INTERNASIONAL,JS– Aksi protes yang dipicu oleh tekanan ekonomi semakin meluas di Iran pada hari Selasa (30/12/2025). Mahasiswa turun ke jalan di berbagai kota, termasuk di ibu kota Teheran, untuk menuntut pemerintah segera menangani masalah ekonomi yang semakin memburuk. Demonstrasi ini terjadi sehari setelah para pedagang di pusat Teheran menggelar aksi serupa untuk menentang lonjakan biaya hidup.
Protes Mahasiswa di Berbagai Universitas
Para mahasiswa menggelar protes di sejumlah universitas terkemuka di Iran, termasuk di Teheran. Mereka menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah yang menyebabkan melemahnya nilai tukar rial dan tingginya inflasi. Laporan dari Kantor Berita ILNA menyebutkan bahwa aksi protes berlangsung di sepuluh universitas di seluruh negeri. Tujuh di antaranya berada di Teheran, termasuk kampus-kampus bergengsi di negara tersebut. Selain itu, demonstrasi juga terjadi di universitas teknologi di Isfahan, serta di perguruan tinggi di Yazd dan Zanjan.
Tanggapan Pemerintah terhadap Demonstrasi
Pemerintah Iran merespons dengan mengerahkan aparat keamanan dan polisi anti-huru-hara di beberapa lokasi strategis di Teheran, termasuk sekitar universitas-universitas yang menjadi titik kumpul para demonstran. Beberapa toko yang sebelumnya tutup akibat aksi protes pedagang, kembali beroperasi pada hari Selasa.
Aksi Pedagang di Pusat Teheran
Aksi tersebut berawal di pasar ponsel terbesar di Teheran pada hari Minggu, sebelum akhirnya menyebar ke wilayah lain. Para pedagang mengeluhkan kenaikan harga barang impor yang terus meningkat seiring melemahnya nilai tukar rial terhadap dolar AS. Hal ini menyebabkan daya beli masyarakat semakin menurun, terutama bagi pedagang ritel yang paling terdampak.
Keputusan Pemerintah Terkait Krisis Energi
Seiring dengan protes ekonomi, pemerintah juga menghadapi tantangan lain terkait krisis energi. Untuk menghemat energi, pemerintah Iran memutuskan untuk menutup sementara bank, sekolah, dan beberapa kegiatan usaha di Teheran serta beberapa provinsi lain. Keputusan ini diambil menyusul cuaca dingin ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Iran, yang menyebabkan lonjakan permintaan energi.
Langkah Pemerintah dalam Menangani Krisis Ekonomi
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang memiliki kewenangan terbatas dibandingkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, bertemu dengan para pemimpin buruh pada Selasa (30/12/2025). Dalam pertemuan itu, Pezeshkian mengajukan beberapa proposal untuk mengatasi krisis ekonomi yang semakin dalam. Ia meminta Menteri Dalam Negeri untuk membuka dialog dengan perwakilan para demonstran, agar pemerintah bisa mendengarkan tuntutan mereka dan mengambil langkah yang tepat untuk menyelesaikan masalah.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menekankan perlunya “langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.” Ghalibaf juga menyatakan bahwa pemerintah harus segera mengambil tindakan yang lebih efektif untuk mengatasi krisis ekonomi ini.
Masa Depan Ekonomi Iran dan Tuntutan Masyarakat
Tuntutan masyarakat Iran semakin keras seiring dengan memburuknya kondisi ekonomi. Para demonstran berharap pemerintah akan mendengarkan suara mereka dan segera menerapkan kebijakan yang bisa mengurangi beban ekonomi yang mereka rasakan.
Ke depan, ekonomi Iran akan menghadapi tantangan besar. Jika pemerintah tidak mampu menangani masalah ekonomi dengan efektif, aksi protes ini kemungkinan akan terus berkembang dan bisa mempengaruhi stabilitas sosial di negara tersebut.(AN)









