Amerika Diduga Tekan Zelenskyy Serahkan Wilayah Ukraina

Untuk Perdamaian

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Desember 2025 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kebesaam Presiden AS dan Ukraina

Kebesaam Presiden AS dan Ukraina

INTERNASIONAL,JS– Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menghadapi tekanan besar dari Amerika Serikat (AS) untuk menyerahkan wilayah strategis Ukraina. Tekanan ini terkait inisiatif perdamaian yang digagas pemerintahan Donald Trump, menurut Axios dan pejabat Ukraina, Senin (9/12/2025).

Pejabat Ukraina menyatakan AS mendorong Kyiv menerima konsesi besar, termasuk wilayah di Donbas dan pengelolaan pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia. Menurut pejabat tersebut, “Ada banyak hal penting terkait wilayah yang perlu dibahas: siapa menguasai apa, siapa tinggal di mana, siapa mundur, dan bagaimana memastikan Rusia juga mundur.”

Tekanan AS dan Pertemuan Moskow

Selain itu, rencana perdamaian menjadi lebih rumit setelah utusan Trump, Steven Witkoff, dan Jared Kushner, mengunjungi Moskow dan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin selama lima jam. Pejabat AS menyebut mereka juga menekan Putin agar melonggarkan tuntutannya.

Baca Juga :  Akhirnya, 6.438 PPPK Paruh Waktu Provinsi Jambi Terima SK

Kemudian, AS mengirim versi terbaru rencana perdamaian ke Ukraina pada Jumat lalu. Zelenskyy mengaku tidak sempat membacanya sebelum melakukan panggilan telepon dengan Witkoff dan Kushner pada Sabtu. Oleh karena itu, Kyiv menilai kedua utusan AS menuntut jawaban “ya” dari Zelenskyy setelah pertemuan tiga hari di Miami.

Tidak Ada Terobosan Wilayah atau Jaminan Keamanan

Pejabat Ukraina dan AS menyebut negosiasi belum menghasilkan terobosan signifikan terkait wilayah atau jaminan keamanan. Sementara itu, Trump mengklaim tim negosiator Zelenskyy “menyukai” rencana AS, tetapi Rusia menolak beberapa poin dalam rencana itu.

Baca Juga :  Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI

Reaksi Eropa dan Politik Dalam Negeri

AS menilai kunjungan Zelenskyy ke London untuk bertemu pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman sebagai upaya mengulur waktu. Akibatnya, Washington menganggap hal ini melemahkan tekanan terhadap Kyiv dan menghambat proses perdamaian.

Sekutu Eropa mendorong Ukraina bersabar dan berhati-hati. Namun demikian, AS menilai sikap ini menghalangi tercapainya kesepakatan damai dengan cepat.

Tantangan dan Implikasi

Jika Ukraina menyerahkan wilayah strategis tanpa jaminan keamanan yang kuat, peta geopolitik regional bisa berubah. Lebih jauh lagi, Kyiv akan menjadi lebih rentan terhadap agresi di masa depan.

Ukraina menegaskan mereka belum bersedia mengorbankan wilayahnya. Sebagai langkah selanjutnya, mereka menyiapkan counter-proposal terhadap rencana perdamaian AS.(AN)

Berita Terkait

Ringgit Malaysia Kian Menguat, Segini Kurs 1 MYR ke Rupiah Hari ini
Ringgit Malaysia Menguat! Kurs MYR ke Rupiah Hari Ini Tembus Rp4.381
Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 25 Juni 2026, 100 Ringgit Berapa Rupiah?
Harga Pertamax Berpotensi Turun Juli 2026, Ini Penyebab Utama dan Prediksi Terbaru BBM Non Subsidi
5 Ringgit Berapa Rupiah?, Cek Kurs Ringgit Terhadap Rupiah Malam Ini
Kian Menguat, Cek Kurs Ringgit Malaysia Terhadap Rupiah Hari Ini 22 Juni 2026
Kurs Rupiah terhadap Dolar Hong Kong Hari Ini Menguat? Cek Nilai Tukar HKD Terbaru
Naik Tipis, Cek 100 Ringgit Berapa Rupiah Hari ini 20 Juni 2026
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 20:01 WIB

Ringgit Malaysia Kian Menguat, Segini Kurs 1 MYR ke Rupiah Hari ini

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:18 WIB

Ringgit Malaysia Menguat! Kurs MYR ke Rupiah Hari Ini Tembus Rp4.381

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:02 WIB

Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 25 Juni 2026, 100 Ringgit Berapa Rupiah?

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:01 WIB

Harga Pertamax Berpotensi Turun Juli 2026, Ini Penyebab Utama dan Prediksi Terbaru BBM Non Subsidi

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:01 WIB

5 Ringgit Berapa Rupiah?, Cek Kurs Ringgit Terhadap Rupiah Malam Ini

Berita Terbaru