MTQ ke-55 Jambi Dimulai 30 Oktober, Maulana Larang ASN Dinas ke Luar Daerah

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI,JS- Pemerintah Kota Jambi memperketat koordinasi menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-55 tingkat Provinsi Jambi tahun 2026. Wali Kota Jambi Maulana menegaskan seluruh aparatur sipil negara (ASN), baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), tidak boleh melakukan perjalanan dinas ke luar daerah selama kegiatan berlangsung, kecuali dalam kondisi darurat.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Jambi memastikan seluruh rangkaian MTQ berjalan lancar. Terlebih, Kota Jambi akan menjadi tuan rumah ajang keagamaan tingkat provinsi yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 8 November 2026.

Maulana menyampaikan penegasan itu saat memimpin rapat finalisasi persiapan MTQ ke-55 di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Jambi, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam rapat tersebut, ia didampingi Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha.

Menurut Maulana, keberhasilan MTQ tidak hanya bergantung pada kesiapan panitia. Dukungan seluruh perangkat daerah dan keterlibatan ASN juga memegang peranan penting untuk menciptakan penyelenggaraan yang tertib, meriah, dan memberikan kesan positif bagi para peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Maulana Minta ASN Fokus Dukung MTQ ke-55

Maulana meminta seluruh ASN di lingkungan Pemkot Jambi tetap berada dalam jangkauan koordinasi selama pelaksanaan MTQ. Karena itu, ia melarang perjalanan dinas ke luar daerah selama agenda tersebut, kecuali untuk kepentingan darurat.

Ia juga mengajak ASN ikut menyemarakkan kegiatan dan memberikan dukungan kepada seluruh kafilah yang datang ke Kota Jambi.

Menurutnya, dukungan tersebut tidak boleh terbatas kepada kafilah tuan rumah. Seluruh peserta dari kabupaten dan kota harus mendapatkan sambutan serta perlakuan yang baik selama mengikuti perlombaan.

Maulana menekankan bahwa sikap ramah, pelayanan yang setara, dan koordinasi yang solid akan mencerminkan kesiapan Kota Jambi sebagai tuan rumah.

Selain itu, keterlibatan ASN diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih hidup selama MTQ berlangsung. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda perlombaan, tetapi juga momentum mempererat hubungan antardaerah melalui kegiatan keagamaan.

Baca Juga :  MTQH Jambi 2026, Merangin Bidik Tiga Besar dengan 62 Kafilah

Kota Jambi Bidik Dua Target Besar

Dalam persiapan MTQ ke-55, Pemkot Jambi menetapkan dua sasaran utama, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.

Sukses penyelenggaraan berarti seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana, mulai dari kedatangan peserta hingga penutupan. Sementara itu, sukses prestasi berkaitan dengan pencapaian kafilah Kota Jambi dalam berbagai cabang perlombaan.

Maulana meminta seluruh perangkat daerah bekerja maksimal untuk mendukung kedua target tersebut. Ia menilai kesiapan tuan rumah menyangkut nama baik Kota Jambi di hadapan peserta, pendamping, dewan hakim, serta masyarakat yang mengikuti kegiatan.

Kota Jambi juga menargetkan mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih selama empat tahun berturut-turut.

Target tersebut menuntut kesiapan dari dua sisi sekaligus. Panitia harus memastikan kebutuhan teknis dan pelayanan terpenuhi, sedangkan kafilah perlu mempersiapkan kemampuan untuk menghadapi persaingan dengan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Karena itu, Maulana meminta setiap pihak menjalankan tanggung jawabnya secara serius agar pelaksanaan MTQ tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga memberikan hasil terbaik bagi kafilah Kota Jambi.

Panitia Perangkat Daerah Diminta Perkuat Koordinasi

Selain menegaskan kebijakan perjalanan dinas, Maulana meminta panitia dari masing-masing perangkat daerah memperkuat koordinasi menjelang pembukaan MTQ.

Setiap perangkat daerah memegang tanggung jawab sesuai pembagian tugas, termasuk dalam mendukung pelaksanaan cabang lomba. Maulana meminta seluruh panitia memastikan lokasi kegiatan, kebersihan lingkungan, serta pelayanan kepada peserta dan tamu berjalan optimal.

