BISNIS,JS- Menempatkan Rp100 juta dalam deposito bisa menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menyimpan dana dengan risiko relatif rendah. Namun, sebelum menentukan bank, calon nasabah perlu membandingkan suku bunga, jangka waktu simpanan, serta hasil bersih setelah pajak.
Empat bank besar, yakni Bank Central Asia (BCA), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Mandiri, menawarkan suku bunga deposito yang berbeda. Perbedaan tersebut memengaruhi besarnya bunga yang bisa diperoleh nasabah selama menyimpan dana.
Berdasarkan data suku bunga yang tercantum dalam bahan acuan, tingkat bunga deposito di empat bank tersebut berkisar antara 2,25% hingga 3,00% per tahun, tergantung tenor yang dipilih.
Lantas, berapa perkiraan bunga yang bisa diperoleh jika nasabah menyimpan dana Rp100 juta selama satu bulan, tiga bulan, enam bulan, atau satu tahun?
Perbandingan Suku Bunga Deposito Empat Bank
Sebelum menghitung potensi keuntungan, calon nasabah perlu memahami tingkat bunga yang ditawarkan masing-masing bank. Tenor menjadi salah satu faktor penting karena suku bunga untuk simpanan jangka pendek belum tentu sama dengan simpanan jangka panjang.
1. Suku bunga deposito BRI
BRI menawarkan bunga deposito sebesar 3,00% per tahun untuk tenor satu, tiga, dan enam bulan. Untuk tenor 12 bulan, tingkat bunganya mencapai 2,50% per tahun.
Dalam data acuan, BRI mencantumkan suku bunga tersebut berdasarkan informasi pada laman resminya yang terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2026. BRI juga tidak lagi membedakan tingkat bunga berdasarkan nominal simpanan dalam skema yang menjadi acuan ini.
Dengan bunga 3,00% per tahun, deposito Rp100 juta di BRI berpotensi menghasilkan bunga kotor Rp3 juta apabila nasabah menyimpan dana selama satu tahun penuh pada tingkat bunga tersebut. Namun, untuk tenor 12 bulan dengan bunga 2,50%, estimasi bunga kotornya mencapai Rp2,5 juta.
2. Suku bunga deposito BCA
BCA menawarkan bunga deposito sebesar 2,75% per tahun untuk tenor satu dan tiga bulan. Sementara itu, tenor enam dan 12 bulan memiliki tingkat bunga 3,00% per tahun untuk simpanan di bawah Rp2 miliar sesuai data acuan.
Informasi tersebut mengacu pada suku bunga yang berlaku efektif sejak 1 April 2026.
Jika nasabah menempatkan Rp100 juta selama 12 bulan dengan bunga 3,00% per tahun, estimasi bunga kotor mencapai Rp3 juta. Angka ini menjadi yang tertinggi di antara simulasi tenor 12 bulan pada empat bank yang dibandingkan.
Meski demikian, nasabah tetap perlu memeriksa suku bunga terbaru sebelum membuka deposito. Bank dapat mengubah tingkat bunga sesuai kebijakan dan kondisi pasar.
3. Suku bunga deposito BNI
BNI menawarkan bunga deposito sebesar 2,25% per tahun untuk tenor satu bulan. Untuk tenor tiga bulan, bunganya mencapai 2,50%, sedangkan tenor enam bulan menawarkan 2,75% per tahun.
Adapun tenor 12 bulan memiliki bunga sebesar 2,50% per tahun berdasarkan data acuan. Informasi tersebut mencantumkan tanggal berlaku efektif 5 November 2025.
Perbedaan tingkat bunga berdasarkan tenor membuat nasabah perlu mempertimbangkan jangka waktu penyimpanan dana. Tenor enam bulan, misalnya, menawarkan bunga lebih tinggi daripada tenor satu maupun 12 bulan dalam skema tersebut.
Namun, calon deposan sebaiknya tidak hanya melihat angka bunga. Ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo, biaya yang mungkin timbul, serta kebutuhan likuiditas juga perlu masuk dalam pertimbangan.
