kedua jenis asuransi tersebut terletak pada prinsip dan mekanisme pengelolaan risiko.
Karena itu, perusahaan perlu mengembangkan produk yang menawarkan manfaat nyata, mudah masyarakat akses, serta tetap mengikuti ketentuan syariah.
OJK Soroti Keterbatasan Produk Asuransi Syariah
Persaingan dalam industri asuransi tidak hanya bergantung pada jumlah produk yang tersedia. Perusahaan juga perlu memahami kebutuhan calon peserta dan menghadirkan manfaat yang sesuai dengan risiko yang mereka hadapi.
Dalam konteks asuransi syariah, perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara inovasi bisnis dan prinsip saling melindungi serta tolong-menolong. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk perlindungan berbasis syariah.
Daniel menilai perusahaan perlu memprioritaskan pengembangan produk yang lebih relevan, kompetitif, dan mudah masyarakat pahami.
“Dengan demikian, inovasi perlu difokuskan pada pengembangan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat, mudah diakses, kompetitif, serta mampu memberikan nilai tambah bagi peserta dengan tetap mengedepankan prinsip saling melindungi dan tolong-menolong,” ujar Daniel kepada Kontan, Jumat (16/10/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perusahaan tidak cukup hanya menawarkan label syariah. Mereka juga perlu menjelaskan manfaat, ketentuan, serta mekanisme pengelolaan dana secara transparan agar calon peserta dapat mengambil keputusan secara tepat.
Selain itu, perusahaan perlu memperluas pemahaman masyarakat mengenai karakteristik asuransi syariah. Dengan pemahaman yang lebih baik, calon peserta dapat membandingkan produk berdasarkan manfaat dan prinsip pengelolaannya, bukan sekadar nama atau jenis perusahaan.
Simas Super Cover Syariah Tawarkan Perlindungan dan Investasi
Sinar Mas Asuransi Syariah telah mengembangkan produk yang menggabungkan manfaat perlindungan dengan potensi pengembangan dana. Salah satunya ialah Simas Super Cover Syariah, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) berbasis syariah.
Daniel menjelaskan bahwa produk tersebut mengombinasikan perlindungan terhadap risiko meninggal dunia akibat kecelakaan dengan manfaat investasi yang mengikuti prinsip syariah.
Kombinasi tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin memperoleh perlindungan sekaligus memanfaatkan fitur investasi dalam satu produk. Meski demikian, calon peserta tetap perlu memahami manfaat pertanggungan, biaya, ketentuan investasi, dan risiko yang menyertai produk sebelum mengambil keputusan.
PAYDI memiliki karakteristik berbeda dari asuransi yang hanya berfokus pada perlindungan. Nilai investasi dapat mengalami perubahan sesuai kinerja instrumen yang mendasarinya. Oleh sebab itu, masyarakat perlu mempelajari dokumen produk dan tidak menganggap manfaat investasi sebagai keuntungan yang pasti.
Di sisi lain, perusahaan perlu memberikan penjelasan yang mudah dipahami mengenai perbedaan antara manfaat asuransi dan komponen investasi. Transparansi tersebut dapat membantu calon peserta menyesuaikan pilihan dengan tujuan keuangan serta kemampuan mereka membayar kontribusi.
Inovasi Asuransi Kecelakaan Syariah dengan Wakaf
Selain Simas Super Cover Syariah, Sinar Mas Asuransi Syariah tengah menyiapkan inovasi produk Personal Accident (PA) syariah yang mengombinasikan perlindungan kecelakaan dengan wakaf.
Melalui konsep tersebut, peserta tidak hanya memperoleh manfaat perlindungan terhadap risiko kecelakaan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial melalui mekanisme wakaf.
Rencana ini menawarkan pendekatan berbeda dalam pengembangan produk asuransi syariah. Perusahaan berupaya menghubungkan kebutuhan perlindungan pribadi dengan kegiatan sosial yang memiliki manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Daniel meyakini integrasi perlindungan, prinsip syariah, dan nilai sosial dapat memperkuat keunggulan kompetitif perusahaan. Pendekatan tersebut juga berpotensi menarik minat masyarakat yang ingin menjalankan perencanaan perlindungan sekaligus mendukung kegiatan sosial.
