Sungai Penuh Raih STBM Award 2025, Ini Upaya Pemkot Tingkatkan Sanitasi dan Kesehatan Warga

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Walikota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, saat mengikuti Zoom dalam Agenda Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat (Swasti Saba) dan STBM Award Tahun 2025.

Wakil Walikota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, saat mengikuti Zoom dalam Agenda Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat (Swasti Saba) dan STBM Award Tahun 2025.

SUNGAI PENUH, JS – Pemerintah Kota Sungai Penuh meraih penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2025 kategori Pratama. Penghargaan ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat upaya peningkatan sanitasi, kebersihan lingkungan, dan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas penghargaan tersebut. Ia menilai capaian ini mencerminkan upaya pemerintah daerah bersama masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih sehat dan mendukung kualitas hidup warga.

Menurut Azhar, kebersihan lingkungan dan sanitasi tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik permukiman. Kedua aspek tersebut juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mendorong kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Prestasi ini lahir dari kerja keras seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak yang ikut menjaga lingkungan dan kesehatan bersama,” ujarnya.

Sungai Penuh Perkuat Komitmen Sanitasi

Penghargaan STBM Award 2025 kategori Pratama menambah dorongan bagi Pemkot Sungai Penuh untuk melanjutkan upaya peningkatan kualitas sanitasi. Pemerintah daerah perlu menjaga konsistensi program agar masyarakat semakin memahami pentingnya kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup sehat.

Sanitasi yang baik menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Pengelolaan limbah rumah tangga, kebersihan sumber air, penggunaan jamban sehat, serta kebiasaan mencuci tangan dengan sabun merupakan bagian dari upaya yang dapat membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit.

Karena itu, perubahan perilaku masyarakat memegang peranan penting dalam keberhasilan program sanitasi. Pemerintah tidak cukup hanya mendorong pembangunan fasilitas. Pemerintah juga perlu memperkuat edukasi agar warga memahami manfaat sanitasi dan menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari.

Azhar menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program kesehatan lingkungan. Menurutnya, pemerintah, tenaga kesehatan, dan warga perlu terus bekerja sama untuk mempertahankan kebersihan lingkungan di setiap wilayah.

Baca Juga :  Wali Kota Alfin Ajak Keluarga Cegah Stunting Sejak Kehamilan, 300 Ibu Hamil Ikuti Gebyar Kelas Ibu Hamil di Sungai Penuh

Penghargaan Diserahkan Secara Daring

Pemerintah pusat mengumumkan penghargaan tersebut melalui agenda Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat atau Swasti Saba dan STBM Award 2025. Pemerintah Kota Sungai Penuh mengikuti kegiatan itu secara daring melalui Zoom dari Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh.

Sejumlah pejabat dan unsur organisasi masyarakat menghadiri kegiatan tersebut. Mereka antara lain kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Ketua GOW Mawarti Azhar, Ketua Dharma Wanita Winda Alpian, para camat, serta tamu undangan lainnya.

Kehadiran unsur pemerintah daerah dan organisasi masyarakat menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung program kesehatan lingkungan. Upaya menciptakan kawasan yang bersih dan sehat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah hingga masyarakat di tingkat kelurahan dan desa.

Melalui koordinasi tersebut, pemerintah dapat mendorong penyebaran informasi mengenai sanitasi sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga lingkungan tempat tinggal mereka.

Perilaku Hidup Bersih Dimulai dari Rumah

Upaya meningkatkan sanitasi membutuhkan kebiasaan sederhana yang masyarakat terapkan secara konsisten. Keluarga dapat memulainya dengan menjaga kebersihan rumah, memastikan ketersediaan air bersih, mengelola sampah dengan benar, serta menggunakan fasilitas sanitasi yang memenuhi standar kesehatan.

Selain itu, masyarakat perlu memperhatikan kebersihan saluran air dan lingkungan sekitar. Saluran yang tersumbat sampah dapat mengganggu aliran air, sedangkan pengelolaan limbah rumah tangga yang kurang baik berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan pencemaran lingkungan.

Peran tenaga kesehatan juga penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan dapat membantu warga mengenali hubungan antara sanitasi, kualitas air, kebersihan lingkungan, dan pencegahan penyakit.

Dengan demikian, penghargaan STBM Award dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama. Pemerintah daerah dapat memanfaatkan capaian ini sebagai bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk memperluas penerapan kebiasaan hidup bersih di tengah masyarakat.

Azhar Hamzah Apresiasi Peran Masyarakat

Azhar Hamzah turut menyampaikan penghargaan kepada tenaga kesehatan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan yang berkontribusi dalam menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan. Ia menilai kerja sama semua pihak menjadi bagian penting dalam mendukung program kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Kisruh Bimtek BPD Se-Sungai Penuh, Kinerja Dinas PMD dan LAPIN Dicibir Masyarakat

Menurutnya, keberhasilan program sanitasi membutuhkan komitmen yang berkelanjutan. Pemerintah daerah perlu menjaga koordinasi antarperangkat daerah, sedangkan masyarakat dapat mengambil peran melalui kebiasaan hidup bersih dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Penghargaan tersebut juga menjadi pengingat bahwa upaya meningkatkan kesehatan masyarakat tidak berhenti pada seremoni atau pencapaian administratif. Pemerintah dan warga perlu memastikan bahwa manfaat program sanitasi dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh sebab itu, keberlanjutan program perlu mendapat perhatian setelah penghargaan diraih. Edukasi kesehatan, pendampingan masyarakat, dan pemantauan kondisi lingkungan dapat membantu menjaga konsistensi penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Tantangan Menjaga Sanitasi Tetap Berkelanjutan

Mempertahankan lingkungan yang bersih membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas. Perbedaan kondisi permukiman, kebiasaan warga, dan akses terhadap fasilitas sanitasi dapat memengaruhi penerapan program di setiap wilayah.

Karena itu, pemerintah daerah perlu terus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat agar program sanitasi berjalan sesuai kondisi lapangan. Pendekatan yang melibatkan warga juga dapat membantu menemukan solusi terhadap persoalan kebersihan lingkungan yang muncul di tingkat lokal.

Di sisi lain, masyarakat perlu membangun kesadaran bahwa sanitasi bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, menjaga sumber air, dan memelihara fasilitas sanitasi merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan setiap keluarga.

Melalui kerja sama yang konsisten, Kota Sungai Penuh memiliki kesempatan untuk memperkuat upaya peningkatan kesehatan lingkungan sekaligus memperluas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.

Raihan STBM Award 2025 kategori Pratama menjadi salah satu capaian yang patut diapresiasi. Namun, manfaat paling penting dari penghargaan ini terletak pada keberlanjutan program dan perubahan perilaku masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.(AN)

Berita Terkait

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya
133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak
Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan
Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas
4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas
Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031
MTQH Jambi 2026, Merangin Bidik Tiga Besar dengan 62 Kafilah
Bukan Cuma Cek Bangunan! Aktivis Minta Proyek P3-TGAI Kerinci dan Sungai Penuh Diaudit APH Hingga BPK
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:31 WIB

133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:01 WIB

4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas

Berita Terbaru