OPD Kerinci Resah, Anggota Dewan Diduga Sibuk Rebutan Pokir

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sejumlah Oknum Anggota DPRD Kerinci yang membuat resah Pejabat Kerinci, yang diduga rebutan Pokir.

Ilustrasi Sejumlah Oknum Anggota DPRD Kerinci yang membuat resah Pejabat Kerinci, yang diduga rebutan Pokir.

KERINCI,JS- Gelombang proyek pokok-pokok pikiran (pokir) dari anggota DPRD Kerinci kini memicu keresahan di kalangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kondisi ini tidak hanya mengganggu fleksibilitas program kerja dinas, tetapi juga berpotensi memperlambat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).

Seiring meningkatnya jumlah usulan pokir yang masuk, hampir seluruh dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci kini harus mengakomodasi proyek tersebut. Akibatnya, banyak OPD kehilangan ruang dalam menyusun prioritas program berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Proyek Pokir Mendominasi Program Dinas

Seorang pejabat di lingkungan Pemkab Kerinci mengungkapkan bahwa saat ini proyek pokir telah menyebar di hampir semua OPD. Kondisi tersebut memunculkan tekanan tersendiri bagi dinas dalam menyusun rencana kerja.

“Sekarang hampir semua dinas ada proyek pokir. Ini membuat kami harus menyesuaikan banyak hal,” ujarnya.

Selain itu, dominasi proyek pokir juga membuat sejumlah program strategis milik OPD harus tertunda atau bahkan tersisih. Padahal, banyak program tersebut telah melalui proses perencanaan yang matang dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Tarik Ulur Anggaran Hambat APBD-P

Situasi semakin kompleks ketika pembahasan APBD-P mengalami hambatan. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa terjadi tarik-ulur antara pihak eksekutif dan legislatif terkait tambahan alokasi proyek pokir.

Di satu sisi, pihak legislatif berupaya memperjuangkan aspirasi konstituen melalui pokir. Namun di sisi lain, eksekutif harus menjaga keseimbangan anggaran agar tetap sesuai dengan prioritas pembangunan daerah.

Akibatnya, proses pembahasan anggaran menjadi tidak berjalan mulus. Bahkan, beberapa agenda penting terpaksa tertunda karena belum tercapainya kesepakatan.

Baca Juga :  HUT ke-67 Kerinci Makin Meriah! Hiburan Rakyat & Bazar UMKM Digelar, Ini Jadwal Lengkap dan Daya Tariknya

Dampak terhadap Kinerja OPD

Dominasi proyek pokir tidak hanya berdampak pada perencanaan, tetapi juga pada pelaksanaan program di lapangan. OPD harus bekerja ekstra untuk menyesuaikan program yang sudah dirancang dengan tambahan proyek yang datang secara mendadak.

Selain itu, kondisi ini berpotensi menurunkan efektivitas penggunaan anggaran. Ketika terlalu banyak proyek yang bersifat titipan, maka risiko ketidaktepatan sasaran menjadi semakin besar.

Lebih lanjut, beberapa pihak menilai bahwa fenomena ini dapat mengganggu prinsip good governance, terutama dalam hal akuntabilitas dan transparansi.

Perlu Keseimbangan antara Politik dan Pembangunan

Pengamat kebijakan publik menilai bahwa proyek pokir memang memiliki peran penting dalam menjembatani aspirasi masyarakat. Namun, penerapannya harus tetap memperhatikan keseimbangan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Jika tidak dikelola dengan baik, proyek pokir justru berpotensi menjadi beban bagi pemerintah daerah. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme yang lebih transparan dan terukur dalam menentukan prioritas.

Selain itu, sinkronisasi antara DPRD dan pemerintah daerah menjadi kunci utama agar tidak terjadi konflik berkepanjangan dalam penyusunan anggaran.

Baca Juga :  Kemarau Panjang Lumpuhkan Pertanian Kerinci: Sawah Mengering, Petani Terancam Gagal Panen

Harapan Masyarakat: Transparansi dan Akuntabilitas

Di tengah polemik ini, masyarakat berharap agar pemerintah daerah dan DPRD Kerinci dapat segera menemukan solusi terbaik. Transparansi dalam pengelolaan anggaran menjadi tuntutan utama agar publik dapat mengetahui arah penggunaan dana daerah.

Selain itu, masyarakat juga menginginkan adanya keterbukaan dalam proses penentuan proyek pokir. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Tidak hanya itu, akuntabilitas juga harus menjadi prioritas agar setiap anggaran yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan secara jelas.

Momentum Evaluasi Sistem Perencanaan

Kondisi ini seharusnya menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk melakukan evaluasi terhadap sistem perencanaan dan penganggaran. Dengan perbaikan sistem, diharapkan konflik antara eksekutif dan legislatif dapat diminimalisir.

Selain itu, digitalisasi perencanaan dan pengawasan anggaran juga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan transparansi. Dengan sistem yang terbuka, publik dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran secara real time.

Kesimpulan

Dominasi proyek pokir DPRD di Kabupaten Kerinci telah memunculkan berbagai persoalan, mulai dari terganggunya kinerja OPD hingga terhambatnya pembahasan APBD-P. Situasi ini menuntut adanya solusi yang cepat dan tepat agar pembangunan daerah tetap berjalan optimal.

Oleh karena itu, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi sangat penting. Dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan masyarakat, diharapkan polemik ini dapat segera terselesaikan.(AN)

Editor : Aan Pratama

Berita Terkait

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya
133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak
Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan
Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas
4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas
Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031
MTQH Jambi 2026, Merangin Bidik Tiga Besar dengan 62 Kafilah
Bukan Cuma Cek Bangunan! Aktivis Minta Proyek P3-TGAI Kerinci dan Sungai Penuh Diaudit APH Hingga BPK
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:31 WIB

133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:01 WIB

4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas

Berita Terbaru