SPORT,JS- Barcelona akhirnya memutuskan untuk mundur dari European Super League (ESL), liga kontroversial yang sejak awal menuai penolakan luas di Eropa. Dengan pengunduran diri ini, Real Madrid kini menjadi satu-satunya klub pendiri yang masih terlibat dalam proyek tersebut.
Pernyataan resmi klub
Pada Sabtu (7/2), Barcelona mengumumkan keputusan ini melalui pernyataan resmi. Klub juga langsung memberitahukan langkahnya kepada pengelola ESL dan klub-klub lain yang sebelumnya terlibat.
“FC Barcelona dengan ini mengumumkan bahwa hari ini klub telah memberitahukan kepada Perusahaan European Super League serta klub-klub yang terlibat mengenai pengunduran diri FC Barcelona dari proyek European Super League,” tulis pernyataan resmi.
Akhir keterlibatan panjang Barcelona
Sebelumnya, sembilan dari 12 klub pendiri ESL mundur hanya dalam beberapa hari setelah peluncuran karena mendapat gelombang penolakan keras dari suporter. Juventus menyusul pada 2023, sehingga tinggal Barcelona dan Real Madrid sebagai dua klub terakhir yang masih terafiliasi. Kini, Barcelona memilih jalur berbeda dari rival abadinya, meninggalkan Real Madrid sebagai satu-satunya klub pendiri yang tetap bertahan.
Optimisme Laporta terhadap ESL
Presiden Barcelona, Joan Laporta, pada Januari 2023 sempat menunjukkan optimisme terhadap masa depan liga alternatif Eropa. Ia menegaskan bahwa liga baru itu mampu menyaingi dominasi Premier League Inggris.
Perubahan konsep ESL terus berlangsung
Sejak kegagalan awal, European Super League mengalami beberapa perubahan format. Pada Desember 2023, perusahaan manajemen A22 dari Madrid mengusulkan model baru yang melibatkan 64 klub dalam tiga divisi dengan sistem promosi dan degradasi. Mereka juga menjanjikan siaran gratis bagi penggemar, meskipun mekanisme kualifikasi klub belum dijelaskan.
Kemudian, pada Desember 2024, proyek ini kembali dikemas ulang dengan nama Unify League. Liga ini dirancang untuk melibatkan 96 klub dalam empat tingkatan kompetisi: Star, Gold, Blue, dan Union. Rencananya, Unify League menjadi pesaing langsung Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi UEFA, bukan liga domestik masing-masing negara.
Masa depan Unify League masih abu-abu
Terbaru, pada November 2026, A22 mengirim surat kepada UEFA untuk meminta persetujuan awal konsep Unify League dalam delapan minggu. Namun, hingga kini, proyek itu belum memiliki kepastian masa depan.(*)