Persiapan tersebut perlu mendapat perhatian karena penyelenggara harus mengatur berbagai kebutuhan dalam waktu yang berdekatan. Panitia perlu memastikan setiap lokasi siap digunakan dan setiap petugas memahami tanggung jawabnya.

Koordinasi antarpanitia juga penting untuk mengantisipasi kendala teknis selama kegiatan. Dengan pembagian tugas yang jelas, panitia dapat merespons kebutuhan peserta secara cepat tanpa mengganggu jadwal perlombaan.

Di sisi lain, pemerintah kota perlu memastikan masyarakat memperoleh informasi yang memadai mengenai rangkaian kegiatan. Dukungan masyarakat dapat membantu menciptakan suasana yang tertib dan nyaman selama MTQ berlangsung.

Kafilah dari Seluruh Daerah Mulai Datang 30 Oktober

Pemkot Jambi juga memberikan perhatian khusus terhadap kedatangan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Maulana meminta petugas pendamping atau liaison officer (LO) memberikan sambutan dan pelayanan terbaik kepada para peserta. Petugas tersebut perlu membantu koordinasi antara kafilah dan panitia agar kebutuhan peserta selama berada di Kota Jambi dapat terpenuhi.

Penyambutan, akomodasi, serta komunikasi antarpihak menjadi bagian penting dalam persiapan tersebut. Panitia harus memastikan setiap kafilah memperoleh informasi yang jelas sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan sesuai jadwal.

Pelayanan yang baik juga akan membantu peserta berkonsentrasi menghadapi perlombaan. Oleh sebab itu, Maulana meminta seluruh petugas menjalankan tugas secara profesional dan tidak membedakan asal daerah kafilah.

Pemkot Jambi berharap seluruh peserta dapat merasakan suasana yang nyaman selama mengikuti MTQ ke-55. Pada saat yang sama, penyelenggara ingin memperlihatkan kemampuan Kota Jambi dalam mengelola agenda tingkat provinsi dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan.

Antisipasi Hujan dan Kesiapan Lokasi MTQ

Selain menyiapkan pelayanan bagi peserta, Pemkot Jambi turut mengantisipasi potensi hujan pada akhir Oktober. Maulana meminta panitia memperhatikan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta menyiapkan langkah antisipasi yang sesuai.

Antisipasi cuaca menjadi penting karena rangkaian MTQ melibatkan sejumlah kegiatan yang membutuhkan kesiapan lokasi dan pengaturan peserta. Panitia perlu memperhitungkan kondisi lapangan agar perubahan cuaca tidak mengganggu kenyamanan maupun kelancaran acara.

Penyelenggara juga harus memperhatikan kebersihan, akses menuju lokasi, dan kesiapan fasilitas pendukung. Dengan perencanaan yang matang, panitia dapat mengurangi potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.

MTQ ke-55 akan berpusat di kawasan Kantor Wali Kota Jambi dan sejumlah masjid di berbagai wilayah kota. Penyelenggara menyiapkan beberapa agenda, mulai dari penyambutan kafilah, pawai ta’aruf, pembukaan stan bazar, pelantikan dewan hakim, seminar Al-Qur’an, hingga acara pembukaan dan penutupan.

Rangkaian tersebut membutuhkan kerja sama lintas instansi. Karena itu, pemerintah kota melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan setiap agenda berjalan sesuai rencana.

Belasan Cabang Lomba Siap Meriahkan MTQ ke-55

MTQ ke-55 tingkat Provinsi Jambi tidak hanya menghadirkan perlombaan seni membaca Al-Qur’an. Panitia juga menyiapkan berbagai cabang yang menguji kemampuan peserta dalam menghafal, memahami, menafsirkan, serta mengembangkan karya berbasis Al-Qur’an dan hadis.

Sejumlah cabang lomba yang akan meramaikan MTQ ke-55 meliputi:

  • Seni baca Al-Qur’an golongan remaja dan dewasa.
  • Tartil dan tilawah anak-anak serta penyandang tunanetra.
  • Qiraat Al-Qur’an golongan mujawwad dan murattal untuk remaja dan dewasa.
  • Hafalan Al-Qur’an satu juz dan lima juz beserta tilawah.
  • Hafalan Al-Qur’an 10 juz, 20 juz, dan 30 juz.
  • Tafsir Al-Qur’an dalam bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris.
  • Fahmil Qur’an dan syarhil Qur’an.
  • Musabaqah hadis Nabi untuk golongan 100 hadis dan 500 hadis.
  • Kaligrafi Al-Qur’an, meliputi naskah, hiasan mushaf, kontemporer, dan digital.
  • Karya tulis ilmiah Al-Qur’an.
  • Karya tulis ilmiah hadis.
  • Barzanji Marhaba.

