INTERNASIONAL,JS – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersedia menunda ambisi negaranya untuk bergabung dengan NATO. Sebagai gantinya, ia meminta Amerika Serikat dan sekutu Eropa memberikan jaminan keamanan.
Pada Minggu, 14 Desember, Zelensky bertemu utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner di Berlin. Pertemuan ini berlangsung di bawah tekanan Presiden Donald Trump untuk mencapai kesepakatan.
Zelensky menyebut langkah ini sebagai kompromi Kyiv. Ia menekankan jaminan keamanan harus mengikat secara hukum dan dapat mencegah invasi Rusia berikutnya.
Rusia selama ini menentang rencana Ukraina bergabung dengan NATO. Pergeseran kebijakan ini bisa menjadi langkah signifikan bagi Ukraina.
Setelah diskusi lebih dari lima jam, Witkoff menyatakan pihaknya telah mencapai kemajuan. Penasihat Zelensky, Dmytro Lytvyn, mengatakan pihaknya akan melanjutkan pembicaraan keesokan harinya, dan presiden akan memberikan komentar resmi pada Senin.(AN)








