China Ciptakan “Microwave Pembunuh Satelit” Mini

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Satelit. (Sumber/Google)

Ilustrasi Satelit. (Sumber/Google)

TEKNOLOGI,JS- Perlombaan senjata antariksa kini memasuki fase baru yang lebih senyap namun berdaya rusak tinggi. Seiring meningkatnya ketergantungan dunia pada satelit, China mengembangkan teknologi gelombang mikro berdaya tinggi (high-power microwave atau HPM) yang mampu melumpuhkan satelit tanpa menimbulkan ledakan fisik.

Perlombaan Antariksa Masuk Fase Baru

Pada satu sisi, kompetisi global di sektor pertahanan luar angkasa tidak lagi sebatas peluncuran satelit dan misi eksplorasi. Di sisi lain, negara-negara besar memproduksi sistem yang dapat mengganggu atau menonaktifkan satelit lawan secara elektronik.

Baca Juga :  Siap Digitalisasi! Telkom Ajak Mahasiswa Magang di Digistar 2026

Dalam konteks tersebut, komunitas internasional menyoroti pengembangan perangkat HPM generasi terbaru.

Perangkat Lebih Ringkas, Mobilitas Lebih Tinggi

Baru-baru ini, tim peneliti militer China di Northwest Institute of Nuclear Technology (NINT) di Xi’an menciptakan penggerak gelombang mikro yang jauh lebih kecil dibanding sistem sebelumnya. Mereka memberi kode TPG1000Cs pada perangkat tersebut.

Jika sebelumnya sistem HPM konvensional berukuran besar dan sulit dipindahkan, kini TPG1000Cs memiliki panjang sekitar empat meter dan berat lima ton. Militer dapat memasang perangkat ini pada berbagai platform dengan mudah.

Mengutip laporan Euronews (6/2/2026), teknologi ini menandai lompatan signifikan dalam pengembangan senjata gelombang mikro modern.

Daya 20 Gigawatt, Melebihi Ambang Gangguan Satelit

Selanjutnya, studi yang terbit di jurnal High Power Laser and Particle Beams pada 13 Januari 2026 menyatakan TPG1000Cs mampu menghasilkan pulsa listrik hingga 20 gigawatt.

Sebagai perbandingan, para pakar memperkirakan gangguan terhadap sistem elektronik satelit di orbit rendah bumi (Low Earth Orbit/LEO) hanya membutuhkan daya sekitar 1 gigawatt dari darat. Artinya, TPG1000Cs mampu melampaui kebutuhan minimum untuk mengacaukan satelit.

Baca Juga :  Smartphone Masa Depan: Starlink Phone Online Tanpa Operator

Dengan demikian, konstelasi satelit orbit rendah, termasuk sistem komunikasi global seperti Starlink, berpotensi menjadi target dalam skenario konflik modern.

Terobosan Material dan Desain Internal

Lebih lanjut, peneliti memanfaatkan material isolasi cair khusus bernama Midel 7131. Mereka memadukan dielektrik cair berdensitas energi tinggi dengan jalur pembentuk pulsa lebar ganda.

Melalui pendekatan ini, tim riset mengecilkan ukuran transformator Tesla tanpa mengurangi kinerja. Alhasil, perangkat tetap menghasilkan energi tinggi dalam bentuk yang lebih kompak dan efisien.

Uji Stabilitas: 200 Ribu Pulsa dalam Satu Menit

Tak hanya itu, pengujian menunjukkan perangkat beroperasi stabil selama satu menit penuh dan melepaskan sekitar 200.000 pulsa secara konsisten.

Sebagai perbandingan, teknologi sebelumnya hanya bertahan beberapa detik sebelum kehilangan stabilitas. Oleh karena itu, peningkatan stabilitas membuat perangkat lebih efektif saat digunakan di lapangan.

Alternatif Tanpa Puing Antariksa

Secara strategis, senjata gelombang mikro menawarkan pendekatan berbeda dibanding rudal anti-satelit berbasis kinetik. Jika rudal konvensional menghancurkan target secara fisik dan menimbulkan puing antariksa, maka gelombang mikro merusak sirkuit elektronik di satelit tanpa ledakan.

Dengan kata lain, metode ini tidak menciptakan serpihan yang mengorbit dan mengancam satelit lain.

Keunggulan Taktis dan Efek Penyangkalan

Selain itu, serangan elektronik jenis ini memberi ruang penyangkalan yang lebih luas. Gangguan akibat gelombang mikro terlihat seperti kerusakan teknis biasa, sehingga pihak lain sulit membuktikan aksi militer.

Pada akhirnya, kondisi ini memberi keuntungan taktis sekaligus mengurangi kecaman internasional terkait sampah antariksa.

Dampak bagi Keamanan Global

Akhirnya, dengan semakin padatnya orbit rendah bumi oleh satelit komunikasi, navigasi, dan penginderaan, setiap terobosan teknologi militer di sektor ini mengubah peta keamanan global.

China menegaskan posisi dominannya dalam babak baru perlombaan antariksa, bergerak ke arah perang elektronik yang tersembunyi namun memiliki dampak strategis besar bagi stabilitas internasional.(*)

Berita Terkait

Pajak Marketplace Ditunda 2 Bulan! Seller Online Siap Hadapi Aturan Baru November 2026
Pendapatan YouTube AdSense Tidak Masuk? Ini Penyebab, Jadwal Pencairan, dan Cara Mengatasinya
Bareskrim Ungkap Modus Baru Judi Online: Deposit Pakai Pulsa, Anak Jadi Sasaran Risiko
Instagram Reels Tidak Dibayar per View? Ini Cara Monetisasi Terbaru agar Konten Tetap Menghasilkan Uang
Data Pribadi Bocor? Ini Cara Melindungi NIK, Rekening, OTP, dan Jejak Digital dari Penipuan Online
Limit Transfer myBCA Naik hingga Rp500 Juta, Ini Cara Atur dan Fitur Baru BCA yang Perlu Nasabah Tahu
Meta Perketat Keamanan Facebook dan Instagram, Jutaan Akun Penipu Diblokir
Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini ke Rupiah: 1 Ringgit Tembus Rp4.372, Simak Nilai Tukar dan Konversinya
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Pajak Marketplace Ditunda 2 Bulan! Seller Online Siap Hadapi Aturan Baru November 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Pendapatan YouTube AdSense Tidak Masuk? Ini Penyebab, Jadwal Pencairan, dan Cara Mengatasinya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Bareskrim Ungkap Modus Baru Judi Online: Deposit Pakai Pulsa, Anak Jadi Sasaran Risiko

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Instagram Reels Tidak Dibayar per View? Ini Cara Monetisasi Terbaru agar Konten Tetap Menghasilkan Uang

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Data Pribadi Bocor? Ini Cara Melindungi NIK, Rekening, OTP, dan Jejak Digital dari Penipuan Online

Berita Terbaru