Pendakian Gunung Kerinci Kembali Dibuka Oktober 2026, Ini Aturan Baru dan Cara Pesan Tiket Online

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak salah satu jalur pendakian gunung kerinci

Tampak salah satu jalur pendakian gunung kerinci

KERINCI,JS- Kabar baik bagi pencinta wisata alam. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) kembali membuka jalur pendakian Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan Gunung Masurai mulai pertengahan Oktober 2026.

Keputusan ini memberi kesempatan bagi pendaki untuk kembali menikmati kawasan konservasi tersebut setelah pengelola menutup sementara aktivitas pendakian sejak 1 September 2026. Saat itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi alasan utama penghentian kegiatan wisata.

Kini, pengelola membuka kembali akses pendakian setelah melakukan pemantauan bersama sejumlah pihak. Meski demikian, para pendaki tetap harus memperhatikan keselamatan, menjaga kelestarian lingkungan, dan mematuhi aturan selama berada di kawasan taman nasional.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I BBTNKS, David, menyampaikan imbauan agar pendaki tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Ia secara khusus meminta pengunjung menjaga kawasan Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan Gunung Masurai dari ancaman api.

“Agar semua pendaki untuk menjaga kawasan Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan Masurai dari bahaya kebakaran hutan dan tidak menyalakan api sehingga dapat terjadi kebakaran hutan yang menimbulkan bencana asap,” kata David di Kerinci, Rabu, 14 Oktober 2026.

BBTNKS Buka Kembali Jalur Setelah Evaluasi Risiko Karhutla

BBTNKS menetapkan pembukaan kembali kegiatan pendakian melalui Surat Pengumuman Nomor PG.08/T.1/BTK/KSA.04.02/B/10/2026.

Kebijakan tersebut juga menindaklanjuti Memorandum Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor M.123/KSDAE/PJL/KSA.04.01/B/10/2026 tertanggal 13 Oktober 2026.

Sebelum mengambil keputusan, BBTNKS berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pemerintah daerah, forum relawan, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Tim melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca, penampakan visual Gunung Kerinci, dan potensi karhutla di kawasan pendakian.

Menurut David, hasil pemantauan menunjukkan tidak ada indikasi kebakaran pada jalur pendakian yang menjadi objek pemantauan. Hasil tersebut menjadi salah satu pertimbangan pengelola untuk membuka kembali kegiatan wisata alam.

Namun, pembukaan jalur tidak berarti pendaki boleh mengabaikan potensi bahaya. Kondisi cuaca, aktivitas vulkanis, dan perkembangan titik panas tetap memerlukan perhatian selama kegiatan wisata berlangsung.

Karena itu, pengunjung perlu mengikuti informasi resmi pengelola sebelum memulai perjalanan.

Larangan Menyalakan Api, Pendaki Wajib Waspada

Ancaman karhutla menjadi perhatian utama BBTNKS, terutama ketika kondisi lingkungan mendukung munculnya kebakaran. Api kecil sekalipun dapat menimbulkan risiko besar apabila merambat ke vegetasi di kawasan hutan.

Oleh sebab itu, pengelola meminta seluruh pendaki menghindari kegiatan yang berpotensi memunculkan percikan api. Pengunjung juga perlu menjaga kebersihan jalur dan tidak meninggalkan benda yang dapat memicu kebakaran.

Selain melindungi kawasan konservasi, langkah tersebut turut menjaga keselamatan sesama pendaki dan masyarakat yang tinggal di sekitar taman nasional.

Pendaki sebaiknya menyiapkan perlengkapan sesuai kebutuhan perjalanan, memeriksa kondisi fisik, serta mengikuti arahan petugas sebelum memasuki jalur.

Apabila cuaca berubah atau petugas menyampaikan peringatan keselamatan, pengunjung perlu mengutamakan keselamatan daripada memaksakan perjalanan menuju puncak maupun lokasi tujuan lainnya.

BBTNKS juga terus memantau perkembangan titik panas atau hotspot serta aktivitas vulkanis Gunung Kerinci. Hasil pemantauan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pengelolaan berikutnya.

Baca Juga :  Karhutla Mengancam, BBTNKS Tutup Jalur Pendakian Gunung Kerinci Sejak 1 September

Pemesanan Tiket Pendakian Kini Melalui Sistem Online

Selain membuka kembali jalur, BBTNKS mengarahkan calon pendaki untuk melakukan pendaftaran dan pemesanan tiket secara daring.

Pengguna perangkat Android dapat memanfaatkan aplikasi Ayo Ke Taman Nasional. Sementara itu, pengguna iPhone atau perangkat berbasis iOS dapat mengakses situs resmi berikut:

https://ayoketamannasional.kehutanan.go.id/id

Calon pendaki sebaiknya menyelesaikan proses pemesanan sebelum berangkat menuju pintu masuk pendakian. Langkah ini membantu pengunjung mempersiapkan administrasi dan menghindari kendala saat pemeriksaan di lokasi.

Pastikan pula data pendaftaran sesuai dengan identitas dan persyaratan yang berlaku. Pendaki perlu memeriksa kembali informasi jadwal, ketentuan kunjungan, serta arahan terbaru dari pengelola sebelum memulai perjalanan.

Dengan sistem daring, calon pengunjung dapat mengurus kebutuhan tiket melalui kanal resmi tanpa harus mengandalkan informasi dari pihak yang tidak jelas.

Empat Tahap Pemeriksaan Sebelum dan Sesudah Pendakian

BBTNKS menerapkan tahapan pemeriksaan untuk mendukung ketertiban administrasi dan keselamatan pengunjung. Setiap pendaki wajib mengikuti prosedur di pintu masuk kawasan.

