OTOMOTIF,JS- Angka di brosur terlihat fantastis, tapi kenyataannya mungkin berbeda. Bagaimana mobil listrik sebenarnya menempuh jarak sehari-hari? Simak fakta di balik angka 440 km dan 345 km.
CLTC: Jarak Tempuh Fantastis, Tapi Hanya di Brosur?
Brosur mobil listrik sering menampilkan angka yang bikin mata berbinar, seperti 440 km untuk baterai 50 kWh. Angka ini berasal dari China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC), yang menilai mobil pada kondisi berkendara di kota dengan kecepatan rendah dan sering berhenti–jalan.
Mobil listrik memang lebih hemat energi saat pelan dan memanfaatkan pengereman regeneratif. Jadi, hasil uji CLTC terlihat maksimal.
Tapi, CLTC jarang memasukkan penggunaan AC ekstrem atau perjalanan di jalan tol dengan kecepatan tinggi. Jadi, kalau sering jalan jauh atau jalan tol, jarak tempuh nyata bisa lebih rendah.
WLTP: Angka yang Lebih Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari
Di sisi lain, Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Procedure (WLTP) menilai mobil dengan skenario lebih realistis, mulai dari jalan kota, pinggiran kota, hingga tol.
Baterai 50 kWh menurut WLTP menempuh sekitar 345 km, atau 95 km lebih rendah dari CLTC. Angka ini muncul karena WLTP memasukkan faktor beban kendaraan, hambatan angin, dan kecepatan tinggi.
Singkatnya, WLTP memberi panduan yang lebih aman untuk perjalanan sehari-hari, meski terlihat lebih “sedikit” di brosur.
Faktor Eksternal yang Bisa Menurunkan Jarak Tempuh
Selain standar pengujian, beberapa faktor mempengaruhi performa baterai:
- AC menyala terus di cuaca panas
- Muatan penuh penumpang atau barang
- Tekanan ban kurang optimal
Baterai 50 kWh butuh manajemen energi lebih cermat dibanding baterai besar >70 kWh. Dengan pengaturan tepat, pengemudi tetap bisa mendekati angka WLTP.
Jadi, Mana yang Harus Dipercaya?
Angka 440 km (CLTC) dan 345 km (WLTP) sama-sama sah sesuai pengujiannya. Namun, untuk perhitungan jarak tempuh sehari-hari, WLTP memberi gambaran yang lebih realistis.
Jadi, sebelum membeli mobil listrik, pahami standar pengujian dan sesuaikan ekspektasi dengan gaya berkendara agar perjalanan tetap nyaman dan aman.(*)









