Benua Afrika Sedang Terbelah, Samudra Baru Akan Terbentuk

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 28 Desember 2025 - 04:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi benua afrika terbelah

Ilustrasi benua afrika terbelah

INTERNASIONAL,JS – Peta dunia yang kita kenal saat ini bukan sesuatu yang tetap. Di balik ketenangan daratan yang kita pijak, Bumi terus mengalami perubahan besar melalui pergerakan lempeng tektonik.

Retakan Raksasa Membelah Afrika

Saat ini, Benua Afrika perlahan-lahan terbelah menjadi dua. Peristiwa ini terjadi di sepanjang Sistem Rift Afrika Timur (East African Rift System/EARS), salah satu retakan geologi terbesar di dunia. Retakan ini membentang ribuan kilometer, melewati Etiopia, Kenya, hingga Mozambik.

Pergerakan lempeng ini memisahkan Afrika menjadi dua bagian: Lempeng Somalia yang lebih kecil dan Lempeng Nubia yang lebih besar.

Proses Lambat, Tapi Konsisten

Baca Juga :  Ukraina Kirim Delegasi ke AS Bahas Perdamaian dengan Rusia

Meskipun terdengar dramatis, proses ini berlangsung sangat lambat. Kedua lempeng hanya menjauh beberapa milimeter setiap tahun, bahkan lebih lambat daripada gerakan siput.

Pada 2018, retakan besar muncul tiba-tiba di Kenya dan sempat viral. Banyak orang khawatir benua ini akan langsung terbelah. Namun para ahli menegaskan bahwa retakan itu hanya dampak lokal dari aktivitas rift yang sudah berlangsung selama 25 juta tahun. Retakan tersebut sebenarnya merupakan “bisikan” kecil dari perubahan besar yang sedang berlangsung jauh di bawah permukaan.

Baca Juga :  China Kucurkan Bantuan Rp1,66 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza

Samudra Baru Akan Terbentuk

Para ilmuwan memprediksi bahwa dalam 5 hingga 10 juta tahun, perubahan akan terlihat jelas. Bagian timur Afrika akan sepenuhnya terpisah dari benua utama. Air laut akan masuk ke celah yang terbentuk, sehingga tercipta samudra baru.

Peristiwa ini bukan hal yang aneh dalam sejarah Bumi. Sekitar 138 juta tahun lalu, Amerika Selatan dan Afrika juga terpisah. Jika diperhatikan, pantai barat Afrika dan pantai timur Amerika Selatan terlihat seperti potongan puzzle yang pas.

Perubahan Bumi Selalu Berlangsung

Para peneliti menekankan bahwa permukaan Bumi selalu bergerak dan berubah. Prosesnya memang lambat sehingga manusia tidak bisa langsung merasakannya, namun perubahan tersebut terus membentuk wajah Bumi sepanjang waktu.(AN)

Berita Terkait

Putin dan Xi Jinping Resmi Tantang Dominasi AS, Dunia Multipolar Makin Nyata
Lemang Kantong Semar from Kerinci: Indonesia’s Rare Culinary Heritage That Captivates Tourists and Food Lovers
TKI Indonesia di Malaysia Bisa Kirim Uang Lebih Besar! Cek Kurs MYR ke IDR Terbaru
OJK Sounds Alarm as Online Scam Cases Explode in Indonesia, More Than 530,000 Reports Trigger National Financial Security Warning
Aturan Baru Haji 2026 Jadi Sorotan, Kamera Ponsel Bisa Bikin Jemaah Masuk Penjara
Instagram Geger! Jutaan Followers Artis Mendadak Hilang, Ternyata Ini Penyebabnya
BCA Expands QRIS Cross Border to China: Easy Cashless Payments for Indonesian Travelers in 2026
QRIS Goes Global 2026: Indonesia–China Payment Integration Unlocks Massive Opportunities for SMEs and Digital Economy Growth
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:02 WIB

Putin dan Xi Jinping Resmi Tantang Dominasi AS, Dunia Multipolar Makin Nyata

Senin, 18 Mei 2026 - 03:02 WIB

Lemang Kantong Semar from Kerinci: Indonesia’s Rare Culinary Heritage That Captivates Tourists and Food Lovers

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:01 WIB

TKI Indonesia di Malaysia Bisa Kirim Uang Lebih Besar! Cek Kurs MYR ke IDR Terbaru

Minggu, 17 Mei 2026 - 03:02 WIB

OJK Sounds Alarm as Online Scam Cases Explode in Indonesia, More Than 530,000 Reports Trigger National Financial Security Warning

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:35 WIB

Aturan Baru Haji 2026 Jadi Sorotan, Kamera Ponsel Bisa Bikin Jemaah Masuk Penjara

Berita Terbaru