Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dua nelayan saat dievakuasi tim SAR

Dua nelayan saat dievakuasi tim SAR

TANJABBAR,JS- Dua nelayan asal Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, sempat membuat keluarga cemas setelah tidak kunjung pulang dari aktivitas melaut.

Angga, 31 tahun, dan Edo, 26 tahun, berangkat melaut pada Minggu, 27 September 2026, sekitar pukul 06.00 WIB. Keduanya menjalankan aktivitas seperti biasa dengan perkiraan kembali ke daratan pada sore hari.

Namun, waktu terus berjalan.

Hingga Senin siang, 28 September 2026, Angga dan Edo belum juga kembali ke rumah. Keluarga juga kesulitan menghubungi keduanya.

Kondisi tersebut kemudian memicu laporan kepada pihak terkait. Tim pencarian dan pertolongan langsung bergerak untuk mencari keberadaan kedua nelayan tersebut di wilayah perairan Ambang Luar, Tanjung Jabung Barat.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Senin sore.

Tim SAR gabungan menemukan Angga dan Edo dalam kondisi selamat. Keduanya bertahan di tengah perairan sebelum tim menemukan mereka sekitar pukul 15.50 WIB.

Meski selamat, kedua nelayan terlihat lemas karena kelelahan setelah berada cukup lama di laut.

Berangkat Melaut Sejak Minggu Pagi

Angga dan Edo berangkat dari kawasan Kampung Nelayan pada Minggu pagi.

Sekitar pukul 06.00 WIB, keduanya menuju perairan untuk menjalankan aktivitas mencari ikan. Tidak ada tanda-tanda khusus yang membuat keluarga menduga keduanya akan mengalami persoalan di laut.

Biasanya, aktivitas melaut mereka berakhir pada hari yang sama.

Keluarga pun menunggu kepulangan keduanya pada Minggu sore.

Akan tetapi, hingga waktu yang diperkirakan, Angga dan Edo belum kembali.

Keluarga kemudian mencoba menghubungi keduanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Situasi semakin mengkhawatirkan ketika keduanya belum juga terlihat hingga Senin.

Karena itu, pihak keluarga bersama warga kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada ketua RT setempat.

Laporan tersebut menjadi awal dimulainya operasi pencarian terhadap dua nelayan Tanjab Barat tersebut.

Tim SAR Langsung Bergerak Cari Dua Nelayan

Setelah menerima laporan, Unit Siaga SAR Tungkal langsung mengambil langkah pencarian.

Sebanyak delapan personel bergerak menuju wilayah perairan yang menjadi lokasi dugaan aktivitas kedua nelayan.

Tim kemudian menyisir area laut dengan memperluas jangkauan pencarian.

Petugas menempuh jarak hingga sekitar 46 mil laut dalam proses pencarian. Jarak tersebut menunjukkan luasnya wilayah yang harus diperiksa tim untuk menemukan keberadaan Angga dan Edo.

Pencarian berlangsung dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan informasi terakhir mengenai keberadaan kedua nelayan.

Tim juga berkoordinasi dengan berbagai unsur untuk mempercepat proses pencarian.

Selain Unit Siaga SAR Tungkal, operasi tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat.

Baca Juga :  Over Target, Program Pemutihan PKB Kendaraan di Jambi Berakhir

Keterlibatan banyak unsur membantu memperluas jangkauan pencarian di wilayah perairan Tanjung Jabung Barat.

Pencarian Berlangsung hingga 46 Mil Laut

Operasi pencarian terhadap nelayan hilang membutuhkan penyisiran wilayah yang cukup luas.

Tim SAR tidak hanya memeriksa titik keberangkatan, tetapi juga memperluas pencarian berdasarkan kemungkinan arah pergerakan perahu.

Penyisiran berlangsung di kawasan perairan Ambang Luar.

Petugas terus mencari tanda-tanda keberadaan Angga dan Edo.

Di sisi lain, keluarga dan warga Kampung Nelayan menunggu kabar dari tim SAR.

Situasi tersebut membuat proses pencarian berlangsung penuh perhatian. Setiap informasi dari lapangan menjadi bagian penting dalam menentukan arah pencarian berikutnya.

Tim kemudian menemukan titik keberadaan kedua nelayan pada Senin sore.

Angga dan Edo Ditemukan Selamat

Setelah beberapa jam melakukan pencarian, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Angga dan Edo sekitar pukul 15.50 WIB.

Keduanya berada dalam kondisi selamat.

Namun, tim melihat kondisi fisik keduanya cukup lemas. Keduanya mengalami kelelahan setelah menghadapi situasi di laut dan menunggu pertolongan.

Penemuan tersebut langsung disambut lega oleh keluarga dan masyarakat yang mengikuti perkembangan pencarian.

Tim SAR kemudian melakukan evakuasi terhadap kedua nelayan.

Petugas membawa Angga dan Edo menuju daratan untuk memastikan keduanya dapat kembali ke keluarga dengan aman.

Proses evakuasi berjalan hingga keduanya tiba di Dermaga WFC Kuala Tungkal sekitar pukul 16.40 WIB.

Dengan demikian, pencarian yang berlangsung sejak laporan kehilangan masuk akhirnya menemukan titik terang.

Tiba di Dermaga Kuala Tungkal

Sesampainya di Dermaga WFC Kuala Tungkal, tim memastikan kondisi kedua nelayan sebelum membawa mereka kembali ke tempat tinggal.

Angga dan Edo kemudian melanjutkan perjalanan menuju rumah masing-masing di Desa Kampung Nelayan.

Kepulangan kedua nelayan tersebut sekaligus mengakhiri kekhawatiran keluarga setelah hampir seharian menunggu kabar keberadaan mereka.