Berikut tahapan yang perlu diperhatikan:

  1. Pemindaian tiket masuk. Petugas memeriksa tiket melalui proses scan ticket in sebelum pendaki memasuki kawasan.
  2. Pemeriksaan administrasi. Pendaki harus melengkapi persyaratan yang berlaku sesuai ketentuan pengelola.
  3. Pembekalan keselamatan. Pengunjung mengikuti safety briefing untuk memahami aturan, risiko perjalanan, dan langkah keselamatan.
  4. Pemindaian tiket keluar. Setelah menyelesaikan kunjungan, pendaki mengikuti proses scan ticket out di pintu keluar yang sesuai.

Pendaki perlu mengikuti seluruh tahapan tersebut dengan tertib. Jangan melewati pemeriksaan atau memasuki jalur tanpa mengikuti arahan petugas.

Pembekalan keselamatan juga menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk memahami kondisi kawasan, larangan selama pendakian, serta tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Pelaku Usaha Wisata Harus Mengurus Izin Resmi

Pembukaan kembali jalur pendakian turut memberi kesempatan bagi pelaku usaha wisata untuk kembali melayani pengunjung. Meski demikian, penyedia jasa perjalanan dan pemandu wisata tetap harus memenuhi ketentuan perizinan.

BBTNKS mewajibkan penyedia jasa perjalanan wisata, pemandu atau interpreter, serta pelaku usaha terkait mengurus izin resmi melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Persyaratan tersebut penting agar kegiatan usaha berjalan sesuai aturan dan mendukung pengelolaan kawasan konservasi secara bertanggung jawab.

Pelaku usaha dapat memeriksa informasi mengenai standar operasional prosedur (SOP) melalui portal resmi BBTNKS di:

https://tnkerinciseblat.ksdae.kehutanan.go.id

Calon pendaki juga dapat memanfaatkan kanal resmi tersebut untuk mencari informasi mengenai ketentuan kunjungan dan pengelolaan kawasan.

Pembukaan Jalur Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Warga

Kembalinya aktivitas pendakian tidak hanya memberi kesempatan bagi pencinta alam untuk berwisata. Kebijakan ini juga berpotensi membantu menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan TNKS.

Aktivitas wisata alam dapat membuka kembali peluang usaha bagi penyedia transportasi, pemandu lokal, pemilik penginapan, pedagang makanan, serta pelaku usaha perlengkapan pendakian.

Sebelumnya, penutupan jalur sejak awal September membatasi kegiatan wisata di kawasan tersebut. Dengan pembukaan kembali, pelaku usaha memiliki peluang untuk melayani pengunjung, selama tetap memenuhi ketentuan yang berlaku.

Meski begitu, kelancaran kegiatan wisata harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Keuntungan ekonomi tidak boleh mengesampingkan keselamatan pendaki dan kelestarian hutan.

Karena itu, pengunjung dan pelaku usaha perlu mendukung upaya pengelola dalam mencegah kebakaran serta menjaga kebersihan kawasan.

Baca Juga :  Kabut Asap Jambi Ganggu Penerbangan, Rute Kerinci Batal Terbang

BBTNKS Tetap Memantau Kondisi Gunung dan Titik Panas

BBTNKS menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan evaluasi secara berkala setelah pembukaan kembali jalur pendakian.

Pengelola juga memantau perkembangan titik panas dan aktivitas vulkanis Gunung Kerinci untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatan pengunjung.

Pendaki perlu memahami bahwa pembukaan jalur bukan jaminan kondisi alam akan selalu aman. Perubahan cuaca maupun aktivitas vulkanis dapat memengaruhi rencana perjalanan sehingga pengunjung harus mengikuti arahan petugas.

Sebelum berangkat, calon pendaki sebaiknya memastikan status jalur, melengkapi administrasi, menyiapkan perlengkapan keselamatan, dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Dengan kepatuhan terhadap aturan tersebut, wisata pendakian di Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan Gunung Masurai diharapkan kembali berjalan tertib sekaligus menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.(TIM)

Berita Terkait

Puluhan Pejabat Merangin Dilantik, Ini Daftar Nama Camat, Pejabat OPD hingga 17 Kepala Puskesmas
8 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Tak Lanjut Kontrak, 1.513 Lainnya Diusulkan Perpanjangan
Wali Kota Alfin dan Sri Kartini Hadiri HUT ke-27 Tanjung Jabung Timur, Dorong Sinergi Pembangunan Jambi
Dapat Dukungan Guru dan Siswa, Lamia Deareni Ungkap Target Besarnya untuk SMPN 8 Sungai Penuh
BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 2.474 Nelayan Tanjab Timur, Ada Manfaat JKM Rp213 Juta
5 Kepala OPD Sungai Penuh Resmi Dilantik, Ini Pesan Penting Azhar Hamzah
Belanja Kebutuhan Pokok? Gerakan Pangan Murah Hadir di Taman Tugu 17 Sungai Penuh
5 Kepala OPD Sungai Penuh Resmi Dilantik, Ini Namanya
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:23 WIB

8 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Tak Lanjut Kontrak, 1.513 Lainnya Diusulkan Perpanjangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Wali Kota Alfin dan Sri Kartini Hadiri HUT ke-27 Tanjung Jabung Timur, Dorong Sinergi Pembangunan Jambi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Dapat Dukungan Guru dan Siswa, Lamia Deareni Ungkap Target Besarnya untuk SMPN 8 Sungai Penuh

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:01 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 2.474 Nelayan Tanjab Timur, Ada Manfaat JKM Rp213 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:10 WIB

5 Kepala OPD Sungai Penuh Resmi Dilantik, Ini Pesan Penting Azhar Hamzah

Berita Terbaru