SUNGAI PENUH, JS– Kota Sungai Penuh mendapat kesempatan memperkenalkan potensi pariwisatanya kepada peserta ekspedisi otomotif nasional melalui ajang Indonesia Off Road Expedition (IOX) Raja 2026. Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., melepas keberangkatan rombongan off-road pada Minggu (25/1/2026), setelah para peserta menyelesaikan rangkaian singgah di daerah tersebut.
Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Sekretaris Daerah Alpian, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut menghadiri kegiatan pelepasan itu. Kehadiran para pimpinan daerah menunjukkan dukungan pemerintah terhadap kegiatan otomotif yang berpotensi memperluas pengenalan Sungai Penuh di tingkat nasional.
Bagi Pemerintah Kota Sungai Penuh, ekspedisi tersebut tidak sekadar menjadi ajang petualangan menggunakan kendaraan berpenggerak empat roda. Kegiatan ini juga membuka ruang promosi bagi kekayaan alam, karakter geografis, dan potensi wisata daerah yang berada di kawasan dataran tinggi Jambi.
Melalui kehadiran peserta dari berbagai daerah, Sungai Penuh berpeluang menjangkau komunitas otomotif sekaligus calon wisatawan yang menyukai petualangan alam. Namun, pemerintah daerah tetap perlu mengembangkan promosi tersebut melalui informasi destinasi, akses perjalanan, fasilitas wisata, serta pelayanan bagi pengunjung.
Alfin Dorong Promosi Wisata Sungai Penuh Melalui Event Nasional
Dalam kesempatan itu, Alfin menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta IOX yang memasukkan Sungai Penuh sebagai salah satu persinggahan dalam rangkaian ekspedisi. Ia menilai kehadiran komunitas off-road dapat membantu memperkenalkan karakter alam daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurut Alfin, kegiatan berskala nasional seperti IOX memberikan kesempatan bagi Sungai Penuh untuk menunjukkan daya tariknya di luar promosi wisata konvensional. Para peserta dapat mengenal kondisi geografis, bentang alam, dan lingkungan sekitar selama perjalanan ekspedisi.
Selain memperluas jangkauan promosi, kegiatan semacam ini juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran rombongan perjalanan dapat menciptakan kebutuhan terhadap makanan, penginapan, bahan bakar, jasa kendaraan, dan berbagai layanan lokal, bergantung pada pola belanja serta kebutuhan peserta.
Karena itu, pemerintah daerah perlu memanfaatkan momentum kunjungan tersebut agar manfaatnya tidak berhenti setelah rombongan meninggalkan kota. Pelaku usaha lokal, pengelola destinasi, dan komunitas pariwisata dapat mengambil peran untuk memperkenalkan produk serta layanan mereka kepada pengunjung.
“Terima kasih kepada seluruh peserta yang singgah dan menjelajahi Sungai Penuh. Kami berharap kegiatan ini semakin mengenalkan keindahan alam daerah kami ke tingkat nasional,” ujar Alfin.
Ia juga berharap penyelenggara IOX kembali mempertimbangkan Sungai Penuh sebagai salah satu tujuan dalam ekspedisi berikutnya. Dengan demikian, hubungan antara komunitas otomotif dan pemerintah daerah dapat terus berkembang sekaligus membuka peluang promosi yang lebih luas.
Medan Ekstrem Menuntut Peserta Mengutamakan Keselamatan
Di balik daya tarik petualangan off-road, keselamatan tetap menjadi perhatian utama. Rute ekspedisi yang melintasi kawasan hutan dan medan menantang menuntut setiap peserta menjaga konsentrasi serta memastikan kesiapan kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan.
Alfin mengingatkan para offroader agar tidak mengabaikan faktor keselamatan demi menyelesaikan rute. Menurutnya, pengemudi perlu menyesuaikan kecepatan dengan kondisi lintasan, menjaga jarak aman, dan mengikuti arahan koordinator perjalanan.