4. Suku bunga deposito Bank Mandiri
Bank Mandiri menawarkan bunga deposito sebesar 2,25% per tahun untuk tenor satu dan tiga bulan. Sementara itu, tenor enam dan 12 bulan menawarkan bunga 2,50% per tahun.
Data acuan menyebutkan bahwa tingkat bunga tersebut tidak berubah sejak Juli 2025 berdasarkan pemantauan pada laman resmi Bank Mandiri hingga 5 Oktober 2026.
Dengan tingkat bunga 2,50% per tahun, deposito Rp100 juta untuk tenor 12 bulan menghasilkan estimasi bunga kotor Rp2,5 juta. Nilai ini setara dengan simulasi BRI dan BNI pada tenor yang sama, meskipun ketiganya memiliki perbedaan tingkat bunga pada sejumlah tenor lainnya.
Simulasi Bunga Deposito Rp100 Juta di BRI
Untuk memudahkan perbandingan, berikut estimasi bunga kotor berdasarkan tingkat bunga tahunan dalam data acuan. Perhitungan menggunakan pendekatan bulanan proporsional, yakni bunga tahunan dikalikan jumlah bulan dibagi 12.
| Tenor | Bunga per tahun | Estimasi bunga kotor | Pokok + bunga kotor |
|---|---|---|---|
| 1 bulan | 3,00% | Rp250.000 | Rp100.250.000 |
| 3 bulan | 3,00% | Rp750.000 | Rp100.750.000 |
| 6 bulan | 3,00% | Rp1.500.000 | Rp101.500.000 |
| 12 bulan | 2,50% | Rp2.500.000 | Rp102.500.000 |
Berdasarkan tabel tersebut, nasabah memperoleh estimasi bunga kotor Rp1,5 juta untuk tenor enam bulan. Sementara itu, tenor 12 bulan menghasilkan bunga kotor Rp2,5 juta karena tingkat bunga tahunannya lebih rendah daripada tenor enam bulan.
Simulasi Bunga Deposito Rp100 Juta di BCA
BCA menawarkan bunga 3,00% per tahun untuk tenor enam dan 12 bulan dalam data acuan. Berikut perhitungannya.
| Tenor | Bunga per tahun | Estimasi bunga kotor | Pokok + bunga kotor |
|---|---|---|---|
| 1 bulan | 2,75% | Rp229.167 | Rp100.229.167 |
| 3 bulan | 2,75% | Rp687.500 | Rp100.687.500 |
| 6 bulan | 3,00% | Rp1.500.000 | Rp101.500.000 |
| 12 bulan | 3,00% | Rp3.000.000 | Rp103.000.000 |
Simulasi tersebut menunjukkan potensi bunga kotor Rp3 juta apabila nasabah mempertahankan deposito Rp100 juta selama 12 bulan dengan tingkat bunga 3,00% per tahun.
Meski demikian, hasil aktual dapat berbeda karena bank menggunakan ketentuan perhitungan bunga dan jumlah hari yang berlaku pada produk masing-masing.
Simulasi Bunga Deposito Rp100 Juta di BNI
BNI menawarkan tingkat bunga yang berbeda untuk setiap tenor. Dalam data acuan, tenor enam bulan memiliki bunga 2,75% per tahun, sedangkan tenor 12 bulan menawarkan bunga 2,50% per tahun.
| Tenor | Bunga per tahun | Estimasi bunga kotor | Pokok + bunga kotor |
|---|---|---|---|
| 1 bulan | 2,25% | Rp187.500 | Rp100.187.500 |
| 3 bulan | 2,50% | Rp625.000 | Rp100.625.000 |
| 6 bulan | 2,75% | Rp1.375.000 | Rp101.375.000 |
| 12 bulan | 2,50% | Rp2.500.000 | Rp102.500.000 |
Dari simulasi tersebut, tenor enam bulan menghasilkan estimasi bunga kotor Rp1,375 juta. Jika memilih tenor 12 bulan, nasabah berpotensi memperoleh bunga kotor Rp2,5 juta selama satu tahun.
Nasabah tetap perlu memperhatikan tanggal jatuh tempo dan ketentuan perpanjangan deposito agar sesuai dengan rencana keuangan.
