Harga Pangan Stabil di Sarolangun April 2026: Beras, Daging, hingga Cabai Aman, Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas jual beli di salah satu pasar tradisional sarolangun

Aktivitas jual beli di salah satu pasar tradisional sarolangun

SAROLANGUN,JS- Harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Sarolangun menunjukkan kondisi stabil sepanjang April 2026. Data terbaru memperlihatkan tidak ada lonjakan maupun penurunan drastis pada berbagai kebutuhan pokok, sehingga masyarakat masih mampu menjaga daya beli mereka di tengah dinamika ekonomi nasional.

Stabilitas ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah. Selain itu, kondisi ini juga memperkuat optimisme bahwa distribusi dan ketersediaan bahan pokok berjalan lancar.

Harga Beras dan Kedelai Masih Aman

Pertama, komoditas utama seperti beras masih berada dalam rentang harga yang wajar. Beras premium tercatat sekitar Rp15.250 per kilogram. Sementara itu, beras medium dan beras program SPHP berada di kisaran Rp12.867 per kilogram.

Harga tersebut tergolong stabil jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tidak hanya itu, kedelai impor juga bertahan di angka Rp10.000 per kilogram. Kondisi ini tentu memberi kepastian bagi pelaku usaha kecil seperti pengrajin tahu dan tempe.

Bumbu Dapur Relatif Terkendali Meski Cabai Fluktuatif

Selanjutnya, kelompok bumbu dapur menunjukkan tren yang cukup terkendali. Bawang merah dijual sekitar Rp25.333 per kilogram, sedangkan bawang putih bonggol mencapai Rp35.000 per kilogram.

Namun, harga cabai masih menunjukkan variasi yang cukup mencolok. Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi, yakni Rp58.000 per kilogram. Di sisi lain, cabai merah keriting berada di angka Rp24.000, sementara cabai merah besar tercatat Rp22.333 per kilogram.

Perbedaan harga ini biasanya terjadi karena faktor pasokan dan permintaan pasar. Meski demikian, harga tersebut masih dalam batas yang bisa diterima oleh masyarakat.

Harga Daging dan Telur Stabil, Konsumsi Tetap Terjaga

Di sektor protein hewani, harga daging sapi dan daging kerbau segar sama-sama berada di angka Rp130.000 per kilogram. Angka ini menunjukkan kestabilan yang cukup baik dibandingkan fluktuasi yang sering terjadi di daerah lain.

Sementara itu, daging ayam ras dijual Rp40.000 per kilogram. Harga telur ayam ras juga tetap stabil di angka Rp31.000 per kilogram. Stabilnya harga protein hewani ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan gizi masyarakat.

Baca Juga :  Harga Ayam Potong Masih Tinggi di Kerinci Tembus Rp48.000/Kg, Ini Penyebab dan Prediksi Terbarunya

Minyak Goreng dan Gula Tidak Mengalami Lonjakan

Kemudian, kebutuhan pokok lain seperti gula konsumsi berada di harga Rp17.500 per kilogram. Untuk minyak goreng, harga kemasan dijual Rp17.000 per liter, minyak curah Rp16.000 per liter, dan Minyakita Rp15.700 per liter.

Tidak adanya lonjakan harga pada komoditas ini memberikan dampak besar terhadap pengeluaran rumah tangga, terutama bagi pelaku UMKM kuliner.

Harga Ikan dan Komoditas Lain Ikut Stabil

Di sektor perikanan, harga ikan juga menunjukkan kestabilan. Ikan kembung dijual Rp50.000 per kilogram, ikan tongkol Rp45.000, dan ikan bandeng Rp35.000 per kilogram.

Selain itu, tepung terigu curah berada di harga Rp9.000 per kilogram, sementara tepung kemasan mencapai Rp13.000 per kilogram. Garam konsumsi dijual Rp13.000 per kilogram, dan jagung di tingkat peternak tercatat Rp5.700 per kilogram.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa hampir seluruh sektor pangan berada dalam situasi yang kondusif.

Dampak Stabilitas Harga terhadap Ekonomi Masyarakat

Stabilnya harga pangan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Pertama, masyarakat dapat mengatur pengeluaran dengan lebih baik tanpa harus khawatir terhadap lonjakan harga mendadak.

Kedua, pelaku usaha kecil dan menengah mendapatkan kepastian biaya produksi. Hal ini mendorong aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan lancar.

Selain itu, stabilitas harga juga membantu menjaga tingkat inflasi daerah tetap terkendali. Dengan begitu, daya beli masyarakat tetap kuat dan pertumbuhan ekonomi lokal terus bergerak positif.