Namun, masyarakat tetap perlu mencermati ketentuan produk sebelum mengikuti program semacam ini. Informasi mengenai manfaat kecelakaan, mekanisme wakaf, pihak penerima wakaf, serta pengelolaan dana perlu mendapat penjelasan yang memadai.
Kejelasan tersebut penting agar peserta memahami hak dan kewajibannya. Dengan demikian, inovasi sosial dapat berjalan seiring dengan perlindungan konsumen dan kepatuhan terhadap prinsip syariah.
Asuransi Kendaraan dan Kebakaran Masih Mendominasi Kontribusi
Di tengah upaya memperluas variasi produk, Sinar Mas Asuransi Syariah masih mengandalkan sejumlah lini bisnis utama. Daniel mengungkapkan bahwa asuransi kendaraan bermotor menjadi penyumbang kontribusi terbesar perusahaan hingga September 2026.
Segmen tersebut menyumbang sekitar 45 persen dari total kontribusi perusahaan. Sementara itu, asuransi kebakaran menempati posisi berikutnya dengan porsi sekitar 37 persen.
Kedua lini bisnis itu secara gabungan mencakup sekitar 82 persen dari total kontribusi perusahaan. Angka tersebut menunjukkan besarnya peran perlindungan kendaraan dan properti dalam portofolio bisnis Sinar Mas Asuransi Syariah.
Asuransi kendaraan bermotor memberikan perlindungan sesuai ketentuan polis terhadap risiko yang tercakup dalam perjanjian. Adapun asuransi kebakaran membantu nasabah mengelola risiko kerugian pada properti akibat peristiwa yang memenuhi ketentuan pertanggungan.
Kebutuhan perlindungan pada kedua sektor tersebut memberikan peluang bagi perusahaan untuk mempertahankan bisnis inti. Namun, dominasi dua lini usaha juga mendorong perusahaan untuk memperluas portofolio agar pertumbuhan bisnis tidak terlalu bergantung pada segmen tertentu.
Daniel mengatakan pihaknya terus mendorong diversifikasi melalui pengembangan berbagai lini bisnis asuransi lainnya. Strategi tersebut bertujuan memperluas peluang pertumbuhan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk tertentu.
Diversifikasi Jadi Strategi Memperluas Pasar
Diversifikasi produk dapat membantu perusahaan menjangkau kelompok masyarakat dengan kebutuhan perlindungan yang berbeda. Selain kendaraan dan properti, kebutuhan tersebut dapat mencakup perlindungan kecelakaan diri maupun risiko lain yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan calon peserta.
Meski demikian, penambahan produk perlu berjalan bersama peningkatan kualitas layanan. Perusahaan perlu memastikan calon peserta memahami cakupan perlindungan, pengecualian polis, besaran kontribusi, serta prosedur pengajuan klaim.
Kemudahan akses juga menjadi faktor penting. Proses pembelian yang sederhana, informasi produk yang transparan, dan layanan klaim yang jelas dapat membantu masyarakat menilai manfaat asuransi secara lebih objektif.
Bagi industri asuransi syariah, inovasi juga perlu mempertahankan prinsip saling membantu dalam menghadapi risiko. Perusahaan harus memastikan setiap pengembangan produk mengikuti ketentuan syariah dan peraturan yang berlaku.
Pada akhirnya, penguatan industri asuransi syariah tidak hanya bergantung pada banyaknya produk baru. Perusahaan perlu menghadirkan perlindungan yang sesuai kebutuhan, menjaga transparansi, dan membangun kepercayaan peserta.
Langkah Sinar Mas Asuransi Syariah dalam mengembangkan produk berbasis investasi syariah serta merancang perlindungan kecelakaan yang terhubung dengan wakaf menunjukkan salah satu arah inovasi yang dapat ditempuh industri.
Jika perusahaan mampu menggabungkan manfaat perlindungan, kemudahan akses, dan tata kelola yang baik, asuransi syariah berpeluang memperluas jangkauan pasar. Namun, pertumbuhan jangka panjang tetap memerlukan produk yang kompetitif, pemahaman konsumen yang memadai, serta pengelolaan risiko yang sesuai prinsip syariah.(*)










