SPORT,JS- Real Madrid gagal mengangkat trofi Supercopa de España setelah Barcelona mengalahkan mereka 3-2 di final sengit di Jeddah. Raphinha mencetak dua gol yang membawa tim Catalan meraih kemenangan.
Laga Sengit, Gol Raphinha Jadi Penentu
Pertandingan berjalan seimbang. Masing-masing tim saling mendominasi satu babak. Namun, Barcelona memanfaatkan momen penting di babak kedua dan mencetak dua gol Raphinha. Dengan demikian, tim Catalan meraih gelar Supercopa de España.
Kontroversi Pergantian Vinicius
Publik menyoroti penarikan Vinicius Junior pada menit ke-82, saat Madrid berjuang mengejar gol penyeimbang. Meski sempat menimbulkan spekulasi, Alonso menegaskan keputusan itu muncul karena kondisi fisik pemain.
“Vinicius bermain sangat baik hingga menit ke-85. Ia meminta diganti karena kelelahan, ditambah tingkat kelembapan yang tinggi,” ujar Alonso dalam konferensi pers.
Alonso menambahkan, kondisi fisik dan cedera membuat tim kesulitan menjaga konsistensi dan membagi beban bermain.
Meski demikian, Alonso menilai Vinicius tetap memberikan kontribusi signifikan. “Ia menjalani pertandingan hebat, mencetak gol luar biasa, dan memberikan dampak besar dari sisi kiri,” tambahnya.
Mbappe Belum Siap Jadi Starter
Selain Vinicius, publik juga menyoroti absennya Kylian Mbappe dari susunan pemain inti. Walaupun ia pulih lebih cepat, Alonso menilai penyerang Prancis itu belum siap menghadapi intensitas tinggi sejak awal.
“Ia belum siap memulai pertandingan dengan intensitas tinggi,” jelas Alonso. Madrid memasukkan Mbappe pada menit ke-76 untuk menambah daya gedor, meskipun tim sudah tertinggal 2-3 saat itu.
Evaluasi Laga dan Fokus ke Depan
Alonso menilai tim menjalankan pendekatan permainan sesuai rencana, terutama saat bertahan. “Tim menunjukkan sikap baik. Kami tahu akan ada fase bertahan tanpa bola. Dalam 30 menit pertama, kami hampir tidak memberi peluang lawan,” ujarnya.
Namun, kebobolan di babak kedua mengubah momentum pertandingan dan akhirnya menentukan kekalahan Madrid.(AN)









