Pembiayaan Mobil Mendominasi! Begini Cara Clipan Finance Jaga Kualitas Kredit

- Jurnalis

Kamis, 19 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Clipan Finance

Clipan Finance

BISNIS,JS- PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN) menunjukkan kinerja yang stabil pada awal 2026. Perusahaan tetap menjalankan strategi pertumbuhan secara selektif sekaligus menjaga kualitas pembiayaan.

Direktur Utama Clipan Finance Indonesia, Harjanto Tjitohardjojo, menegaskan bahwa pembiayaan kendaraan masih mendominasi portofolio. Hingga Februari 2026, pembiayaan mobil baru dan bekas menyumbang lebih dari 90% total portofolio.

Dominasi Kendaraan: Kontributor Utama Pembiayaan

Sejauh ini, pembiayaan kendaraan terus menjadi tulang punggung bisnis perseroan. Baik kendaraan baru maupun bekas, keduanya memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan.

Selain itu, tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat turut mendorong permintaan pembiayaan. Kondisi ini membuat segmen kendaraan tetap menjadi fokus utama perusahaan.

Baca Juga :  Asuransi Tak Lagi Sepenuhnya Ditanggung, Ini Dampak Co-Payment

Pulau Jawa Jadi Motor Pertumbuhan

Sementara itu, perusahaan mencatat bahwa penyaluran pembiayaan baru masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Wilayah ini menawarkan potensi pasar yang besar karena aktivitas ekonomi yang tinggi.

Di sisi lain, pasar kendaraan bekas yang luas juga memperkuat pertumbuhan pembiayaan. Infrastruktur jalan yang lebih baik semakin meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Dengan demikian, Pulau Jawa tetap menjadi pusat pertumbuhan bisnis pembiayaan.

Strategi 2026: Perluas Segmen dan Perkuat Digitalisasi

Untuk menghadapi 2026, Clipan Finance menyiapkan sejumlah langkah strategis. Perusahaan tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan.

Pertama, perusahaan memperluas segmen pembiayaan agar tidak bergantung pada satu sektor saja.
Selanjutnya, perusahaan meningkatkan pengalaman pelanggan melalui layanan yang lebih cepat dan efisien.

Selain itu, perusahaan juga:

  • Memperkuat kerja sama dengan dealer
  • Menawarkan skema kredit yang lebih kompetitif
  • Memanfaatkan tren kendaraan listrik
  • Mengembangkan layanan digital

Melalui strategi ini, perusahaan berharap dapat mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Tantangan 2026: Daya Beli hingga Ketidakpastian Global

Namun demikian, Clipan Finance tetap menghadapi berbagai tantangan. Tekanan daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang perlu diwaspadai.

Di samping itu, persaingan industri pembiayaan semakin ketat. Perusahaan harus menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kualitas aset.

Lebih jauh lagi, kondisi ekonomi global juga menambah tekanan. Fluktuasi suku bunga, ketegangan geopolitik, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara mitra dagang dapat memengaruhi pasar domestik.

Akibatnya, perusahaan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan.

Baca Juga :  Kabar Baik Pemudik! Taspen Life Bagikan Asuransi Gratis di Program Mudik BUMN 2026

Kualitas Kredit Terjaga, NPF Tetap Rendah

Di tengah berbagai tantangan, Clipan Finance tetap menjaga kualitas pembiayaan. Hingga awal 2026, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) berada di kisaran 2%.

Angka ini tergolong stabil dan masih jauh di bawah batas aman industri sebesar 5%. Kondisi tersebut menunjukkan pengelolaan risiko yang cukup efektif.

Untuk mempertahankan kondisi ini, perusahaan menerapkan beberapa langkah penting.
Pertama, perusahaan memperketat seleksi calon debitur.
Selanjutnya, perusahaan memperkuat analisis kredit berbasis data.
Kemudian, perusahaan melakukan pemantauan portofolio secara rutin.

Dengan langkah-langkah tersebut, potensi risiko dapat terdeteksi lebih cepat.

Mitigasi Risiko: Perkuat Tim dan Tata Kelola

Selain menjaga kualitas kredit, perusahaan juga memperkuat sistem manajemen risiko. Clipan Finance menerapkan strategi mitigasi yang lebih komprehensif untuk menghadapi dinamika ekonomi.

Selanjutnya, perusahaan meningkatkan kapasitas tim collection agar dapat menangani debitur bermasalah secara lebih proaktif.

Di sisi lain, perusahaan terus memastikan tata kelola berjalan sesuai regulasi. Langkah ini penting untuk menjaga kualitas aset tetap stabil dalam jangka panjang.(*)

Berita Terkait

IHSG Turun 3,28% Sepekan, Asing Jual Saham Rp82,55 Triliun Sepanjang 2026
BRI Raih Penghargaan Bank UMKM Terbaik 2027, Ini Program untuk Petani dan Pengusaha Desa
Kurs Dolar AS Hari Ini 2 Oktober 2026: Cek Harga Jual dan Beli di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI
Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya
Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar
MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI
IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:01 WIB

IHSG Turun 3,28% Sepekan, Asing Jual Saham Rp82,55 Triliun Sepanjang 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:59 WIB

BRI Raih Penghargaan Bank UMKM Terbaik 2027, Ini Program untuk Petani dan Pengusaha Desa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Kurs Dolar AS Hari Ini 2 Oktober 2026: Cek Harga Jual dan Beli di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya

Rabu, 30 September 2026 - 21:45 WIB

Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar

Berita Terbaru