Selain keterampilan pengemudi, kondisi kendaraan juga memegang peranan penting dalam perjalanan off-road. Sistem pengereman, ban, kemudi, suspensi, serta perlengkapan keselamatan perlu mendapat perhatian, terutama ketika kendaraan menghadapi jalur berlumpur, tanjakan, turunan, atau permukaan yang tidak rata.
Peserta juga perlu menjaga komunikasi dengan anggota rombongan dan menghindari tindakan yang meningkatkan risiko kecelakaan. Apabila kondisi lintasan tidak memungkinkan, mereka perlu mengutamakan penilaian keselamatan daripada memaksakan kendaraan melewati rintangan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama, mengingat medan yang cukup menantang,” tegas Alfin.
Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa kegiatan wisata petualangan membutuhkan persiapan yang matang. Pengelola kegiatan, peserta, dan pihak terkait harus menjaga disiplin agar perjalanan berlangsung tertib tanpa mengabaikan keselamatan maupun kelestarian lingkungan.
Ketua IOX Apresiasi Sambutan Pemerintah Kota Sungai Penuh
Sementara itu, Ketua Indonesia Off Road Expedition, Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh atas sambutan dan dukungan selama rombongan menjalani rangkaian kegiatan di daerah tersebut.
Sam menilai dukungan pemerintah daerah membantu menciptakan suasana yang baik bagi pelaksanaan ekspedisi. Ia juga berharap hubungan yang terjalin antara penyelenggara dan pemerintah kota dapat berlanjut dalam kegiatan mendatang.
“Kami merasa sangat diterima di Sungai Penuh. Semoga kolaborasi ini terus berjalan dan membawa manfaat bagi daerah,” kata Sam.
Apresiasi tersebut membuka peluang bagi kedua pihak untuk menjajaki kerja sama yang lebih luas. Pemerintah daerah dapat memperkuat promosi destinasi, sedangkan komunitas otomotif dapat membantu memperkenalkan jalur petualangan dan potensi alam kepada anggotanya.
Meski demikian, pengembangan wisata berbasis petualangan perlu memperhatikan daya dukung lingkungan. Penggunaan kendaraan di kawasan alam harus mengikuti ketentuan yang berlaku, menjaga kelestarian hutan, serta menghindari kerusakan jalur dan gangguan terhadap masyarakat sekitar.
Dengan pendekatan tersebut, kegiatan otomotif tidak hanya menghadirkan pengalaman bagi peserta, tetapi juga dapat mendukung promosi wisata yang bertanggung jawab.
Forkopimda Lepas Rombongan Menuju Rute Berikutnya
Pada akhir kegiatan, Alfin bersama Azhar Hamzah, Sekretaris Daerah Alpian, Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil, serta unsur Forkopimda melepas rombongan IOX Raja 2026 untuk melanjutkan perjalanan menuju rute berikutnya.
Pelepasan itu menandai berakhirnya rangkaian persinggahan ekspedisi di Kota Sungai Penuh. Selanjutnya, peserta meneruskan petualangan sesuai agenda perjalanan yang telah mereka susun.
Bagi Sungai Penuh, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan daerah kepada komunitas yang memiliki ketertarikan terhadap perjalanan darat dan wisata alam. Potensi itu dapat berkembang apabila pemerintah daerah menghubungkan promosi kegiatan dengan informasi destinasi, dukungan bagi pelaku usaha, serta pengelolaan lingkungan yang baik.
Ke depan, keberhasilan promosi pariwisata tidak hanya bergantung pada banyaknya kegiatan nasional yang singgah. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa calon wisatawan memperoleh informasi yang jelas, akses yang memadai, serta pengalaman berkunjung yang aman dan nyaman.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, komunitas otomotif, dan pelaku usaha, Sungai Penuh memiliki peluang untuk memperluas jangkauan promosi wisata sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi lokal kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. (AN)










