OTOMOTIF,JS- Pernah merasakan mobil bergetar saat berhenti di lampu merah atau mesin hidup dalam posisi diam? Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal bisa menandakan masalah serius pada mesin, sistem pengapian, atau dudukan mesin. Jika dibiarkan, getaran kecil itu bisa berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah dan mengganggu kenyamanan berkendara.
Mesin Tidak Bekerja Sempurna
Salah satu penyebab paling umum adalah mesin yang tidak bekerja optimal. Mesin menghasilkan pembakaran di setiap silinder, dan jika salah satu silinder gagal membakar campuran udara-bahan bakar dengan sempurna, mesin kehilangan keseimbangan. Akibatnya, mobil bergetar. Biasanya, masalah ini muncul karena busi aus, koil pengapian lemah, atau injektor kotor.
Filter Udara Tersumbat Mengganggu Aliran
Selain itu, filter udara yang tersumbat bisa menyebabkan aliran udara ke mesin tidak stabil. Ketika udara dan bahan bakar tidak tercampur ideal, pembakaran berjalan tidak mulus. Kamu akan merasakan RPM mesin tidak stabil atau suara mesin kasar, terutama saat mobil diam.
Dudukan Mesin Rusak Membuat Getaran Terasa
Engine mount berfungsi meredam getaran agar tidak sampai ke kabin. Jika karet mount retak atau patah, mesin akan langsung terasa bergoyang, terutama saat idle. Getaran biasanya menurun ketika RPM naik.
Sensor Mesin Bermasalah
Sensor mesin seperti oksigen, MAF (Mass Air Flow), dan throttle sensor berperan penting menjaga keseimbangan campuran udara dan bahan bakar. Jika salah satu sensor memberi data keliru ke ECU, pembakaran tidak optimal, dan mesin bergetar saat diam.
Kelistrikan dan Sabuk Penggerak
Masalah kelistrikan juga bisa menimbulkan getaran. Kabel ground longgar, alternator lemah, atau aki yang mulai melemah membuat mesin tidak stabil. Selain itu, sabuk penggerak yang longgar (drive belt atau timing belt) menimbulkan getaran halus di kabin saat mesin hidup.
Cara Mengatasi Mobil Bergetar Saat Diam
Beruntung, sebagian besar masalah ini bisa ditangani dengan langkah sederhana. Berikut beberapa tips yang bisa dicoba:
1. Periksa Busi dan Koil Pengapian
Lepas busi dan amati ujungnya. Jika terlihat hitam pekat atau berkerak, gantilah segera. Untuk mobil injeksi modern, koil pengapian juga perlu diperiksa karena koil yang lemah membuat pembakaran tidak sempurna dan menimbulkan getaran.
2. Cek Sistem Udara dan Vakum Mesin
Periksa selang udara dan vakum, pastikan tidak ada yang sobek atau bocor. Bersihkan filter udara dan throttle body agar aliran udara tetap lancar. Dengan udara yang stabil, mesin bekerja lebih halus saat idle.
3. Periksa Dudukan Mesin
Amati kondisi mount mesin. Jika karet retak, sobek, atau mesin terlihat miring saat hidup, segera ganti dudukan mesin. Komponen ini memang harganya cukup mahal, tapi pengaruhnya besar untuk mengurangi getaran.
4. Bersihkan Injektor dan Filter Bahan Bakar
Injektor kotor membuat bahan bakar tidak tersemprot merata, sehingga pembakaran terganggu. Gunakan cairan pembersih injektor atau minta bengkel membersihkannya dengan alat khusus. Jangan lupa memeriksa filter bahan bakar yang tersumbat karena bisa menurunkan tekanan dan menyebabkan getaran.
5. Periksa Kelistrikan dan Sensor Mesin
Perhatikan lampu “Check Engine”. Jika menyala, segera lakukan scan OBD2. Sensor bermasalah, throttle sensor kotor, atau idle air control valve yang rusak bisa menyebabkan getaran. Dengan pengecekan ini, kamu bisa menemukan sumber masalah dan memperbaikinya lebih cepat.(*)