Warga Kampung Nelayan juga mendapat kepastian bahwa kedua warganya berhasil kembali dalam keadaan selamat.

Peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya kecepatan laporan ketika nelayan tidak kunjung kembali sesuai waktu yang diperkirakan.

Operasi SAR Resmi Ditutup

Setelah Angga dan Edo ditemukan dalam kondisi selamat dan kembali menuju daratan, tim SAR gabungan menghentikan operasi pencarian.

Seluruh personel yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing.

Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Unit Siaga SAR Tungkal, TNI, Polri, BPBD hingga masyarakat.

Koordinasi lintas unsur menjadi bagian penting dalam proses pencarian kedua nelayan tersebut.

Pencarian juga menunjukkan tantangan operasi SAR di wilayah perairan. Tim harus memperluas area penyisiran hingga puluhan mil laut sebelum menemukan kedua nelayan.

Baca Juga :  Anak 11 Tahun Terseret Arus di Sungai Buntung di Jambi

Pentingnya Segera Melapor Ketika Nelayan Belum Pulang

Peristiwa yang dialami Angga dan Edo menjadi pengingat bagi keluarga nelayan untuk segera melapor ketika anggota keluarga belum kembali sesuai waktu yang diperkirakan.

Laporan lebih cepat dapat membantu petugas menentukan langkah pencarian sejak awal.

Informasi mengenai lokasi keberangkatan, waktu berangkat, tujuan melaut, jenis perahu, hingga kontak terakhir dapat membantu tim SAR menentukan area pencarian.

Dalam kondisi darurat di laut, waktu menjadi faktor penting.

Karena itu, keluarga dan masyarakat perlu segera berkoordinasi dengan pihak terkait ketika muncul kekhawatiran terhadap keselamatan nelayan.

Koordinasi antara masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan dan tim SAR juga membantu mempercepat respons ketika terjadi keadaan darurat.

Kronologi Singkat Hilangnya Dua Nelayan Tanjab Barat

Berikut rangkaian kejadian berdasarkan informasi yang tersedia:

  • Minggu, 27 September 2026 sekitar pukul 06.00 WIB: Angga dan Edo berangkat melaut dari kawasan Kampung Nelayan.
  • Minggu sore: Keduanya diperkirakan kembali, tetapi belum tiba di rumah.
  • Senin, 28 September 2026: Keluarga belum mendapat kabar dan kesulitan menghubungi keduanya.
  • Senin: Ketua RT setempat melaporkan kondisi tersebut kepada pihak terkait.
  • Senin: Unit Siaga SAR Tungkal mengerahkan delapan personel untuk melakukan pencarian.
  • Proses pencarian: Tim SAR gabungan menyisir wilayah perairan hingga sekitar 46 mil laut.
  • Senin sekitar pukul 15.50 WIB: Tim menemukan Angga dan Edo dalam kondisi selamat.
  • Sekitar pukul 16.40 WIB: Kedua nelayan tiba di Dermaga WFC Kuala Tungkal.
  • Setelah itu: Angga dan Edo kembali ke rumah masing-masing di Desa Kampung Nelayan.
  • Selanjutnya: Tim SAR menutup operasi dan personel kembali ke satuan masing-masing.

Dua Nelayan Selamat, Keluarga Akhirnya Bernapas Lega

Penemuan Angga dan Edo dalam kondisi selamat menjadi akhir dari pencarian yang sempat membuat keluarga dan warga Kampung Nelayan cemas.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan keduanya setelah melakukan penyisiran wilayah perairan hingga puluhan mil laut.

Keduanya kemudian kembali ke daratan dan berkumpul bersama keluarga.

Peristiwa ini juga memperlihatkan tantangan yang dihadapi nelayan ketika menjalankan aktivitas di laut. Kondisi cuaca, jarak dari daratan, komunikasi, serta luasnya wilayah perairan dapat menjadi faktor yang menyulitkan pencarian ketika terjadi keadaan darurat.

Karena itu, kewaspadaan dan komunikasi antara nelayan, keluarga, serta pihak terkait tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan selama aktivitas melaut.

Bagi keluarga Angga dan Edo, kabar tersebut akhirnya membawa kelegaan setelah menunggu dengan penuh kecemasan.

Kedua nelayan asal Kampung Nelayan itu kini telah kembali ke rumah dalam kondisi selamat.(*)

Berita Terkait

Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan
Wako Alfin Sidak BPBD Sungai Penuh, Pastikan Tim Siaga Hadapi Ancaman Bencana
Karhutla Jambi Meningkat, 14 Sumur Bor Diusulkan untuk Kawasan Gambut
Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Segera Berakhir, Ini Syarat dan Ketentuan pengajuan Perpanjangan Kontrak
26 ASN Sungai Penuh Jalani Ujian Dinas, BKPSDM:Untuk Persamaan Ijazah dan Kenaikan Pangkat
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
Wujud Kepedulian Pemkot Sungai Penuh, Wawako Azhar Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Balita Stunting
RUPS LB Bank Jambi Bahas Jabatan Direksi hingga Komisaris, Ini Harapan untuk Layanan Digital
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 19:15 WIB

Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil

Rabu, 30 September 2026 - 16:30 WIB

Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan

Rabu, 30 September 2026 - 16:01 WIB

Wako Alfin Sidak BPBD Sungai Penuh, Pastikan Tim Siaga Hadapi Ancaman Bencana

Rabu, 30 September 2026 - 13:01 WIB

Karhutla Jambi Meningkat, 14 Sumur Bor Diusulkan untuk Kawasan Gambut

Rabu, 30 September 2026 - 12:03 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Segera Berakhir, Ini Syarat dan Ketentuan pengajuan Perpanjangan Kontrak

Berita Terbaru