INTERNASIONAL,JS- Nilai tukar Ringgit Malaysia (MYR) terhadap Rupiah Indonesia (IDR) kembali menjadi perhatian pada Selasa, 29 September 2026. Pergerakan kurs ini penting bagi masyarakat yang bekerja atau bertransaksi dengan Malaysia, termasuk pekerja migran, pelaku usaha, wisatawan, keluarga penerima kiriman uang, hingga masyarakat yang rutin melakukan pertukaran mata uang.
Pada perdagangan hari ini, nilai 1 Ringgit Malaysia berada di sekitar Rp4.410 berdasarkan kurs tengah pasar. Data riwayat kurs Wise menunjukkan nilai tengah MYR/IDR sekitar Rp4.409,77 pada 29 September 2026. Dalam tujuh hari terakhir, pasangan mata uang tersebut bergerak pada kisaran sekitar Rp4.366 hingga Rp4.410 per Ringgit.
Sementara itu, Bank Indonesia mencatat kurs transaksi MYR pada level Rp4.373,67 untuk kurs beli dan Rp4.423,04 untuk kurs jual. Artinya, masyarakat perlu memahami jenis kurs yang mereka lihat sebelum menghitung jumlah Rupiah yang akan diterima atau Ringgit yang harus dibayarkan.
Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini
Jika menggunakan nilai tengah pasar sekitar Rp4.410, maka perhitungan sederhananya menjadi sebagai berikut:
Nominal Ringgit- Perkiraan Rupiah
- RM1- Rp4.410
- RM5- Rp22.050
- RM10- Rp44.100
- RM20- Rp88.200
- RM50- Rp220.500
- RM100- Rp441.000
- RM200- Rp882.000
- RM500- Rp2.205.000
- RM1.000- Rp4.410.000
- RM2.000- Rp8.820.000
- RM5.000- Rp22.050.000
Angka tersebut hanya memberikan gambaran berdasarkan kurs tengah. Saat seseorang menukar uang di bank, money changer, atau layanan transfer, hasil akhirnya dapat berbeda karena setiap penyedia menggunakan kurs transaksi dan struktur biaya masing-masing.
Bank Indonesia Catat Kurs MYR di Atas Rp4.370
Bank Indonesia menjadi salah satu acuan penting untuk melihat perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing.
Pada pembaruan 29 September 2026, BI mencatat MYR dengan nilai 1 Ringgit. Kurs jual berada di Rp4.423,04, sedangkan kurs beli berada di Rp4.373,67.
Perbedaan tersebut muncul karena bank menggunakan dua sisi harga dalam transaksi valuta asing.
Ketika lembaga keuangan membeli Ringgit dari nasabah, lembaga tersebut menggunakan kurs beli. Sebaliknya, ketika nasabah membeli Ringgit dari lembaga keuangan, transaksi tersebut menggunakan kurs jual.
Karena itu, masyarakat tidak bisa langsung memakai angka kurs tengah pasar untuk memperkirakan jumlah uang tunai yang mereka terima di loket penukaran.
Apa Arti Kurs Beli dan Kurs Jual?
Perbedaan kurs beli dan kurs jual sering membuat masyarakat salah menghitung hasil penukaran uang.
Secara sederhana, kurs beli menunjukkan harga ketika bank atau penyedia valuta membeli mata uang asing dari nasabah.
Contohnya, seseorang membawa Ringgit Malaysia dan ingin menukarnya menjadi Rupiah. Penyedia penukaran akan menggunakan kurs beli yang berlaku pada saat transaksi.
Sebaliknya, kurs jual berlaku ketika seseorang ingin membeli Ringgit menggunakan Rupiah.
Misalnya, Anda membutuhkan RM1.000 untuk perjalanan ke Malaysia. Jumlah Rupiah yang harus Anda siapkan akan mengikuti kurs jual dari bank atau money changer yang Anda pilih.
Karena itu, kurs jual biasanya lebih tinggi daripada kurs beli.
Mengapa Kurs di Bank Bisa Berbeda dengan Kurs Tengah?
Kurs tengah pasar memberikan gambaran nilai pertukaran mata uang di pasar. Namun, masyarakat tidak selalu bertransaksi langsung menggunakan angka tersebut.
Bank dan penyedia jasa valuta asing menetapkan kurs transaksi masing-masing. Mereka juga dapat memperbarui harga secara berkala mengikuti pergerakan pasar.
BCA, misalnya, menyediakan informasi kurs valas dan menjelaskan bahwa nilai kurs dapat berubah selama proses transaksi.
Kondisi tersebut membuat angka yang muncul pada aplikasi, situs web, money changer, dan loket bank dapat berbeda dalam waktu yang sama.
Selain itu, biaya administrasi atau biaya layanan juga dapat memengaruhi jumlah akhir yang diterima nasabah.
Pergerakan MYR/IDR dalam Sepekan
Pergerakan Ringgit terhadap Rupiah pada pekan terakhir menunjukkan perubahan yang relatif terbatas, tetapi tetap terdapat selisih antarsesi.
Data riwayat kurs Wise menunjukkan nilai MYR/IDR dalam tujuh hari terakhir bergerak dari sekitar Rp4.366,12 hingga Rp4.409,77. Rata-rata tujuh harinya berada di sekitar Rp4.390,82.
Data tersebut memperlihatkan bahwa perubahan beberapa puluh Rupiah per Ringgit dapat terjadi dalam waktu relatif singkat.