Keragaman cabang tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan sesuai bidang masing-masing. Selain menguji keterampilan, MTQ juga mendorong masyarakat memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai Al-Qur’an.

Panitia mengusung tema “Melalui MTQ ke-55 Provinsi Jambi, Kita Teguhkan Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Membentuk Generasi Penerus yang Beriman, Berkarakter Mantap Menuju Masa Depan yang Bahagia”.

Tema tersebut menekankan pentingnya nilai keagamaan dalam membentuk generasi yang beriman dan berkarakter. Dengan demikian, penyelenggaraan MTQ diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar kompetisi.

FKUB Diajak Perkuat Toleransi Antarumat Beragama

Maulana juga mengajak Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jambi berpartisipasi dalam menyukseskan MTQ ke-55.

Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kehidupan masyarakat Kota Jambi yang harmonis dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.

Keterlibatan berbagai unsur masyarakat diharapkan memperkuat suasana kebersamaan selama kegiatan berlangsung. Sebagai tuan rumah, Kota Jambi memiliki kesempatan menunjukkan bahwa penyelenggaraan kegiatan keagamaan dapat berjalan seiring dengan semangat persatuan dan penghormatan terhadap keberagaman.

Rapat finalisasi persiapan tersebut turut melibatkan jajaran Pemkot Jambi, perwakilan Kantor Kementerian Agama Provinsi Jambi dan Kota Jambi, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Jambi, instansi vertikal, serta pemangku kepentingan terkait.

Melalui koordinasi lintas sektor, Pemkot Jambi berupaya memastikan setiap unsur memahami peran masing-masing menjelang pelaksanaan MTQ.

Dengan jadwal kegiatan pada 30 Oktober hingga 8 November 2026, kesiapan panitia, dukungan ASN, pelayanan bagi kafilah, dan antisipasi cuaca menjadi sejumlah aspek penting yang mendapat perhatian pemerintah kota.

Pemkot Jambi menargetkan MTQ ke-55 berjalan sukses sekaligus membuka peluang bagi kafilah tuan rumah untuk mempertahankan gelar juara umum. Pemerintah kota juga berharap kegiatan ini semakin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan mempererat hubungan antardaerah di Provinsi Jambi.(*)

Berita Terkait

Lantik Pengurus PKPS Sungai Penuh, Alfin Tekankan Keberagaman sebagai Kekuatan Daerah
Nasib PPPK Tanpa Pensiun, Keluarga Terancam Kehilangan Penghasilan! Bagaimana di Jambi?
Keenam Kalinya! Beruang Liar Teror Desa Sungai Abu, Rumah Kebun Jebol dan Ternak Terancam
Sebelum Padamkan Karhutla, Satgas Batang Hari Wajib Cek Kesehatan
Kemarau dan Kabut Asap Ancam Kesehatan Ternak di Sarolangun, Peternak Diminta Waspadai 3 Penyakit Ini
Dibuka Wakil Gubernur Jambi, Festival Budaya Kerinci 2026 Dorong Wisata Daerah
Perluas Akses Keuangan Daerah, Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026
7 Nama Mengemuka Jelang Sekda Kota Jambi Pensiun, Siapa Bakal Jadi Pj?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:31 WIB

MTQ ke-55 Jambi Dimulai 30 Oktober, Maulana Larang ASN Dinas ke Luar Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Lantik Pengurus PKPS Sungai Penuh, Alfin Tekankan Keberagaman sebagai Kekuatan Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Nasib PPPK Tanpa Pensiun, Keluarga Terancam Kehilangan Penghasilan! Bagaimana di Jambi?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Keenam Kalinya! Beruang Liar Teror Desa Sungai Abu, Rumah Kebun Jebol dan Ternak Terancam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Sebelum Padamkan Karhutla, Satgas Batang Hari Wajib Cek Kesehatan

Berita Terbaru