Bitcoin Kembali Anjlok di Bawah US$ 79.000

Ether Turun Hampir 12%

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin kembali anjlok. (Sumber/Google)

Bitcoin kembali anjlok. (Sumber/Google)

BISNIS,JS– Harga bitcoin kembali turun pada akhir pekan ini. Mata uang kripto terbesar itu anjlok 6,53% ke US$ 78.719,63, memperpanjang tren pelemahan dari sesi sebelumnya. Pada Jumat (30/1) waktu AS, bitcoin sempat menyentuh US$ 81.104, level terendah sejak 21 November 2025.

Investor menilai pelemahan ini terjadi bersamaan dengan penguatan dolar AS. Kekhawatiran muncul setelah mantan Gubernur Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, resmi menggantikan Jerome Powell sebagai ketua bank sentral. Pasar takut Warsh akan menerapkan kebijakan moneter lebih ketat, termasuk mengecilkan neraca The Fed.

Likuiditas Mengalir ke Wall Street, Bukan Ekonomi Riil

Selama ini, bitcoin dan aset kripto lain mendapat dorongan dari kebijakan moneter longgar dan neraca besar The Fed. Namun, Kepala Ekonom Annex Wealth Management, Brian Jacobsen, menilai kombinasi neraca besar dan regulasi perbankan yang ketat menahan aliran likuiditas di Wall Street. Akibatnya, dana sulit mengalir ke perekonomian riil. Jacobsen juga menekankan bahwa kondisi ini memicu gelembung harga pada berbagai aset, mulai dari obligasi, kripto, logam mulia, hingga saham “meme”.

Baca Juga :  Kemenhub Dorong Digitalisasi Transportasi Darat

Ether Juga Terkoreksi Tajam

Tekanan tidak hanya terjadi pada bitcoin. Ether turun 11,76% ke US$ 2.387,77 per unit. Secara keseluruhan, pasar kripto masih kesulitan menentukan arah setelah koreksi besar tahun lalu. Sementara itu, emas dan saham mencatat reli, menandakan investor mencari aset yang lebih stabil.

Baca Juga :  Biar Tak Diteror Telepon Spam, Ini Cara Blokir Nomor Tak Dikenal

Koreksi Memicu Kesadaran Risiko Investor

“Terkadang, koreksi di berbagai aset saling memperkuat satu sama lain,” ujar Jacobsen. Ia menambahkan, aksi jual kemungkinan masih berlanjut dalam beberapa hari mendatang. Investor semakin menyadari risiko tinggi di pasar kripto.

Bitcoin Kehilangan Sepertiga Nilai Sejak Rekor Oktober

Sejak rekor tertinggi pada Oktober tahun lalu, bitcoin telah kehilangan sekitar sepertiga nilainya. Penurunan ini menjadi tantangan bagi pasar kripto, yang sebelumnya sempat optimistis dengan masuknya arus dana besar dan harapan regulasi lebih ramah di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.(*)

Berita Terkait

Top Gainers BEI Pekan Ini: 10 Saham Melonjak hingga 71 Persen di Tengah Pelemahan IHSG
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 4 Juli 2026 Stabil, Simak Daftar Lengkapnya
Pajak Marketplace Resmi Berlaku! Seller Shopee dan Tokopedia Mulai Dipotong Otomatis per Agustus 2026
Prabowo Ubah Industri Sawit Indonesia, Koperasi Merah Putih Kini Bisa Kelola CPO hingga Produksi Minyak Goreng Sendiri
IHSG Hari Ini Melonjak, Saham BBCA hingga BBRI Jadi Buruan Investor: Simak Analisis, Prospek Bank Jumbo
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 2 Juli 2026 Melonjak, Cek Daftar Lengkapnya
IHSG Ditutup Anjlok, Investor Dibayangi Tekanan Jual Besar
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Selasa 30 Juni 2026 Stabil, Simak Daftar Lengkap Semua Kadar Karat
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:31 WIB

Top Gainers BEI Pekan Ini: 10 Saham Melonjak hingga 71 Persen di Tengah Pelemahan IHSG

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:01 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 4 Juli 2026 Stabil, Simak Daftar Lengkapnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:01 WIB

Pajak Marketplace Resmi Berlaku! Seller Shopee dan Tokopedia Mulai Dipotong Otomatis per Agustus 2026

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:01 WIB

Prabowo Ubah Industri Sawit Indonesia, Koperasi Merah Putih Kini Bisa Kelola CPO hingga Produksi Minyak Goreng Sendiri

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:01 WIB

IHSG Hari Ini Melonjak, Saham BBCA hingga BBRI Jadi Buruan Investor: Simak Analisis, Prospek Bank Jumbo

Berita Terbaru