Jagung Siap Panen, Bulog Menolak? Petani Merangin Terancam Rugi

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MERANGIN,JS – Jagung Siap Panen, Bulog Menolak? Petani Merangin Terancam Rugi

Sejumlah petani jagung di Kabupaten Merangin menyuarakan kekecewaan karena pihak Bulog setempat belum menerima hasil panen mereka. Kondisi ini memicu keresahan di tingkat desa. Para kepala desa dan warga sebelumnya berkomitmen mendukung program ketahanan pangan.

Program Ketahanan Pangan Disambut Antusias

Pada awal musim tanam, beberapa desa di Kecamatan Tabir Ulu bergerak cepat menjalankan program penanaman jagung. Kepala desa mengajak warga memanfaatkan lahan produktif. Mereka ingin memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Baca Juga :  Merangin Kekurangan Kepala Sekolah, 134 Posisi Masih Kosong!

Para petani mengaku menerima informasi bahwa Bulog Merangin akan menyerap hasil panen jagung. Informasi itu mendorong warga menanam dalam skala lebih luas.

Pemerintah Desa dan Petani Keluarkan Modal

Selanjutnya, pemerintah desa bersama kelompok tani menyusun rencana tanam secara rinci. Mereka membagi lahan, menetapkan jadwal, dan mengawasi perawatan tanaman.

Sebagian petani menambah modal untuk membeli benih dan pupuk. Mereka juga membayar tenaga kerja sejak awal musim. Mereka yakin Bulog akan membeli hasil panen sesuai rencana.

Panen Datang, Bulog Tolak Hasil Jagung

Namun situasi berubah saat masa panen tiba. Petani membawa jagung untuk menjalani uji kadar air. Mereka memastikan kadar air mencapai 10 persen sesuai standar.

“Iya bang, jagung kito ini tadi sudah dites kadar airnyo, kadar air udah 10 persen. Kini alasannyo jagung berjamur lagi katonyo bang. Kalau dak bisa dijual ke Bulog, mau dijual kemano lagi ni jagung yo bg?” ujar seorang petani.

Baca Juga :  Harga Cabai Merah Dongkrak IPH Merangin Awal Februari

Awalnya, petugas mempersoalkan kadar air. Setelah itu, petugas menyebut jagung berjamur. Alasan yang berubah-ubah itu membuat petani kecewa dan bingung.

Petani Hadapi Risiko Kerugian

Di sisi lain, petani menghadapi risiko kerugian karena mereka menyimpan jagung terlalu lama. Mereka khawatir kualitas jagung menurun. Jika kualitas turun, nilai jual ikut merosot.

Petani sudah mengeluarkan biaya untuk benih, pupuk, dan tenaga kerja. Jika Bulog tidak membeli hasil panen, petani kesulitan menutup modal.

Kepala Desa Pertimbangkan Hentikan Program

Akibat kondisi tersebut, sejumlah kepala desa bersama petani mulai mempertimbangkan penghentian program tanam jagung. Mereka menilai program tidak akan berjalan tanpa kepastian pasar.

“Kalau begini caranya, lebih baik kami hentikan saja tanam jagung. Karena tidak ada tempat lagi untuk menjual dalam jumlah besar,” ungkap beberapa warga.

Petani Tunggu Penjelasan Bulog

Hingga berita ini terbit, pihak Bulog Merangin belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan petani. Redaksi terus menghubungi pihak Bulog untuk meminta penjelasan.

Petani dan pemerintah desa berharap Bulog segera memberikan klarifikasi dan solusi. Mereka ingin program ketahanan pangan berjalan konsisten dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa.(*)

Berita Terkait

Wali kota Alfin Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Ini Harapannya untuk Pembangunan Jambi
Kualitas Udara Kerinci Makin Tak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP Kerinci PJJ 13-14 Oktober 2026
Tak Adalagi Toleransi, BKPSDM Ultimatum ASN Sungai Penuh Soal Kedisplinan
Warga Sungai Penuh Wajib Cek! Ini Informasi Registrasi Ulang Bansos 2027 Lewat Perlinsos Digital
Kabut Asap Jambi Belum Teratasi, Water Bombing Terkendala Jarak Pandang
Besok Jadi Hari Penentuan, Siapa Tiga Besar Calon 5 Kepala OPD Sungai Penuh?
Bagi Masyarakat Jambi, Pahami ISPA pada Anak: Gejala, Faktor Risiko, dan Kapan Harus ke Dokter
Waspada Dampak Kabut Asap di Kerinci, Dinkes Instruksikan Puskesmas dan RSUD Siaga
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Wali kota Alfin Hadiri HUT ke-27 Sarolangun, Ini Harapannya untuk Pembangunan Jambi

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kualitas Udara Kerinci Makin Tak Sehat, Siswa PAUD hingga SMP Kerinci PJJ 13-14 Oktober 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Tak Adalagi Toleransi, BKPSDM Ultimatum ASN Sungai Penuh Soal Kedisplinan

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Warga Sungai Penuh Wajib Cek! Ini Informasi Registrasi Ulang Bansos 2027 Lewat Perlinsos Digital

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Kabut Asap Jambi Belum Teratasi, Water Bombing Terkendala Jarak Pandang

Berita Terbaru

Bisnis

Bisnis-27 Anjlok 1,37%, Saham DEWA dan BUMI Kompak Merah

Senin, 12 Okt 2026 - 19:31 WIB