Jelang Ramadhan, Pemkot Sungai Penuh Gelar Pangan Murah, Cek Harga Beras hingga Telur

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Sungai Penuh menggelar Gerakan Pangan Murah di depan Gedung Nasional, Kota Sungai Penuh, Sabtu (14/2/2026).

Pemerintah Kota Sungai Penuh menggelar Gerakan Pangan Murah di depan Gedung Nasional, Kota Sungai Penuh, Sabtu (14/2/2026).

SUNGAIPENUH, JS – Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Sungai Penuh menggelar Gerakan Pangan Murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan ini berlangsung di depan Gedung Nasional, Kota Sungai Penuh, Sabtu (14/2/2026), sekaligus menjadi langkah pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang meningkatnya permintaan selama bulan puasa.

Program tersebut menghadirkan sejumlah komoditas kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, gula pasir, bawang merah, hingga telur ayam. Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin membantu masyarakat mengendalikan pengeluaran rumah tangga sekaligus mengantisipasi tekanan harga yang kerap muncul menjelang hari besar keagamaan.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, turun langsung meninjau kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah Alpian, Ketua TP PKK, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Sejumlah perwakilan instansi turut mengikuti kegiatan itu, antara lain Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Satgas Pangan, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Kehadiran berbagai pihak tersebut memperlihatkan upaya pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan melalui koordinasi lintas sektor.

Gerakan Pangan Murah Bantu Warga Menjelang Puasa

Ramadhan biasanya mendorong peningkatan permintaan sejumlah bahan pokok. Masyarakat membutuhkan lebih banyak bahan pangan untuk menyiapkan menu sahur, berbuka puasa, serta memenuhi kebutuhan keluarga selama bulan suci.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi pergerakan harga, terutama jika peningkatan permintaan tidak seimbang dengan ketersediaan pasokan. Karena itu, pemerintah daerah perlu mengambil langkah antisipatif agar masyarakat tetap dapat membeli kebutuhan pokok sesuai kemampuan ekonomi mereka.

Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya Pemkot Sungai Penuh untuk menjawab kebutuhan tersebut. Melalui kegiatan ini, warga memperoleh pilihan berbelanja bahan pokok dengan harga yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.

Selain membantu konsumen, program ini juga memperkuat upaya pemerintah dalam memantau perkembangan harga komoditas. Pemerintah dapat memanfaatkan informasi dari lapangan untuk mengenali potensi kenaikan harga dan menentukan langkah pengendalian berikutnya.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Susun RDTR 2026, Ini Dampaknya bagi Arah Pembangunan dan Tata Ruang Kota

Cek Harga Beras, Gula, Bawang Merah, dan Telur

Salah satu daya tarik Gerakan Pangan Murah kali ini terletak pada ketersediaan beberapa komoditas yang banyak masyarakat butuhkan menjelang Ramadhan.

Berdasarkan informasi kegiatan, panitia menawarkan gula pasir seharga Rp17.500 per kilogram. Sementara itu, beras tersedia dengan harga Rp60.000 per kemasan.

Untuk komoditas lainnya, panitia menetapkan harga bawang merah sebesar Rp25.000 per kilogram dan telur ayam Rp50.000 per papan.

Berikut daftar harga yang tercantum dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah di depan Gedung Nasional Sungai Penuh:

  • Gula pasir: Rp17.500 per kilogram.
  • Beras: Rp60.000 per kemasan.
  • Bawang merah: Rp25.000 per kilogram.
  • Telur ayam: Rp50.000 per papan.

Masyarakat perlu memperhatikan satuan penjualan, terutama untuk beras dan telur. Informasi yang tersedia tidak mencantumkan berat kemasan beras maupun jumlah butir telur dalam satu papan. Karena itu, warga sebaiknya memastikan ukuran produk sebelum membandingkan harga dengan toko atau pasar setempat.

Perbandingan harga berdasarkan satuan yang sama dapat membantu masyarakat memperkirakan pengeluaran belanja secara lebih akurat. Langkah sederhana ini juga memudahkan konsumen menentukan kebutuhan sesuai anggaran keluarga.

