AS Diduga Mendesak Ukraina Serahkan Wilayah 

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Presiden Amerika, Donald Trump

Foto : Presiden Amerika, Donald Trump

JAKARTA,JS – Amerika Serikat diduga mendorong Ukraina menyerahkan sebagian wilayah dan senjata kepada Rusia. Dua pejabat yang mengetahui masalah ini mengatakan langkah itu bertujuan mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang berlangsung lebih dari 3,5 tahun.

Hingga kini, Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan.

Seorang pejabat senior Ukraina menyatakan Kyiv menerima “sinyal” terkait proposal AS untuk mengakhiri perang. Proposal itu muncul dari pembahasan AS dan Rusia. Ukraina tidak ikut terlibat dalam pembahasan.

Reaksi Zelensky dan Kunjungan ke Turki

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menekankan pentingnya kerja sama dengan semua mitra dan efektivitas kepemimpinan AS untuk menghentikan pertumpahan darah. Ia menulis di Telegram setelah bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara, Rabu (19/11):

Baca Juga :  Lahan di Hibahkan, Pemekaran Kerinci Belum Jelas

“Hal utama untuk menghentikan pertumpahan darah dan mencapai perdamaian abadi adalah kita bekerja sama dengan semua mitra, dan kepemimpinan Amerika tetap efektif dan kuat.”

Zelensky kini berada di Turki untuk membahas perang dengan Erdogan.  Zelensky menegaskan hanya AS dan Presiden AS Donald Trump yang dapat membantu menghentikan perang.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi, Ini Keunggulannya

Dampak Penyerahan Wilayah bagi Ukraina

Proposal AS terkait penyerahan wilayah menjadi kemunduran besar bagi Kyiv. Rusia telah menguasai sekitar 19 persen wilayah Ukraina dan terus maju.

Presiden Rusia Vladimir Putin menuntut Ukraina tidak bergabung dengan NATO agar perang berhenti. Moskow belum memberi sinyal mengesampingkan tuntutan itu. Ukraina menegaskan tidak bersedia menuruti tuntutan tersebut.

Menurut laporan Axios, seorang pejabat AS mengatakan Ukraina dapat menyerahkan wilayah sebagai imbalan atas jaminan keamanan AS dan Eropa di masa depan.(an)

Berita Terkait

Gaji TKI Makin Menggiurkan! Simak Negara Asia dengan Penghasilan Tertinggi bagi Pekerja Indonesia 2026
Naik lagi, Update Nilai Tukar Ringgit Terhadap Rupiah Hari ini
TKI Malaysia Tersenyum, Cek Nilai Tukar Ringgit Malaysia terhadap Rupiah Hari ini
Transfer Uang dari Malaysia Makin Untung? Cek Kurs Ringgit ke Rupiah
5 Mata Uang Terkuat di Dunia 2026, Dolar AS Ternyata Bukan Nomor 1
Jemaah Haji Indonesia Mulai Tinggalkan Mina, 132 Ribu Orang Bergerak ke Makkah Usai Nafar Awal
Retail Store Property Insurance 2026: The Smartest Way to Protect Your Business Assets from Fire, Theft, and Financial Loss
Commercial Property Insurance in the USA: The Smartest Business Protection Strategy in 2026
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 23:01 WIB

Gaji TKI Makin Menggiurkan! Simak Negara Asia dengan Penghasilan Tertinggi bagi Pekerja Indonesia 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:01 WIB

Naik lagi, Update Nilai Tukar Ringgit Terhadap Rupiah Hari ini

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:06 WIB

TKI Malaysia Tersenyum, Cek Nilai Tukar Ringgit Malaysia terhadap Rupiah Hari ini

Senin, 1 Juni 2026 - 20:01 WIB

Transfer Uang dari Malaysia Makin Untung? Cek Kurs Ringgit ke Rupiah

Senin, 1 Juni 2026 - 06:09 WIB

5 Mata Uang Terkuat di Dunia 2026, Dolar AS Ternyata Bukan Nomor 1

Berita Terbaru

Kode redeem FC Mobile hari ini

Dunia Game

Update Terbaru, Kode Redeem FC Mobile 6 Juni 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 01:02 WIB