Simulasi Bunga Deposito Rp100 Juta di Mandiri
Bank Mandiri menawarkan bunga 2,25% per tahun untuk tenor satu dan tiga bulan. Adapun tenor enam dan 12 bulan memiliki bunga 2,50% per tahun dalam data acuan.
| Tenor | Bunga per tahun | Estimasi bunga kotor | Pokok + bunga kotor |
|---|---|---|---|
| 1 bulan | 2,25% | Rp187.500 | Rp100.187.500 |
| 3 bulan | 2,25% | Rp562.500 | Rp100.562.500 |
| 6 bulan | 2,50% | Rp1.250.000 | Rp101.250.000 |
| 12 bulan | 2,50% | Rp2.500.000 | Rp102.500.000 |
Berdasarkan perhitungan tersebut, deposito Rp100 juta dengan tenor 12 bulan di Bank Mandiri menghasilkan estimasi bunga kotor Rp2,5 juta. Nilai ini sama dengan simulasi BRI dan BNI untuk tenor satu tahun, tetapi lebih rendah daripada simulasi BCA yang menggunakan bunga 3,00% per tahun.
Berapa Bunga Bersih Setelah Pajak?
Nasabah perlu membedakan bunga kotor dan bunga bersih. Bunga kotor merupakan hasil sebelum pajak, sedangkan bunga bersih menunjukkan hasil setelah pemotongan pajak yang berlaku.
Untuk simulasi ini, perhitungan menggunakan asumsi PPh final sebesar 20% atas bunga deposito. Dengan asumsi tersebut, nasabah menerima 80% dari bunga kotor.
Berikut perbandingan estimasi hasil bersih untuk tenor 12 bulan.
| Bank | Bunga kotor | Pajak 20% | Bunga bersih | Total pokok + bunga bersih |
|---|---|---|---|---|
| BCA | Rp3.000.000 | Rp600.000 | Rp2.400.000 | Rp102.400.000 |
| BRI | Rp2.500.000 | Rp500.000 | Rp2.000.000 | Rp102.000.000 |
| BNI | Rp2.500.000 | Rp500.000 | Rp2.000.000 | Rp102.000.000 |
| Mandiri | Rp2.500.000 | Rp500.000 | Rp2.000.000 | Rp102.000.000 |
Tabel tersebut memperlihatkan bahwa simulasi BCA menghasilkan bunga bersih Rp2,4 juta dalam satu tahun. Sementara itu, BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing menghasilkan bunga bersih sekitar Rp2 juta berdasarkan tingkat bunga dalam data acuan.
Perlu diingat, perbandingan ini hanya berlaku jika tingkat bunga yang tercantum tetap berlaku selama tenor deposito dan nasabah memenuhi ketentuan produk.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuka Deposito
Sebelum menempatkan dana Rp100 juta, calon nasabah sebaiknya memeriksa beberapa hal penting.
Pertama, pastikan suku bunga terbaru melalui kanal resmi bank. Data dalam simulasi ini mengacu pada tanggal pembaruan yang berbeda, sehingga tidak seluruh angka mencerminkan perubahan yang mungkin terjadi setelah tanggal tersebut.
Kedua, pahami ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo. Sejumlah produk deposito dapat mengenakan penalti atau tidak membayar bunga sesuai ketentuan apabila nasabah mencairkan dana lebih awal.
Ketiga, periksa skema pembayaran bunga dan perpanjangan deposito. Nasabah perlu mengetahui apakah bank membayar bunga setiap bulan, saat jatuh tempo, atau mengikuti skema lain yang tersedia.
Keempat, perhatikan perlindungan simpanan. Nasabah dapat memeriksa ketentuan penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), termasuk batas nominal penjaminan dan persyaratan tingkat bunga yang memenuhi ketentuan LPS. Bunga yang melampaui tingkat bunga penjaminan dapat memengaruhi kelayakan penjaminan simpanan.
Selain itu, perhitungan dalam artikel ini menggunakan pendekatan satu bulan sebesar 1/12 dari satu tahun. Dalam praktiknya, bank dapat menghitung bunga berdasarkan jumlah hari aktual dan ketentuan produk, sehingga hasil akhirnya mungkin sedikit berbeda.(*)