Sejak pagi, warga mendatangi lokasi kegiatan untuk membeli bahan pokok. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa program pangan murah memiliki peran penting bagi masyarakat, khususnya ketika keluarga mulai mempersiapkan kebutuhan Ramadhan.

Alfin Pimpin Koordinasi Pengendalian Harga

Selain meninjau lapak penjualan, Alfin memimpin rapat koordinasi bersama perwakilan Badan Pangan Nasional, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, dan Satgas Pangan.

Pertemuan tersebut membahas strategi menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengantisipasi kenaikan harga menjelang Ramadhan. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kerja sama antarlembaga agar setiap perkembangan di pasar mendapat perhatian secara cepat.

Koordinasi ini menjadi bagian penting dalam pengendalian inflasi daerah. Sebab, stabilitas harga pangan tidak hanya bergantung pada kegiatan penjualan murah, tetapi juga pada ketersediaan barang, kelancaran distribusi, serta pemantauan harga di pasar.

Jika salah satu komoditas mengalami kenaikan permintaan secara tajam, pemerintah perlu segera mengidentifikasi penyebabnya. Dengan demikian, instansi terkait dapat menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi lapangan.

Alfin menegaskan pentingnya sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota dalam menjaga kestabilan harga. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat respons terhadap perubahan kondisi pasar, terutama saat masyarakat meningkatkan belanja kebutuhan pokok.

Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

Bagi masyarakat, kenaikan harga bahan pokok dapat menambah beban pengeluaran rumah tangga. Dampaknya terasa ketika beberapa kebutuhan meningkat secara bersamaan, sementara pendapatan keluarga tidak mengalami perubahan.

Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemkot Sungai Penuh berupaya memberikan alternatif belanja yang lebih terjangkau. Program ini juga menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap daya beli masyarakat menjelang bulan suci.

Alfin menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi dan pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kerja sama lintas sektor memegang peranan penting dalam menjaga kestabilan harga serta memenuhi kebutuhan warga.

Namun, keberhasilan pengendalian harga membutuhkan langkah berkelanjutan. Pemerintah perlu memantau harga komoditas secara rutin, memastikan pasokan tetap tersedia, serta mengevaluasi perkembangan kebutuhan masyarakat menjelang dan selama Ramadhan.

Selain itu, masyarakat dapat membantu mengendalikan pengeluaran dengan menyusun daftar belanja, menentukan anggaran harian, dan membandingkan harga berdasarkan ukuran produk yang setara. Cara ini membantu keluarga memenuhi kebutuhan tanpa mengabaikan kondisi keuangan rumah tangga.

Baca Juga :  Pasokan Melimpah, Harga Kelapa di Sungai Penuh Turun

Pemkot Siapkan Langkah Berkelanjutan

Pemkot Sungai Penuh menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program serupa pada momentum penting keagamaan. Pemerintah berharap kegiatan pangan murah dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau ketika permintaan meningkat.

Ke depan, pemantauan harga dan koordinasi dengan instansi terkait tetap menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan. Pemerintah juga perlu menyesuaikan langkah pengendalian dengan perkembangan harga dan kebutuhan warga di setiap wilayah.

Gerakan Pangan Murah di depan Gedung Nasional menjadi salah satu langkah konkret Pemkot Sungai Penuh dalam menyambut Ramadhan 1447 Hijriah. Melalui penyediaan sejumlah bahan pokok dan penguatan koordinasi lintas sektor, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi gejolak harga.

Bagi warga, informasi harga dan ketersediaan komoditas dapat menjadi acuan awal untuk merencanakan belanja Ramadhan. Meski demikian, masyarakat tetap perlu memeriksa ukuran produk dan membandingkan harga di beberapa tempat agar memperoleh pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Dengan pengawasan pasar yang konsisten dan kerja sama berbagai pihak, pemerintah berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok secara lebih tenang selama Ramadhan.(AN)

Berita Terkait

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya
133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak
Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan
Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas
4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas
Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031
MTQH Jambi 2026, Merangin Bidik Tiga Besar dengan 62 Kafilah
Bukan Cuma Cek Bangunan! Aktivis Minta Proyek P3-TGAI Kerinci dan Sungai Penuh Diaudit APH Hingga BPK
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:31 WIB

133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:01 WIB

4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas

Berita Terbaru