SPORT,JS- FIFA akhirnya merilis Team of the Tournament Piala Dunia 2026 setelah kompetisi terbesar sepak bola dunia berakhir di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pengumuman tersebut langsung menjadi sorotan publik karena menghadirkan sejumlah pilihan yang dianggap pantas, sekaligus memunculkan beberapa keputusan mengejutkan.
Susunan sebelas pemain terbaik ini menjadi bentuk apresiasi FIFA terhadap para pemain yang tampil paling konsisten sepanjang turnamen. Tim teknis FIFA menilai kontribusi setiap pemain berdasarkan performa individu, statistik pertandingan, pengaruh terhadap permainan tim, hingga pencapaian masing-masing negara.
Spanyol sebagai juara dunia dan Prancis sebagai runner-up sama-sama mendominasi daftar tersebut. Masing-masing negara mengirimkan tiga wakil ke dalam formasi 4-3-3 yang dipilih FIFA.
Namun demikian, satu nama justru menjadi pembicaraan terbesar setelah pengumuman resmi dilakukan.
FIFA Pilih Vozinha Sebagai Kiper Terbaik Best XI
Posisi penjaga gawang menjadi keputusan yang paling mengejutkan dalam FIFA Team of the Tournament World Cup 2026.
Alih-alih memilih Unai Simon yang membawa Spanyol menjadi juara dunia sekaligus meraih penghargaan Golden Glove, FIFA justru memasukkan Vozinha, kiper veteran asal Tanjung Verde.
Keputusan tersebut memicu diskusi luas di kalangan pecinta sepak bola dunia.
Meski usianya telah menginjak 40 tahun, Vozinha menunjukkan kualitas luar biasa sepanjang turnamen. Ia menjadi sosok penting yang membawa Tanjung Verde tampil kompetitif menghadapi negara-negara besar.
Salah satu penampilan terbaiknya terjadi saat menghadapi Spanyol pada fase grup. Ketika itu, Vozinha tampil gemilang dan berhasil menjaga gawangnya tetap steril sehingga pertandingan berakhir tanpa gol.
Sepanjang turnamen, ia membukukan 18 penyelamatan, angka yang menempatkannya di jajaran penjaga gawang terbaik berdasarkan efektivitas penyelamatan.
Sementara itu, Orlando Gill dari Paraguay mencatat jumlah penyelamatan terbanyak dengan 28 kali, tetapi statistik tersebut tidak cukup membawanya masuk ke dalam Best XI FIFA.
Lini Belakang Didominasi Spanyol
FIFA memilih empat pemain untuk memperkuat lini pertahanan.
Komposisi tersebut terdiri atas:
- Pedro Porro (Spanyol)
- Marc Cucurella (Spanyol)
- Dayot Upamecano (Prancis)
- Lisandro Martinez (Argentina)
Porro dan Cucurella tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga final. Keduanya berperan besar menjaga keseimbangan permainan Spanyol, baik ketika bertahan maupun saat membangun serangan dari sisi lapangan.
Pertahanan Spanyol sendiri menjadi salah satu yang terbaik sepanjang turnamen karena hanya kebobolan satu gol.
Sementara itu, Dayot Upamecano menunjukkan performa solid bersama Prancis. Bek tengah tersebut menjadi pemain penting yang membantu Les Bleus melangkah hingga partai final.
Di sisi lain, Lisandro Martinez tampil penuh determinasi bersama Argentina. Sebelum mengalami cedera pada laga final, bek Manchester United tersebut selalu menjadi pilihan utama Lionel Scaloni.
Keputusan FIFA Memicu Perdebatan
Meskipun demikian, keputusan FIFA tidak sepenuhnya diterima seluruh penggemar sepak bola.
Banyak pihak mempertanyakan absennya dua bek Spanyol, yakni Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi.
Padahal, Laporte tampil konsisten sepanjang turnamen.
Sementara itu, Cubarsi bahkan berhasil membawa pulang penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 berkat penampilan impresifnya di usia yang masih sangat muda.
Perdebatan tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan untuk masuk ke dalam Team of the Tournament.
Rodri Kembali Jadi Motor Permainan
Lini tengah dalam Best XI FIFA dipenuhi pemain yang tampil luar biasa sejak awal kompetisi.
FIFA memilih:
- Rodri (Spanyol)
- Jude Bellingham (Inggris)
- Michael Olise (Prancis)
Rodri menjadi pemain paling menonjol.
Ia tidak hanya mengatur tempo permainan Spanyol, tetapi juga menjadi sosok yang mampu menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Berkat kontribusinya, FIFA menganugerahkan penghargaan Golden Ball kepada gelandang Manchester City tersebut sebagai pemain terbaik sepanjang turnamen.
Michael Olise Ukir Rekor Assist
Michael Olise juga layak mendapatkan tempat di lini tengah.