Bagi masyarakat yang menukar nominal besar, selisih kecil pada setiap Ringgit dapat menghasilkan perbedaan nilai transaksi yang cukup terasa.
Sebagai contoh, selisih Rp40 pada kurs untuk transaksi RM1.000 menghasilkan perbedaan sekitar Rp40.000.
Oleh sebab itu, orang yang membutuhkan Ringgit dalam jumlah besar perlu memeriksa kurs terbaru sebelum melakukan transaksi.
Simulasi RM100 ke Rupiah
Dengan menggunakan kurs tengah sekitar Rp4.410, pemegang RM100 memiliki nilai setara sekitar:
- RM100 × Rp4.410 = Rp441.000.
Namun, nilai tersebut bukan jaminan bahwa money changer akan membayar tepat Rp441.000.
Jika penyedia menggunakan kurs beli yang lebih rendah, hasil penukaran juga ikut turun.
Karena itu, masyarakat sebaiknya melihat angka kurs beli ketika ingin menjual Ringgit dan melihat kurs jual ketika ingin membeli Ringgit.
Simulasi RM500 ke Rupiah
Untuk RM500, perhitungan menggunakan kurs tengah sekitar Rp4.410 menghasilkan:
- RM500 × Rp4.410 = Rp2.205.000.
Nilai aktual di bank atau money changer dapat berbeda.
Sebelum menukar uang, calon nasabah sebaiknya menanyakan dua hal sekaligus, yaitu kurs yang berlaku dan biaya transaksi. Langkah tersebut membantu menghindari perbedaan antara perhitungan awal dengan jumlah uang yang diterima.
Simulasi RM1.000 ke Rupiah
Bagi pekerja atau keluarga yang menerima kiriman dalam jumlah lebih besar, nominal RM1.000 juga sering menjadi patokan.
Dengan kurs Rp4.410, perhitungannya menjadi:
- RM1.000 × Rp4.410 = Rp4.410.000.
Sekali lagi, angka tersebut menggunakan kurs tengah sebagai simulasi.
Jika transaksi menggunakan kurs beli BI sebesar Rp4.373,67, misalnya, nilai matematis RM1.000 menjadi sekitar Rp4.373.670 sebelum memperhitungkan biaya transaksi.
Perbedaan tersebut menunjukkan mengapa masyarakat perlu membedakan kurs tengah dan kurs transaksi.
Kurs Acuan MYR/IDR BI Berada di Rp4.398 dalam Transaksi Swap
Bank Indonesia juga mencantumkan kurs acuan non-USD/IDR sebesar Rp4.398 per MYR dalam pengumuman transaksi swap lindung nilai perdagangan internasional pada 29 September 2026.
Angka tersebut memiliki konteks transaksi yang berbeda dari kurs beli dan kurs jual untuk kebutuhan penukaran masyarakat.
Dengan demikian, pembaca sebaiknya tidak mencampurkan kurs acuan transaksi tertentu dengan kurs yang berlaku di loket bank atau money changer.
Perbedaan konteks tersebut penting terutama ketika artikel kurs digunakan sebagai dasar perhitungan transaksi bisnis.
Kenapa Kurs Ringgit Penting bagi Masyarakat Indonesia?
Hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia membuat perubahan MYR/IDR memiliki dampak langsung bagi sebagian masyarakat.
Pekerja Indonesia di Malaysia, misalnya, perlu memperhatikan nilai Ringgit ketika mengirim uang kepada keluarga di Indonesia.
Begitu pula pelaku usaha yang membeli barang dari Malaysia. Perubahan kurs dapat mengubah biaya pembelian ketika mereka menghitung transaksi dalam Rupiah.
Wisatawan juga perlu memperhatikan kurs sebelum menyiapkan anggaran perjalanan.
Misalnya, seseorang memiliki anggaran Rp4,4 juta. Dengan kurs sekitar Rp4.410 per Ringgit, nilai tersebut secara kasar setara dengan sekitar RM998 sebelum biaya penukaran.
Perhitungan seperti ini dapat membantu seseorang menentukan kebutuhan uang tunai selama berada di Malaysia.
Cara Menghitung Ringgit ke Rupiah
Cara menghitung MYR ke IDR sebenarnya cukup sederhana.
Gunakan rumus:
Jumlah Ringgit × kurs Rupiah per Ringgit = nilai Rupiah.
Contohnya, jika seseorang memiliki RM250 dan memakai kurs tengah Rp4.410, maka:
- RM250 × Rp4.410 = Rp1.102.500.
Jika transaksi menggunakan kurs beli tertentu, gunakan angka kurs beli tersebut untuk memperoleh simulasi yang lebih dekat dengan jumlah uang yang akan diterima.
Sebaliknya, gunakan kurs jual jika Anda ingin mengetahui kebutuhan Rupiah ketika membeli Ringgit.
Jangan Hanya Melihat Angka Kurs Tertinggi
Ketika mencari tempat penukaran uang, masyarakat tidak cukup hanya membandingkan satu angka.
Jika Anda menjual Ringgit, fokuskan perhatian pada kurs beli.
Jika Anda membeli Ringgit, perhatikan kurs jual.
Selain itu, periksa biaya administrasi, potongan, dan ketentuan pecahan uang. Beberapa penyedia juga dapat menerapkan ketentuan berbeda untuk transaksi tunai dan non-tunai.
Dengan membandingkan total Rupiah yang keluar atau masuk, Anda bisa memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai biaya transaksi.(*)










