KESEHATAN,JS– Menyikat Gigi Terlalu Keras Bisa Merusak Gigi, Kenali Risiko Abrasi
Menyikat gigi adalah salah satu rutinitas harian yang paling otomatis bagi banyak orang. Namun, kebiasaan sederhana ini bisa menimbulkan masalah serius jika dilakukan dengan cara yang salah.
Apa Itu Abrasi Gigi?
Pertama-tama, ahli kesehatan gigi memperingatkan bahwa menyikat gigi terlalu keras menimbulkan kondisi yang disebut abrasi gigi. Berbeda dengan gigi berlubang akibat bakteri dan asam, abrasi gigi muncul karena gesekan fisik berlebihan pada email gigi.
Email merupakan lapisan terkeras pada tubuh manusia. Lapisan ini melindungi gigi dari kerusakan akibat mengunyah dan paparan asam. Sayangnya, email tidak bisa tumbuh kembali. Akibatnya, ketika email terkikis, lapisan dentin yang lebih lunak terekspos. Hal ini menyebabkan rasa nyeri saat mengonsumsi makanan atau minuman panas, dingin, atau manis.
Kebiasaan Buruk yang Mempercepat Abrasi
Selain itu, beberapa kebiasaan mempercepat abrasi:
-
Menyikat gigi terlalu keras dengan gerakan maju-mundur seperti menggergaji.
-
Menggunakan sikat gigi berbulu keras atau sedang, yang cepat mengikis email dan membuat gusi menyusut.
Sebagai hasilnya, lekukan berbentuk V muncul di pangkal gigi, terutama di garis gusi.
Cara Menyikat Gigi yang Aman
Oleh karena itu, para pakar menyarankan:
-
Gunakan gerakan lembut saat menyikat gigi.
-
Pilih sikat berbulu lembut untuk menjaga gusi dan email.
-
Fokus pada teknik menyikat yang benar, bukan kekuatan.
“Menyikat gigi terlalu keras tidak efektif dan justru merusak gigi,” ujar salah satu dokter gigi.
Imbauan untuk Masyarakat
Dengan demikian, masyarakat sebaiknya memperhatikan teknik menyikat gigi setiap hari. Langkah sederhana ini membantu mencegah rasa nyeri dan kerusakan permanen akibat abrasi.(AN)