Pemain Prancis tersebut menjadi kreator utama serangan Les Bleus.
Sepanjang turnamen, Olise mencatat tujuh assist, hanya terpaut satu assist dari rekor sepanjang masa milik legenda Prancis Raymond Kopa yang bertahan sejak Piala Dunia 1958.
Kemampuan membaca ruang, memberikan umpan terobosan, hingga menciptakan peluang membuatnya menjadi salah satu gelandang paling berbahaya selama kompetisi berlangsung.
Jude Bellingham Tampil Tajam
Jude Bellingham kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia.
Pemain Inggris tersebut tidak hanya piawai mengatur permainan, tetapi juga produktif mencetak gol.
Bellingham mengakhiri turnamen dengan koleksi tujuh gol, sehingga finis di posisi ketiga dalam perebutan Golden Boot.
Kontribusinya menjadi bukti bahwa gelandang modern kini memiliki peran yang jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya.
Mbappe Raih Golden Boot
Lini depan Team of the Tournament dipenuhi pemain kelas dunia.
Tiga nama yang dipilih FIFA ialah:
- Kylian Mbappe
- Lionel Messi
- Erling Haaland
Kylian Mbappe menjadi bintang utama.
Penyerang Prancis tersebut mengakhiri turnamen dengan 10 gol dan empat assist.
Catatan itu membuatnya meraih penghargaan Golden Boot sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026.
Lebih dari itu, Mbappe juga mencatat sejarah baru sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia dengan total 22 gol dari tiga edisi.
Rekor tersebut semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola dunia.
Messi Masih Sulit Tergantikan
Di usia 39 tahun, Lionel Messi kembali membuktikan bahwa kualitas tidak mengenal batas usia.
Kapten Argentina itu berhasil membawa Albiceleste melangkah hingga partai final.
Sepanjang kompetisi, Messi mencatat:
- 8 gol
- 4 assist
Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa sang megabintang masih mampu menjadi pembeda pada level tertinggi sepak bola internasional.
Pengalaman, visi bermain, serta kemampuan menciptakan peluang membuat Messi tetap menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di dunia.
Haaland Lengkapi Trio Penyerang Elite
Erling Haaland melengkapi lini depan Team of the Tournament.
Striker Norwegia tersebut tampil luar biasa dengan torehan tujuh gol.
Ketajamannya di depan gawang menjadi faktor utama keberhasilan Norwegia tampil kompetitif menghadapi sejumlah negara unggulan.
Pergerakan tanpa bola, kekuatan fisik, dan penyelesaian akhir yang efektif membuat Haaland layak memperoleh tempat dalam Best XI FIFA.
Daftar Lengkap FIFA Team of the Tournament Piala Dunia 2026
Formasi: 4-3-3
Penjaga Gawang
- Vozinha (Tanjung Verde)
Bek
- Pedro Porro (Spanyol)
- Dayot Upamecano (Prancis)
- Lisandro Martinez (Argentina)
- Marc Cucurella (Spanyol)
Gelandang
- Rodri (Spanyol)
- Jude Bellingham (Inggris)
- Michael Olise (Prancis)
Penyerang
- Lionel Messi (Argentina)
- Kylian Mbappe (Prancis)
- Erling Haaland (Norwegia)
Dominasi Spanyol dan Prancis Jadi Bukti Konsistensi
Komposisi Team of the Tournament memperlihatkan dominasi Spanyol dan Prancis sepanjang Piala Dunia 2026.
Spanyol berhasil mengakhiri turnamen sebagai juara berkat permainan kolektif yang solid, penguasaan bola yang konsisten, serta pertahanan yang hampir sempurna.
Di sisi lain, Prancis kembali membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia dengan melaju hingga partai final dan menempatkan tiga pemain dalam Best XI.
Argentina juga menunjukkan kualitasnya melalui kontribusi Lionel Messi dan Lisandro Martinez, sedangkan Inggris, Norwegia, dan Tanjung Verde masing-masing mengirimkan satu wakil.
Kesimpulan
Pengumuman FIFA Team of the Tournament World Cup 2026 menjadi penutup sempurna bagi turnamen yang penuh kejutan dan rekor baru. Meski beberapa keputusan masih memicu perdebatan, daftar ini mencerminkan pemain-pemain yang memberikan dampak besar sepanjang kompetisi.
Dominasi Spanyol sebagai juara dunia, ketajaman Kylian Mbappe, konsistensi Rodri, magis Lionel Messi, hingga kisah inspiratif Vozinha menjadi warna tersendiri dalam Piala Dunia 2026.
Best XI FIFA bukan hanya menjadi penghargaan individu, tetapi juga menjadi catatan sejarah yang akan dikenang sebagai representasi pemain-pemain terbaik dari salah satu edisi Piala Dunia paling kompetitif dalam sejarah sepak bola modern.(*)