Faktor yang Menjaga Harga Tetap Stabil

Beberapa faktor berperan penting dalam menjaga stabilitas harga pangan di Sarolangun, antara lain:

  • Distribusi logistik yang lancar
  • Pasokan bahan pokok yang mencukupi
  • Pengawasan harga oleh pemerintah daerah
  • Stabilitas permintaan pasar

Kombinasi faktor ini menciptakan keseimbangan antara supply dan demand, sehingga harga tidak mengalami gejolak signifikan.

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Hari Ini Tak Bergerak! Investor Wajib Tahu Momen Emas 2026 Ini

Imbauan untuk Masyarakat

Meskipun harga saat ini stabil, masyarakat tetap perlu memantau perkembangan pasar secara berkala. Perubahan cuaca, distribusi, hingga kebijakan nasional bisa memengaruhi harga sewaktu-waktu.

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying.

FAQ

  1. Apakah harga pangan di Sarolangun benar-benar stabil?
    Ya, sebagian besar komoditas menunjukkan harga yang stabil tanpa lonjakan signifikan.
  2. Komoditas apa yang paling mahal saat ini?
    Cabai rawit merah menjadi yang tertinggi dengan harga Rp58.000 per kilogram.
  3. Apakah harga beras naik di April 2026?
    Tidak, harga beras masih stabil di kisaran Rp12.867 hingga Rp15.250 per kilogram.
  4. Bagaimana dengan harga minyak goreng?
    Harga minyak goreng tetap stabil, mulai dari Rp15.700 hingga Rp17.000 per liter.
  5. Apakah kondisi ini berdampak pada ekonomi masyarakat?
    Tentu, stabilitas harga membantu menjaga daya beli dan mendukung ekonomi lokal.

Kesimpulan

Harga pangan di Kabupaten Sarolangun pada April 2026 menunjukkan kondisi yang stabil dan terkendali. Hampir seluruh komoditas, mulai dari beras, daging, hingga minyak goreng, tidak mengalami perubahan signifikan.

Kondisi ini memberikan keuntungan besar bagi masyarakat dan pelaku usaha. Selain menjaga daya beli, stabilitas harga juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Ke depan, masyarakat perlu tetap waspada dan aktif memantau perkembangan harga. Dengan begitu, mereka dapat mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi potensi perubahan pasar.(*)

Berita Terkait

45 Pejabat Dilantik Bupati Anwar Sadat, Ini Daftar Lengkap dan Pesan Tegas untuk ASN
Jadwal Penerbangan Jambi–Kerinci & Dabo Singkep April 2026, Harga Mulai Rp400 Ribuan! Buruan Booking Sebelum Naik
Bupati Merangin dan Kepala KPPN Bangko Perkuat Sinergi Ekonomi 2026: Fokus UMKM, Dana Desa, dan Revitalisasi Aset Daerah
Harga Ayam Potong Masih Tinggi di Kerinci Tembus Rp48.000/Kg, Ini Penyebab dan Prediksi Terbarunya
Waspada Karhutla! BPBD Kabupaten Kerinci Ingatkan Bahaya Pembakaran Lahan di Musim Kemarau
115 KK di Muaro Jambi Krisis Air Bersih 15 Hari, Warga Terpaksa Beli Air hingga Numpang MCK
WFH ASN Jambi Diawasi Ketat! Pemprov Siapkan Sanksi Potong TPP hingga 100%, Ini Aturan Lengkapnya
BBM Dibatasi di Jambi, Al Haris Serukan Warga Bersepeda: Strategi Hemat Energi yang Bikin Heboh!
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 21:30 WIB

Harga Pangan Stabil di Sarolangun April 2026: Beras, Daging, hingga Cabai Aman, Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga

Senin, 13 April 2026 - 19:01 WIB

45 Pejabat Dilantik Bupati Anwar Sadat, Ini Daftar Lengkap dan Pesan Tegas untuk ASN

Senin, 13 April 2026 - 15:30 WIB

Jadwal Penerbangan Jambi–Kerinci & Dabo Singkep April 2026, Harga Mulai Rp400 Ribuan! Buruan Booking Sebelum Naik

Senin, 13 April 2026 - 14:30 WIB

Bupati Merangin dan Kepala KPPN Bangko Perkuat Sinergi Ekonomi 2026: Fokus UMKM, Dana Desa, dan Revitalisasi Aset Daerah

Minggu, 12 April 2026 - 21:30 WIB

Harga Ayam Potong Masih Tinggi di Kerinci Tembus Rp48.000/Kg, Ini Penyebab dan Prediksi Terbarunya

Berita Terbaru